Harga MacBook di Indonesia Melonjak hingga Rp 9,5 Juta, Sejumlah Model Malah Masih Kosong

Harga laptop Apple MacBook di Indonesia resmi naik di seluruh lini, dari MacBook Neo hingga MacBook Pro M5. Besaran kenaikannya tidak kecil, mulai Rp 2,75 juta sampai Rp 9,5 juta tergantung model dan konfigurasi.

Kenaikan paling tinggi kini tercatat pada MacBook Pro 14 inci dengan chip M5 Pro, RAM 24 GB, dan penyimpanan 1 TB. Model ini dijual Rp 58.499.000, atau Rp 9,5 juta lebih mahal dibanding harga saat pertama kali meluncur.

Pantauan di sejumlah distributor resmi Apple di Indonesia pada Rabu (2/7/2026) menunjukkan penyesuaian harga sudah diterapkan pada daftar penjualan. Perubahan ini mencakup lini entry-level, model tipis MacBook Air, hingga varian Pro yang menyasar pengguna kelas atas.

Di tengah kenaikan harga itu, ada kondisi lain yang juga perlu diperhatikan calon pembeli. Sejumlah model justru belum bisa dipesan karena stoknya kosong, meski harga baru sudah ditampilkan.

Berdasarkan pantauan pada Kamis (2/7/2026), seluruh varian MacBook Neo dan MacBook Air M5 di toko online distributor resmi Apple berstatus habis. Artinya, konsumen untuk sementara hanya bisa melihat daftar harga terbaru tanpa dapat melakukan pembelian untuk dua lini tersebut.

Sampai saat ini, Apple maupun distributor resminya di Indonesia belum memberikan keterangan soal kapan stok akan kembali tersedia. Sementara itu, beberapa varian MacBook Pro M5 masih terpantau tersedia dan dapat dibeli.

Kenaikan terbesar terjadi di lini Pro dan Air

Lini MacBook Pro mencatat lonjakan paling tajam dalam nominal rupiah. Selain model tertinggi yang naik Rp 9,5 juta, MacBook Pro 14 inci M5 Pro dengan RAM 16 GB dan SSD 1 TB kini dijual Rp 49.499.000 setelah naik Rp 9 juta.

Varian MacBook Pro 14 inci dengan chip M5, RAM 16 GB, dan penyimpanan 1 TB juga ikut terdampak. Harga barunya menjadi Rp 38.999.000, atau naik Rp 7,5 juta dari harga peluncuran.

MacBook Air M5 juga mengalami penyesuaian besar, terutama pada konfigurasi kapasitas tinggi. Kenaikan di lini ini berkisar antara Rp 4,5 juta hingga Rp 8 juta.

Varian termurah MacBook Air M5, yakni 13 inci dengan RAM 16 GB dan SSD 512 GB, kini dijual Rp 25.249.000. Harga itu naik Rp 4,75 juta dibanding saat pertama kali diperkenalkan.

Untuk model 15 inci dengan RAM 16 GB dan SSD 512 GB, harga baru tercatat Rp 28.999.000. Kenaikannya sebesar Rp 4,5 juta.

Pada varian dengan penyimpanan 1 TB, lonjakan harga menjadi lebih besar. MacBook Air M5 13 inci 16 GB/1 TB kini dibanderol Rp 31.499.000, sedangkan model 15 inci 16 GB/1 TB menjadi Rp 35.499.000, dan keduanya naik Rp 7,5 juta.

Kenaikan tertinggi di lini Air terjadi pada model RAM 24 GB dengan SSD 1 TB. MacBook Air M5 13 inci 24 GB/1 TB kini dijual Rp 35.499.000, sementara versi 15 incinya menjadi Rp 39.499.000, masing-masing naik Rp 8 juta.

MacBook Neo tetap paling murah, tetapi ikut naik

MacBook Neo yang diposisikan sebagai laptop Apple paling terjangkau juga tidak luput dari penyesuaian harga. Kenaikannya memang paling rendah dibanding lini lain, tetapi tetap signifikan untuk segmen entry-level.

Varian MacBook Neo 8 GB/256 GB kini dijual Rp 13.499.000. Sementara itu, model 8 GB/512 GB dibanderol Rp 15.749.000, dan keduanya sama-sama naik Rp 2,75 juta dari harga awal.

Berikut daftar harga MacBook terbaru di Indonesia yang sudah terlihat di distributor resmi Apple:

ModelHarga terbaruKenaikan
MacBook Neo 8/256 GBRp 13.499.000Rp 2,75 juta
MacBook Neo 8/512 GBRp 15.749.000Rp 2,75 juta
MacBook Air M5 13 inci 16/512 GBRp 25.249.000Rp 4,75 juta
MacBook Air M5 15 inci 16/512 GBRp 28.999.000Rp 4,5 juta
MacBook Air M5 13 inci 16/1 TBRp 31.499.000Rp 7,5 juta
MacBook Air M5 15 inci 16/1 TBRp 35.499.000Rp 7,5 juta
MacBook Air M5 13 inci 24/1 TBRp 35.499.000Rp 8 juta
MacBook Air M5 15 inci 24/1 TBRp 39.499.000Rp 8 juta
MacBook Pro 14 inci M5 16/1 TBRp 38.999.000Rp 7,5 juta
MacBook Pro 14 inci M5 Pro 16/1 TBRp 49.499.000Rp 9 juta
MacBook Pro 14 inci M5 Pro 24/1 TBRp 58.499.000Rp 9,5 juta

Alasan kenaikan harga

Sebelumnya, Apple mengumumkan kenaikan harga sejumlah produk MacBook dan iPad secara global. Perusahaan menyebut langkah itu dipicu lonjakan harga komponen memori dan penyimpanan.

Menurut Apple, kenaikan biaya tersebut berkaitan dengan meningkatnya permintaan chip untuk pusat data kecerdasan buatan atau AI. Apple juga menyatakan selama ini telah berupaya menyerap kenaikan biaya, tetapi penyesuaian harga pada akhirnya tidak lagi bisa dihindari.

Bagi konsumen di Indonesia, perubahan ini berarti selisih harga antarkonfigurasi kini semakin lebar, terutama pada model dengan RAM dan penyimpanan lebih besar. Dalam situasi saat ini, varian yang masih bisa langsung dibeli juga cenderung terkonsentrasi di lini MacBook Pro M5.

Source: tekno.kompas.com

Terkait