HMD disebut sedang menyiapkan feature phone baru yang langsung menarik perhatian karena desainnya mengingatkan pada ponsel BlackBerry klasik. Bocoran ini menonjol bukan hanya karena bentuknya yang ringkas, tetapi juga karena perpaduan tombol fisik, layar sentuh, dan kemungkinan desain lipat dalam satu perangkat.
Informasi tersebut muncul setelah akun pembocor gadget smashx_60 membagikan render desain perangkat. Dari gambar yang beredar, HMD tampak mencoba membawa kembali nuansa ponsel klasik sambil tetap menyisipkan elemen modern yang kini jarang ditemui di segmen feature phone.
Secara visual, perangkat ini terlihat memakai bodi kompak dengan sudut membulat pada keempat sisinya. Siluet seperti itu membuat tampilannya sekilas menyerupai BlackBerry lawas yang mengandalkan tombol fisik sebagai sarana navigasi utama.
Namun ada perbedaan penting pada bagian input. Jika BlackBerry identik dengan keyboard QWERTY, perangkat HMD ini justru tampak menggunakan keypad T9 fisik.
Kombinasi itu membuat perangkat ini berada di antara dua dunia. Ia mempertahankan karakter feature phone, tetapi tidak sepenuhnya meninggalkan kebutuhan pengguna modern yang sudah terbiasa dengan interaksi layar sentuh.
Konsep hybrid yang mulai terlihat
Dari bocoran yang beredar, ponsel ini disebut memiliki kemungkinan mengusung desain lipat atau clamshell flip. Jika detail itu benar, HMD tampaknya sedang menyiapkan konsep hybrid yang menggabungkan nostalgia desain lama dengan pendekatan penggunaan yang lebih fleksibel.
Bagian penutup atau flip pada perangkat tersebut juga disebut bakal mendukung pengoperasian lewat layar sentuh. Artinya, HMD tidak hanya mengandalkan tombol fisik, tetapi juga membuka akses ke pengalaman yang lebih praktis untuk tugas-tugas tertentu.
Pendekatan semacam ini bisa menjadi pembeda di tengah pasar feature phone yang umumnya masih fokus pada fungsi dasar. Kehadiran layar sentuh pada desain lipat juga memberi sinyal bahwa perangkat ini tidak sekadar hadir sebagai ponsel retro biasa.
Bakal memakai RTOS Touch
Selain desain, aspek lain yang ikut mencuri perhatian adalah sistem operasi yang disebut akan dipakai. Berdasarkan bocoran, feature phone terbaru HMD ini kabarnya menjalankan RTOS Touch.
Sistem operasi tersebut mendukung layanan cloud phone yang memungkinkan pengguna mengakses sejumlah aplikasi berbasis browser. Dengan begitu, perangkat tetap dapat menawarkan fungsi modern tanpa harus masuk ke kategori smartphone Android penuh.
Beberapa layanan yang disebut tersedia mencakup aplikasi pesan HMD Express Chat, membaca berita, melihat informasi cuaca, hingga layanan streaming video. Daftar itu menunjukkan bahwa perangkat ini diarahkan untuk memberi pengalaman yang lebih luas dibanding feature phone tradisional.
RTOS Touch juga disebut menawarkan efisiensi daya yang tinggi. Platform ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman penggunaan yang lebih sederhana dengan gangguan yang minim.
Pendekatan ini sejalan dengan karakter feature phone yang umumnya dicari karena praktis dan hemat daya. Bagi pengguna yang tidak membutuhkan ekosistem aplikasi seluas Android, model seperti ini bisa menjadi alternatif yang lebih ringan.
Sebagai gambaran, HMD Touch 4G yang meluncur tahun lalu diklaim mampu bertahan hingga 2,5 hari. Perangkat itu memakai baterai lepasan berkapasitas 1.950 mAh.
Meski model yang sedang bocor ini belum mengungkap kapasitas baterainya, contoh tersebut memberi petunjuk tentang fokus HMD pada efisiensi daya. Hal ini penting karena daya tahan baterai masih menjadi salah satu nilai jual utama di kelas feature phone.
Masih sebatas bocoran
Sampai saat ini, HMD belum mengumumkan nomor model maupun spesifikasi lengkap perangkat tersebut. Informasi soal kapasitas baterai, harga, dan jadwal peluncuran juga belum diungkap.
Karena itu, seluruh detail yang beredar masih perlu dipandang sebagai bocoran awal. Meski begitu, arah perangkat ini dinilai selaras dengan strategi HMD yang sebelumnya sudah disampaikan ke publik.
Dalam ajang Mobile World Congress pada awal tahun 2026, HMD mengatakan akan menghadirkan kembali feature phone dengan konektivitas yang lebih baik. Perusahaan itu juga menyebut dukungan asisten AI serta fitur aksesibilitas untuk menjangkau lebih banyak pengguna.
Bocoran feature phone bergaya BlackBerry ini dinilai cocok dengan rencana tersebut. Perangkat seperti ini dapat menjadi wujud pendekatan HMD untuk menghidupkan kembali ponsel fitur, tetapi dengan tambahan kemampuan yang lebih relevan bagi kebutuhan masa kini.
Jika melihat desain dan sistem yang disebut akan dipakai, perangkat ini tampaknya tidak hanya mengandalkan nostalgia. HMD justru terlihat mencoba mencari celah baru di pasar dengan menyatukan keypad fisik, layar sentuh, efisiensi daya, dan akses layanan berbasis browser dalam satu feature phone.
Source: tekno.kompas.com






