Motorola merilis Moto Tag 2 sebagai pelacak barang untuk ekosistem Android dengan satu daya tarik utama: baterai yang diklaim bisa bertahan lebih dari 500 hari. Perangkat ini masuk ke pasar yang selama ini identik dengan Apple AirTag, tetapi menawarkan dukungan yang disesuaikan untuk pengguna Android.
Bagi pengguna yang sering menyimpan kunci, dompet, tas, atau koper, kehadiran pelacak dengan masa pakai baterai panjang menjadi nilai praktis yang menonjol. Motorola juga mempertahankan baterai kancing CR2032 yang mudah ditemukan, sehingga penggantian bisa dilakukan sendiri saat daya habis.
Peningkatan lain yang menonjol ada pada dukungan Ultra Wideband atau UWB. Teknologi ini memungkinkan pengguna mengetahui arah dan jarak barang yang dicari dengan tingkat presisi yang lebih tinggi.
Moto Tag 2 juga dibekali Bluetooth 6.0 dengan fitur Channel Sounding. Kombinasi ini disebut membantu meningkatkan akurasi pelacakan saat barang berada di dekat pengguna.
Untuk pencarian di lokasi jauh, perangkat ini memanfaatkan jaringan Google Find Hub. Dengan sistem itu, lokasi barang yang hilang bisa terdeteksi melalui perangkat Android lain yang tergabung dalam jaringan tersebut.
Moto Tag 2 kompatibel dengan perangkat Android yang menjalankan Android 9 atau versi lebih baru. Hal ini menempatkannya sebagai aksesori yang ditujukan khusus untuk ekosistem Android, bukan perangkat lintas platform.
Fokus pada pelacakan presisi
Dukungan UWB menjadi salah satu pembeda penting karena tidak semua pelacak barang Android memilikinya. Fitur ini berguna ketika pengguna sudah berada di area sekitar barang, tetapi masih membutuhkan petunjuk arah yang lebih akurat.
Bluetooth 6.0 dengan Channel Sounding melengkapi fungsi tersebut pada jarak dekat. Teknologi ini memperkuat kemampuan perangkat saat proses pencarian membutuhkan respons yang cepat dan akurat.
Di luar fungsi inti pelacakan, Motorola menambahkan beberapa fitur pendukung. Pengguna bisa menekan tombol pada Moto Tag 2 untuk membantu menemukan smartphone yang sudah terhubung.
Perangkat ini juga bisa dipakai sebagai remote shutter untuk mengambil foto dari jarak jauh. Fitur tambahan seperti ini memberi fungsi lebih luas daripada sekadar alat pelacak barang.
Melalui aplikasi Moto Tag, pengguna dapat mengatur berbagai preferensi perangkat. Pengaturan itu mencakup perubahan nada dering, pengaturan volume suara tag, dan pemantauan kapasitas baterai.
Motorola juga menyediakan fitur berbagi lokasi secara real-time kepada kontak terpercaya. Fitur ini memungkinkan orang lain ikut membantu menemukan barang yang hilang.
Keamanan dan perlindungan jadi perhatian
Perangkat pelacak kerap menimbulkan kekhawatiran soal potensi penyalahgunaan untuk menguntit seseorang. Karena itu, Motorola membekali Moto Tag 2 dengan end-to-end encryption dan unwanted tracking alerts.
Fitur unwanted tracking alerts akan memberikan peringatan jika pengguna diduga sedang diikuti oleh Moto Tag yang tidak dikenali. Langkah ini menjadi bagian penting dari pendekatan keamanan pada perangkat pelacak modern.
Selain sisi privasi, perangkat ini juga dirancang untuk pemakaian harian yang lebih tahan banting. Moto Tag 2 telah mengantongi sertifikasi IP68 untuk perlindungan terhadap debu dan air.
Sertifikasi tersebut berarti perangkat tahan saat terendam air tawar hingga kedalaman sekitar 1,5 meter selama 30 menit. Dengan ukuran dan fungsi yang melekat pada barang bawaan, ketahanan fisik semacam ini menjadi nilai tambah yang relevan.
Warna dan harga
Moto Tag 2 hadir dalam dua pilihan warna baru, yaitu Pantone Arabesque dan Pantone Laurel Oak. Pilihan ini memberi sentuhan desain yang lebih personal pada perangkat yang biasanya berukuran kecil dan fungsional.
Di Amerika Serikat, Moto Tag 2 dijual dengan harga mulai 19,99 dollar AS untuk satu unit. Motorola juga menawarkan paket empat unit dengan harga 69,99 dollar.
Dengan kombinasi baterai tahan lama, dukungan UWB, integrasi dengan Google Find Hub, serta fitur keamanan anti-pelacakan, Moto Tag 2 diposisikan sebagai aksesori pelacak Android yang lebih matang. Perangkat ini juga menunjukkan bahwa persaingan di kategori pelacak barang kini tidak lagi hanya berpusat pada AirTag, tetapi makin ramai di ekosistem Android.
