Charged Indonesia resmi meluncurkan Ndara, motor sport listrik naked bike yang diposisikan sebagai model flagship. Kehadiran motor ini langsung menarik perhatian karena membawa tenaga puncak 11.000 watt dan kecepatan maksimal hingga 125 km per jam.
Peluncuran Ndara menandai persaingan yang makin panas di pasar motor listrik Indonesia. Di saat banyak produk listrik masih bermain di segmen komuter, Ndara justru masuk ke wilayah premium dengan fokus pada performa, teknologi, dan karakter berkendara.
Bagi Charged Indonesia, Ndara bukan sekadar tambahan lini produk. CEO Grup Charged Indonesia CY Joel menyebut model ini sebagai bukti kemampuan rekayasa perusahaan dalam menghadirkan produk flagship yang ramah lingkungan sekaligus menawarkan pengalaman berkendara yang sesungguhnya.
Pendekatan itu terlihat dari konsep yang diusung sejak awal. Ndara dirancang untuk pengendara berjiwa berani, dengan desain yang mengambil inspirasi dari kekuatan dan keanggunan seekor kuda yang berlari.
Nama Ndara juga tidak dipilih secara acak. Charged Indonesia menyebut penamaan ini masih sejalan dengan tradisi mereka yang mengangkat kekayaan budaya dan alam Nusantara ke dalam identitas produknya.
Performa jadi sorotan utama
Daya tarik terbesar Ndara ada pada kombinasi tenaga dan karakter sport yang dibawa. Dengan tenaga puncak 11.000 watt, motor ini disiapkan untuk penggunaan jalan raya sekaligus menegaskan bahwa kendaraan listrik buatan Indonesia mulai berani masuk ke kelas yang lebih tinggi.
Charged Indonesia juga menekankan aspek akselerasi dan stabilitas. Desain organik dipadukan dengan rekayasa teknik untuk menghadirkan motor yang diklaim memancarkan dominasi di jalan.
Validasi performa itu tidak hanya berhenti di atas kertas. Sebelum diperkenalkan ke publik, Ndara disebut telah diuji melalui Touring Nusantara dengan perjalanan 1.200 kilometer dari Cilegon menuju Bali dalam waktu lima hari.
Pengujian tersebut dilakukan untuk memeriksa performa, daya tahan, dan kenyamanan motor di berbagai kondisi jalan di Indonesia. Hasil uji itu menjadi salah satu dasar kepercayaan diri Charged Indonesia saat membawa Ndara ke pasar.
Fitur premium untuk kelas flagship
Ndara dibekali konektor pengisian daya Type 2. Ini merupakan standar pengisian universal yang juga digunakan oleh mobil listrik premium di berbagai negara.
Keunggulan konektor Type 2 membuat pengguna tidak terpaku pada ekosistem pengisian yang terbatas. Motor ini dapat diisi daya di stasiun pengisian EV yang kompatibel, sehingga lebih siap menghadapi ekosistem elektrifikasi yang makin luas.
Charged Indonesia juga menyematkan Overtaking Boost Assist. Fitur ini memberi tambahan lonjakan tenaga sesaat ketika pengendara menyalip, sehingga respons akselerasi terasa lebih sigap.
Untuk efisiensi, Ndara memakai Variable Energy Regeneration. Sistem ini memulihkan energi ke baterai saat motor melambat atau mengerem, sekaligus membantu memperpanjang jangkauan berkendara hingga 100 km pada konfigurasi dua baterai.
Panel instrumennya menggunakan SmartSync Display. Sistem ini terhubung dengan ekosistem digital Charged dan menyajikan informasi berkendara secara real-time.
Dari sisi keselamatan, Charged Indonesia memasang ABS dan Traction Control System atau TCS. Kombinasi keduanya ditujukan untuk menjaga kendali motor tetap optimal di beragam kondisi jalan.
Ada pula Hill Hold Assist dan Hill Descent Assist. Teknologi ini membantu menjaga stabilitas saat berhenti di tanjakan maupun ketika melaju di medan berbukit.
Baterai, pengisian, dan harga
Ndara menggunakan baterai lithium ion generasi baru. Setiap baterai memiliki kapasitas 4 kWh dengan bobot 12 kg per unit.
Soal pengisian, baterai Ndara disebut bisa diisi dari 5 persen hingga 80 persen dalam 40 menit. Angka ini menjadi nilai penting bagi pengguna yang menginginkan waktu henti lebih singkat.
Charged Indonesia menawarkan dua skema penjualan retail untuk pasar Indonesia. Versi satu baterai dipasarkan dengan harga Rp 69.000.000 OTR Jakarta, sedangkan versi dua baterai dibanderol Rp 79.000.000 OTR Jakarta.
Dengan paket performa, fitur premium, dan dukungan pengisian Type 2, Ndara tampil sebagai salah satu motor listrik lokal yang paling agresif di kelasnya. Masuknya model ini memperlihatkan bahwa pabrikan dalam negeri tidak lagi hanya mengejar efisiensi, tetapi juga mulai membidik pengendara yang menginginkan sensasi sport dan teknologi lebih lengkap.
