HP Rp5 Jutaan Makin Dipilih, AI Dan Kamera Kini Menentukan Pilihan Pembeli

Segmen smartphone harga sekitar Rp5 jutaan masih menjadi salah satu pasar paling kompetitif di Indonesia pada paruh pertama 2026. Di kelas ini, konsumen tidak lagi sekadar mencari perangkat murah, melainkan paket fitur yang terasa bernilai, terutama kamera, performa, dan kemampuan AI.

Pola itu terlihat di pusat penjualan ITC Roxy Mas, Jakarta Pusat. Sejumlah pedagang menyebut HP di rentang Rp5 jutaan tetap diminati, selain model Rp1 juta sampai Rp3 jutaan, karena spesifikasinya dianggap sudah cukup mumpuni untuk kebutuhan harian maupun upgrade dari kelas bawah.

“Hp Rp5 jutaan cukup diminati, mengingat spesifikasinya cukup mumpuni, dari segi kamera, penyimpanan, teknologi AI serta performance” ujar Jimmy, Manager Wilma Cell, ITC Roxy Mas Jakarta Pusat. Pernyataan ini sejalan dengan perubahan perilaku belanja yang makin menimbang nilai pakai jangka panjang.

Konsumen Mencari Nilai Tambah

Counterpoint Research mencatat pasar smartphone nasional melambat akibat kenaikan biaya komponen. Namun, perangkat di kelas menengah tetap diburu karena menawarkan fitur premium tanpa harus masuk ke harga flagship.

Pengiriman smartphone di Indonesia pada kuartal pertama 2026 turun 9 persen secara tahunan. Penurunan itu dipicu kenaikan harga komponen memori global yang membuat produsen menaikkan harga jual, sehingga sebagian konsumen menunda pembelian.

Meski begitu, tren premiumisasi tetap berjalan. Konsumen yang memutuskan upgrade cenderung memilih perangkat dengan spesifikasi lebih tinggi dan masa pakai lebih panjang agar tetap relevan lebih lama.

Counterpoint juga mencatat kontribusi segmen premium di Indonesia mencapai rekor tertinggi pada kuartal pertama 2026. Ini menunjukkan ada pergeseran preferensi dari sekadar harga termurah ke pengalaman penggunaan yang lebih lengkap.

AI dan Kamera Jadi Pembeda

Di kisaran Rp5 jutaan, banyak vendor kini menghadirkan layar AMOLED dengan refresh rate tinggi, chipset kelas menengah atas, kamera beresolusi tinggi, pengisian daya cepat, dan fitur AI. Kombinasi ini membuat kelas menengah terasa makin dekat dengan perangkat premium.

Sejumlah seri yang mencuri perhatian pasar pada awal hingga pertengahan 2026 antara lain Samsung Galaxy A56 5G, Redmi Note 15 Pro+ 5G, Poco F7, realme 15 Pro, Oppo Reno14 F 5G, dan vivo V60 5G. Masing-masing menawarkan pendekatan berbeda, dari gaming, fotografi, hingga fitur AI untuk produktivitas dan pengolahan gambar.

Samsung masih mengandalkan Galaxy A Series dengan dukungan pembaruan sistem operasi lebih panjang dan fitur Galaxy AI pada fungsi tertentu. Xiaomi lewat Redmi dan Poco tampil agresif dengan performa tinggi dan pengisian daya cepat sebagai daya tarik utama.

Oppo dan vivo menempatkan kamera, desain, dan pengalaman harian sebagai nilai jual utama. Strategi ini dinilai cocok dengan konsumen Indonesia yang tidak hanya melihat spesifikasi di atas kertas, tetapi juga kualitas foto, layar, dan kenyamanan penggunaan.

Pasar Stabil di Tengah Tekanan

Laporan Counterpoint Research menyebut siklus penggantian smartphone kini makin panjang. Jika dulu banyak pengguna mengganti perangkat setiap dua hingga tiga tahun, sekarang lebih banyak yang memakai ponsel lebih lama sebelum upgrade.

Karena itu, saat membeli perangkat baru, konsumen cenderung memilih spesifikasi lebih tinggi agar perangkat tetap relevan dalam beberapa tahun ke depan. Pola ini ikut menjaga stabilitas permintaan di kelas Rp5 jutaan meski pasar nasional masih tertekan.

Segmen ini juga dianggap sebagai titik keseimbangan antara harga dan fitur. Bagi pengguna yang butuh ponsel untuk kerja, membuat konten, bermain game, atau memanfaatkan fitur AI generatif, kelas Rp5 jutaan menawarkan kompromi yang paling menarik.

Persaingan di kelas ini diperkirakan tetap ketat sepanjang semester pertama 2026. Vendor yang mampu menggabungkan performa, kamera, fitur AI, dan komitmen pembaruan perangkat lunak berpeluang paling kuat menarik minat pembeli.

Source: selular.id

Terkait