Biaya produksi PlayStation 6 disebut melonjak mendekati 1.000 dollar AS, atau sekitar Rp 17,8 juta. Jika angka itu akurat, konsol generasi baru Sony berpeluang hadir dengan harga jual yang jauh lebih tinggi dari pendahulunya.
Sorotan utamanya bukan hanya pada mahalnya komponen, tetapi pada posisi Sony yang disebut makin sempit. Saat biaya inti perangkat naik cepat dalam beberapa bulan, ruang untuk menahan harga jual ikut mengecil.
Informasi ini datang dari pembocor perangkat keras AMD bernama Kepler_L2 di forum NeoGAF. Ia menyebut Bill of Materials atau BoM PS6 kini sudah mendekati 1.000 dollar AS.
BoM adalah total biaya komponen yang dipakai untuk merakit sebuah perangkat. Cakupannya meliputi prosesor, RAM, SSD, motherboard, sistem pendingin, dan komponen lain di dalam konsol.
Angka terbaru itu menandai lonjakan tajam dari bocoran sebelumnya. Sekitar tiga bulan lalu, Kepler_L2 sempat menyebut biaya produksi PS6 berada di kisaran 760 dollar AS.
Perkiraan yang lebih rendah juga pernah muncul dari pembocor lain, Moore’s Law Is Dead. Ia saat itu menyebut BoM PS6 berada di sekitar 743 dollar AS.
Kini, menurut pembaruan dari Kepler_L2, taksiran biaya tersebut naik sekitar 200 dollar AS hanya dalam beberapa bulan. Totalnya disebut berada di angka 960 dollar AS, atau sekitar Rp 17,1 juta.
Potensi harga jual makin berat
Kenaikan BoM ini langsung memicu spekulasi soal harga jual PS6 saat meluncur nanti. Sebab, biaya produksi hampir 1.000 dollar AS sudah berada di atas harga PS5 Pro 2 TB yang saat ini dijual 900 dollar AS.
Perbandingan itu penting karena BoM bukan harga akhir yang dibayar konsumen. Di atas biaya komponen, masih ada pengeluaran untuk riset, pengembangan, distribusi, pemasaran, hingga margin keuntungan perusahaan.
Dengan kata lain, harga jual konsol biasanya lebih tinggi dari sekadar biaya komponen. Itu yang membuat PS6 berpotensi menjadi konsol PlayStation termahal bila bocoran biaya produksi ini terbukti benar.
Kepler_L2 bahkan menilai banderol 1.000 dollar AS untuk model standar atau Digital Edition bisa menjadi skenario harga terbaik bagi konsumen. Penilaian itu muncul jika tren kenaikan harga komponen terus berlanjut.
Pemicu lonjakan biaya
Menurut Kepler_L2, lonjakan BoM PS6 berkaitan dengan memburuknya krisis komponen. Dua komponen yang paling disorot adalah memori RAM dan media penyimpanan, yang harganya disebut terus meningkat.
Kenaikan pada dua komponen itu sangat berpengaruh karena keduanya termasuk bagian inti dari konsol modern. Saat harga RAM dan SSD terdorong naik, biaya total perangkat ikut terdongkrak signifikan.
Situasi ini disebut membuat Sony tidak punya banyak pilihan selain mempertimbangkan harga jual yang lebih mahal dibanding generasi sebelumnya. Tekanan biaya menjadi faktor utama dalam perhitungan komersial konsol baru.
Meski begitu, belum ada konfirmasi resmi dari Sony soal angka biaya produksi tersebut. Karena itu, kabar ini masih harus dilihat sebagai rumor yang berasal dari kalangan pembocor industri.
Dampak ke jadwal peluncuran
Menariknya, kenaikan biaya produksi ini disebut tidak otomatis membuat Sony menunda peluncuran PS6. Kepler_L2 menilai penundaan justru tidak memberi keuntungan jika harga komponen seperti RAM dan SSD terus naik.
Dalam skenario itu, menunggu lebih lama malah bisa membuat biaya produksi semakin mahal. Artinya, penundaan tidak serta-merta menjadi solusi untuk menekan pengeluaran.
Sebaliknya, jika harga komponen mulai stabil, Sony juga tidak punya alasan kuat untuk menggeser jadwal peluncuran. Dengan begitu, perubahan biaya komponen dinilai lebih memengaruhi strategi harga ketimbang waktu rilis.
Sebelumnya, jadwal peluncuran PS6 memang sudah menjadi bahan pembicaraan tersendiri. Namun dalam konteks bocoran terbaru ini, fokus pasar kini bergeser ke pertanyaan yang lebih mendasar, yakni seberapa mahal konsol itu nantinya dijual.
Efek ke lini PlayStation saat ini
Kepler_L2 juga memperkirakan kondisi pasar komponen saat ini dapat memaksa Sony kembali menaikkan harga PS5. Langkah seperti itu bukan hal yang asing di industri, mengingat Microsoft juga sudah menaikkan harga Xbox Series X/S.
Prediksi tersebut menunjukkan bahwa tekanan biaya tidak hanya berdampak pada konsol generasi berikutnya. Produk yang sudah beredar pun bisa ikut terkena penyesuaian bila harga komponen tetap tinggi.
Bagi calon pembeli, bocoran ini memberi gambaran bahwa transisi ke generasi PlayStation berikutnya kemungkinan tidak akan murah. Jika biaya produksi PS6 benar sudah menembus kisaran Rp 17 juta, maka pembahasan soal harga jual akan terus menjadi sorotan utama menjelang kemunculan konsol itu.
Source: tekno.kompas.com






