Pasar tablet murah di Indonesia kembali ramai, dan POCO ikut menekan persaingan lewat POCO Pad C1. Tablet ini dibawa masuk dalam bentuk impor utuh dari China, lalu diposisikan sebagai perangkat berharga 2 jutaan kecil yang menyasar pengguna yang mencari tablet ringkas, premium, dan tetap terjangkau.
Momentum kehadirannya juga cukup tepat karena berdekatan dengan musim liburan sekolah dan kenaikan kelas. Kondisi itu membuat POCO Pad C1 berpotensi dilirik orang tua yang ingin memberi perangkat berguna untuk anak yang baru masuk SD atau SMP.
Bodi metal yang jarang ditemui di kelas harga ini
Daya tarik paling mencolok dari POCO Pad C1 ada pada material bodinya. Di kelas tablet dua jutaan, perangkat ini justru memakai material full metal berbahan aluminium, bukan plastik seperti banyak pesaingnya.
Bagian belakangnya juga mendapat aksen garis vertikal yang memberi kesan dual-tone lebih mewah. Dengan ketebalan 7,4 mm dan bobot 406 gram, tablet ini terasa cukup nyaman dibawa dan digenggam.
POCO juga menambahkan fitur splash resistant untuk perlindungan dari cipratan air tipis. Detail ini membuat tablet terasa lebih siap dipakai untuk penggunaan harian di berbagai situasi.
Layar 2K 120Hz dalam ukuran yang kompak
POCO Pad C1 membawa layar 9,7 inci yang tergolong ringkas. Ukuran ini membuatnya cocok untuk anak-anak maupun pengguna yang sering berpindah tempat.
Yang paling menonjol, panel ini sudah memakai resolusi 2K dan refresh rate 120 Hz. Kombinasi itu membuat navigasi menu dan scrolling terasa lebih mulus untuk kebutuhan belajar maupun hiburan.
Namun, layarnya punya tingkat kecerahan maksimal 600 nits dan belum mendukung format HDR di YouTube. Batasan tersebut masih wajar karena harga jualnya memang ditekan serendah mungkin.
Snapdragon, HyperOS 3, dan dukungan multitasking
Untuk urusan performa, tablet ini ditenagai Snapdragon 6s 4G Gen 2 yang setara dengan Snapdragon 685. Konfigurasinya mencakup RAM 4 GB dan memori internal 64 GB, dengan ekspansi microSD hingga 2 TB.
Dalam pengujian AnTuTu Benchmark, perangkat ini mencatat skor sekitar 470.000-an. Angka tersebut memberi gambaran bahwa POCO Pad C1 masih cukup siap untuk pemakaian harian dan tugas ringan.
Sistem operasinya langsung menjalankan Xiaomi HyperOS 3 berbasis Android 16. Salah satu keunggulannya ada pada kemampuan multitasking, karena pengguna bisa membuka 2 hingga 3 aplikasi sekaligus lewat split-screen atau pop-up window.
Ada juga tips pengaturan yang disebut penting agar performanya lebih optimal. Saat pertama kali dinyalakan, mode baterai disarankan dipindah dari Battery Saver bawaan ke Balanced Mode agar kinerja chipset keluar lebih maksimal.
Baterai besar dan fitur hiburan yang lengkap
Di sektor daya, POCO Pad C1 membawa baterai 7.600 mAh. Kapasitas ini diklaim sanggup bertahan lebih dari 10 jam untuk streaming video nonstop, atau sekitar 1,5 hingga 2 hari untuk pemakaian kasual harian.
Pengisian dayanya mendukung 18W, sementara fitur reverse charging hingga 10W lewat USB Type-C juga tersedia. Artinya, tablet ini bisa dipakai untuk mengisi daya perangkat lain saat kondisi darurat.
Untuk hiburan, POCO menambahkan stereo speaker di sisi kanan-kiri, atau atas-bawah saat dipakai dalam mode potret. Kehadiran jack audio 3.5mm juga menjadi nilai tambah bagi pengguna yang masih mengandalkan headphone kabel.
Dengan kombinasi bodi metal, layar 2K 120Hz, baterai besar, dan sistem operasi terbaru, POCO Pad C1 tampil sebagai tablet entry-level yang mencoba menawarkan kesan lebih mahal dari banderolnya. Perangkat ini juga identik dengan Redmi Pad 2, sehingga posisinya kian menarik di tengah pasar tablet murah yang makin padat.
