Tablet kini makin sering dipilih sebagai perangkat belajar karena menawarkan layar lebih lega daripada ponsel, tetapi tetap lebih ringkas dibanding laptop. Di kisaran harga Rp 2 jutaan, pilihan yang tersedia di Indonesia juga semakin beragam untuk kebutuhan sekolah hingga kuliah.
Bagi orang tua dan pelajar, segmen ini menarik karena sudah menghadirkan kombinasi layar besar, baterai besar, dan fitur penunjang belajar. Sejumlah model bahkan membawa fitur AI yang bisa membantu aktivitas seperti mencari informasi, menulis catatan, hingga mengecek perhitungan matematika.
Pilihan yang menonjol untuk belajar
Samsung Galaxy Tab A11 menjadi salah satu opsi entry-level yang langsung menyasar kebutuhan pelajar. Tablet ini dipasarkan mulai Rp 2 juta untuk varian WiFi only, sementara model LTE dibanderol Rp 2,5 juta.
Nilai jual utamanya ada pada fitur AI bernama Solve Math. Fitur yang tersedia di aplikasi Samsung Notes ini dirancang untuk mengenali tulisan tangan dan membantu menghitung rumus matematika secara otomatis.
Dengan Solve Math, pelajar bisa mengecek hasil perhitungan atau membantu menyelesaikan soal matematika tanpa harus berpindah ke aplikasi lain. Pendekatan ini membuat tablet tidak hanya berfungsi sebagai layar besar untuk kelas online, tetapi juga alat bantu belajar yang lebih praktis.
Redmi Pad 2 juga masuk dalam daftar perangkat yang layak dilirik di kelas harga ini. Dengan banderol sekitar Rp 2,3 jutaan, tablet ini menawarkan spesifikasi yang cukup menonjol di kelasnya.
Xiaomi membekali Redmi Pad 2 dengan layar 2K 9,7 inci dan refresh rate 120 Hz. Perangkat ini juga ditenagai Snapdragon 6s Gen 2 dan baterai 7.600 mAh, sehingga cocok untuk penggunaan belajar yang membutuhkan durasi pakai panjang.
Tablet ini sudah menjalankan HyperOS 3 berbasis Android 16. Fitur AI Google seperti Circle to Search juga sudah tersedia untuk membantu pencarian informasi dengan cara yang lebih cepat.
Opsi untuk multitasking dan hiburan
Motorola Moto Pad 60 Neo dijual di Indonesia dengan harga Rp 2,8 jutaan. Tablet ini dirancang untuk menunjang pengguna yang gemar multitasking, baik untuk produktivitas, belajar, maupun hiburan.
Spesifikasinya mencakup chipset MediaTek Dimensity 6300 dan baterai 7.040 mAh. Motorola juga menyertakan fitur Circle to Search, yang dapat membantu pengguna saat perlu menelusuri informasi tanpa alur kerja yang terlalu panjang.
Untuk pengguna yang mengincar harga lebih rendah, Motorola juga memiliki Moto Pad 60 Lite. Model ini dijual di kisaran Rp 1 jutaan dan diposisikan sebagai tablet entry-level dengan fokus pada pengalaman hiburan yang tetap terjangkau.
Meski lebih murah, Moto Pad 60 Lite tetap membawa layar 10,1 inci dengan resolusi 1.200 x 1.920 piksel. Tablet ini ditenagai chipset MediaTek Helio G85, yang menjadi dasar performanya di kelas terjangkau.
Kehadiran Moto Pad 60 Lite menunjukkan bahwa pasar tablet murah kini tidak hanya diisi satu pendekatan. Ada model yang menonjolkan produktivitas dan fitur AI, ada pula yang mengutamakan layar besar untuk konsumsi konten dan tugas harian.
Infinix ikut meramaikan segmen tablet murah
Infinix Xpad menjadi tablet pertama Infinix yang dipasarkan di Indonesia. Perangkat ini dijual mulai Rp 1,8 jutaan untuk varian 4/128 GB dan Rp 2 jutaan untuk model 4/256 GB.
Daya tarik utama Infinix Xpad ada pada kehadiran asisten virtual Folax yang didukung ChatGPT. Asisten ini dapat dipakai untuk mencari informasi maupun menjalankan berbagai perintah suara.
Fitur tersebut memberi warna berbeda di segmen tablet murah. Di tengah kebutuhan belajar yang makin menuntut akses cepat ke informasi, kehadiran asisten virtual bisa menjadi nilai tambah bagi pengguna yang ingin interaksi lebih praktis.
Secara umum, lima model ini menunjukkan bahwa tablet di kisaran Rp 2 jutaan tidak lagi sekadar menawarkan layar besar. Konsumen kini juga bisa menemukan perangkat dengan AI untuk belajar, fitur pencarian cerdas, chipset yang cukup untuk tugas harian, serta baterai besar untuk pemakaian lebih lama.
Kebutuhan utama tetap perlu disesuaikan sebelum membeli. Untuk fokus pada belajar, fitur seperti Solve Math atau Circle to Search bisa lebih relevan, sementara untuk pemakaian campuran antara tugas dan hiburan, layar besar serta kapasitas baterai menjadi pertimbangan yang tidak kalah penting.
Source: tekno.kompas.com






