Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra Bisa Bikin Laptop Mulai Tergeser, Ini Senjata Multitaskingnya

Author: Qoo Media

Persaingan ponsel lipat premium diperkirakan makin panas pada 2026, tetapi Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra mulai menonjol lewat satu kekuatan yang paling dicari pengguna produktif: multitasking. Perangkat ini disebut berpotensi menjadi salah satu HP lipat paling menarik bagi profesional, pebisnis, dan content creator yang membutuhkan perangkat kerja fleksibel dalam satu genggaman.

Sejumlah teaser resmi Samsung dan bocoran yang beredar mengarah pada satu fokus utama, yaitu pengalaman kerja mobile yang lebih matang. Bukan hanya mengandalkan layar lipat besar, Galaxy Z Fold8 Ultra juga diprediksi membawa peningkatan pada Multi Window, Taskbar yang lebih intuitif, Samsung DeX, dan integrasi Galaxy AI yang lebih dalam.

Fokus pada produktivitas

Daya tarik terbesar Galaxy Z Fold8 Ultra ada pada kemampuannya menampilkan beberapa aplikasi sekaligus dalam satu layar. Pada seri Fold, fitur ini sudah menjadi ciri khas, dan pada model Ultra mendatang kemampuannya diperkirakan tetap menjadi fondasi utama pengalaman multitasking.

Layar lipat yang luas memberi ruang kerja yang jauh lebih nyaman dibanding smartphone konvensional. Pengguna diperkirakan dapat membuka email, browser, dokumen, hingga aplikasi konferensi video secara bersamaan tanpa terasa sempit.

Nilai tambah itu penting karena kebutuhan kerja mobile kini tidak lagi berhenti pada membuka satu aplikasi dalam satu waktu. Banyak aktivitas harian menuntut perpindahan cepat antar aplikasi, dan layar besar seri Fold dinilai lebih siap menjawab kebutuhan tersebut.

Galaxy Z Fold8 Ultra juga diprediksi mempertahankan App Pair, fitur yang memungkinkan kombinasi aplikasi favorit dibuka secara instan. Dengan sekali sentuh, pengguna bisa langsung masuk ke mode split screen sesuai pola kerja yang sudah disusun sebelumnya.

Contoh penggunaan yang disebut antara lain Microsoft Teams dengan Samsung Notes, Gmail dengan Google Drive, Microsoft Excel dengan Calculator, serta browser dengan WhatsApp. Skema seperti ini membuat pekerjaan rutin terasa lebih efisien karena pengguna tidak perlu menyusun ulang tata letak aplikasi setiap kali mulai bekerja.

Samsung DeX jadi pembeda

Salah satu faktor yang membuat Galaxy Z Fold8 Ultra menonjol di kelas foldable adalah Samsung DeX. Fitur ini memungkinkan ponsel dihubungkan ke monitor eksternal sehingga tampilannya menyerupai komputer desktop.

Bagi pengguna yang sering berpindah lokasi, DeX dipandang sebagai fitur penting karena membuka peluang ponsel menggantikan fungsi laptop untuk pekerjaan ringan hingga menengah. Dalam konteks kerja hybrid, fleksibilitas ini menjadi nilai jual yang sulit diabaikan.

Dibanding sejumlah pesaing yang disebut dalam bocoran, Samsung berada di posisi lebih kuat pada aspek ini. Tabel perbandingan yang beredar menyebut Galaxy Z Fold8 Ultra dan Galaxy Z Fold7 sama-sama mendukung Samsung DeX, sementara OnePlus Open 2 dan Google Pixel Fold 2 tidak.

Fitur multitasking lain juga memperlihatkan pola serupa. Multi Window disebut tersedia di semua perangkat yang dibandingkan, tetapi App Pair pada OnePlus Open 2 dan Google Pixel Fold 2 digambarkan masih terbatas.

Galaxy AI diprediksi makin terintegrasi

Selain perangkat keras dan tampilan antarmuka, Samsung juga diperkirakan mendorong Galaxy AI sebagai pendukung produktivitas. Integrasi AI ini disebut berpotensi membantu pekerjaan tanpa memaksa pengguna terus berpindah aplikasi.

Kemampuan yang diperkirakan hadir mencakup penerjemahan percakapan secara real time, merangkum dokumen panjang, membantu menyusun email, mengedit foto berbasis AI, dan mempercepat pencarian informasi. Jika semua itu terintegrasi rapi, pengalaman multitasking di layar lipat akan terasa lebih praktis.

Pada tabel perbandingan yang beredar, Galaxy Z Fold8 Ultra disebut berpotensi membawa Galaxy AI yang lebih lengkap. Galaxy Z Fold7 sudah memiliki Galaxy AI, sedangkan pesaing lain mengandalkan AI bawaan masing-masing atau Google AI.

Kombinasi layar besar dan AI menjadi menarik karena keduanya saling melengkapi. Layar memberi ruang kerja yang lega, sedangkan AI berfungsi memangkas langkah manual saat pengguna harus membaca, merespons, merangkum, atau mencari informasi dengan cepat.

Skenario penggunaan harian

Beberapa aktivitas disebut paling cocok dijalankan di Galaxy Z Fold8 Ultra. Salah satunya adalah mengikuti meeting virtual sambil mencatat langsung di Samsung Notes dalam tampilan terpisah.

Skenario lain meliputi mengedit dokumen Microsoft Office dalam mode split screen, menampilkan Samsung DeX secara nirkabel ke monitor, memakai AI Translation saat membuka aplikasi percakapan, serta melakukan video conference sambil memantau kalender dan email. Semua ini memperkuat arah perangkat sebagai alat kerja, bukan sekadar ponsel premium untuk hiburan.

Dari sisi spesifikasi, detail resmi Galaxy Z Fold8 Ultra memang belum diumumkan. Dalam bocoran perbandingan yang beredar, kapasitas RAM perangkat ini masih belum diungkap, sedangkan Galaxy Z Fold7 disebut memiliki RAM hingga 16 GB.

Meski begitu, layar utama Galaxy Z Fold8 Ultra diperkirakan lebih luas. Prediksi ini sejalan dengan posisi seri Fold yang selama ini mengandalkan bidang kerja besar sebagai pembeda utama dari smartphone biasa.

Pada akhirnya, kekuatan Galaxy Z Fold8 Ultra tidak bertumpu pada satu fitur tunggal. Perangkat ini dinilai menarik karena menggabungkan layar lipat luas, Multi Window yang matang, App Pair, Samsung DeX, Galaxy AI, dan ekosistem Samsung yang terhubung dengan Galaxy Tab, Galaxy Watch, dan Galaxy Book.

Jika arah ini benar-benar diwujudkan saat peluncuran resminya nanti, Samsung berpeluang mempertegas dominasinya di pasar foldable premium. Untuk pengguna yang mengejar produktivitas tinggi dalam format ringkas, Galaxy Z Fold8 Ultra menjadi salah satu perangkat yang paling layak dipantau pada 2026.

Source: inet.detik.com
Terbaru