Momen konser sering berakhir dengan dua masalah yang sama: panggung terlihat terlalu jauh dan hasil foto dipenuhi objek pengganggu. Dalam pengujian di festival Allo Bank 2026, Samsung Galaxy S26 Ultra dicoba untuk menjawab dua kebutuhan itu saat memotret penampilan Cortis dari area festival Pink paling belakang di Indonesia Arena.
Hasil yang paling menonjol datang dari kombinasi kamera 200 MP, telefoto 50 MP, serta fitur AI bawaan. Dari posisi yang jauh dari panggung, perangkat ini dipakai untuk menangkap foto dan fancam Cortis lebih dekat, lalu membersihkan hasil fotonya dengan AI Eraser.
Cortis tampil sebagai salah satu headliner di festival tersebut dan menarik ribuan Coer, sebutan penggemarnya, ke Indonesia Arena pada pertengahan Juni. Grup asuhan Big Hit Music itu juga menandai kunjungan pertamanya ke Indonesia setelah debut pada Agustus 2025.
Suasana venue sejak luar arena sudah ramai oleh penonton yang datang untuk menyaksikan penampilan para musisi. Selain Cortis, festival ini juga dimeriahkan oleh Mahalini, Rizky Febian, Tenxi, Naykilla, dan Nassar.
Zoom jadi sorotan utama
Pengambilan gambar dilakukan dari ujung arena, tepatnya dari baris belakang area festival Pink. Dari titik itu, panggung secara visual terlihat cukup jauh, sehingga kemampuan zoom menjadi salah satu aspek yang paling diuji.
Samsung Galaxy S26 Ultra mengandalkan kamera telefoto 50 MP dengan rentang zoom 5x hingga 10x untuk kebutuhan ini. Dalam praktiknya, mode zoom 10x dipakai untuk mendekatkan sosok para personel Cortis yang tampil di atas panggung.
Sejumlah foto memperlihatkan personel seperti Juhoon dan Keonho bisa ditangkap lebih dekat meski posisi pemotretan berada jauh dari panggung. Kamera 200 MP juga disebut menjadi andalan untuk mendokumentasikan penampilan Cortis maupun musisi lain di acara yang sama.
Bukan hanya grup utama yang dipotret dengan perangkat ini. Penampilan Mahalini, Rizky Febian, dan Nassar di atas panggung juga ikut diabadikan menggunakan kamera yang sama.
Bukan cuma panggung, suasana konser ikut terekam
Selain membidik artis di atas panggung, Galaxy S26 Ultra juga digunakan untuk membuat photodump yang lebih lengkap. Isi dokumentasinya tidak hanya menampilkan performer, tetapi juga suasana di depan Indonesia Arena yang dipadati penggemar hingga momen sebelum konser dimulai.
Perangkat ini juga dipakai untuk membuat selfie dengan kamera belakang, atau yang disebut Gen Z selfie. Pemotretan dilakukan memakai kamera ultrawide agar bidang pandangnya lebih luas dan detail dibanding kamera depan biasa.
Cara ini memberi ruang lebih besar untuk menangkap latar suasana konser dalam satu frame. Untuk kebutuhan konten media sosial, hasil seperti ini dinilai lebih representatif karena tidak hanya fokus pada wajah, tetapi juga atmosfer acara.
AI Eraser dipakai bersihkan photobomb
Masalah umum dalam foto konser adalah gangguan visual yang sulit dihindari. Tangan penonton lain, photobomb, hingga sampah di lantai kerap ikut masuk ke frame dan membuat hasil foto terlihat kurang rapi.
Di sinilah AI Eraser pada Galaxy S26 Ultra diuji. Fitur ini digunakan untuk menghapus objek yang mengganggu langsung dari aplikasi Galeri tanpa perlu aplikasi edit tambahan.
Langkahnya cukup singkat. Pengguna membuka foto di Galeri, mengetuk ikon bintang untuk masuk ke Galaxy AI, lalu memilih menu AI Eraser.
Setelah itu, objek yang ingin dihapus ditandai dan proses dilanjutkan dengan tombol Generate. Dalam beberapa detik, area yang tadinya terisi objek pengganggu akan diisi ulang oleh AI.
Hasil edit disebut tampak rapi dan bekas penghapusannya nyaris tidak terlihat. Dalam konteks foto konser yang sering padat elemen, fungsi ini menjadi salah satu fitur yang paling relevan untuk dipakai setelah sesi pemotretan selesai.
Fitur Create ikut dicoba
Selain AI Eraser, ada juga fitur Galaxy AI bernama Create yang ikut diuji. Fitur ini memungkinkan isi foto diubah melalui perintah teks atau prompt.
Pengguna cukup menuliskan instruksi dalam bahasa Indonesia, lalu sistem akan mengeksekusi perubahan pada gambar. Dalam pengujian singkat, fitur ini dipakai untuk mengubah warna outfit menjadi nuansa merah dan hijau agar selaras dengan konsep lagu “REDRED” milik Cortis.
AI kemudian menghasilkan versi baru dengan warna pakaian yang telah berubah tanpa proses editing manual. Hasilnya dinilai cukup natural dan menyatu dengan foto asli, sehingga sekilas sulit dibedakan dari gambar yang tidak diedit.
Untuk kebutuhan photodump setelah konser, kombinasi antara kamera resolusi tinggi, zoom telefoto, dan fitur AI seperti AI Eraser serta Create memberi pendekatan yang praktis. Pengguna bisa memotret dari jarak jauh, merapikan gangguan di frame, lalu menyesuaikan hasil akhir sebelum diunggah ke media sosial.
Source: tekno.kompas.com






