Vivo X300 Pro Memang Gahar, Tapi 5 Ponsel Ini Justru Terasa Lebih Menguntungkan

Vivo X300 Pro datang sebagai ponsel premium yang sulit diabaikan. Perangkat ini membawa layar AMOLED berkualitas tinggi, chip Dimensity 9500, kamera belakang kelas atas, baterai besar, pengisian cepat, dan pengalaman software yang mulus.

Namun, persaingan di kelas flagship bergerak sangat cepat. Di kisaran harga yang mirip, ada lima model lain yang dinilai menawarkan nilai lebih, baik lewat performa lebih tinggi, kamera lebih kuat, dukungan software lebih panjang, atau baterai yang jauh lebih besar.

Bagi pengguna yang mengejar performa murni, tiga nama langsung menonjol. Samsung Galaxy S26 Ultra, Xiaomi 17 Ultra, dan OnePlus 15 sama-sama memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5, yang disebut memberikan performa gaming dan stabilitas lebih baik dibanding Dimensity 9500 pada Vivo X300 Pro.

Nilai tambah tidak berhenti di chipset saja. Ketiganya juga menawarkan pendekatan yang berbeda, mulai dari kamera lebih ambisius, baterai lebih besar, sampai pengisian daya yang lebih agresif.

Pilihan untuk pemburu performa dan kamera

Samsung Galaxy S26 Ultra menjadi alternatif yang paling lengkap di kelompok ini. Ponsel ini membawa layar Dynamic LTPO AMOLED 2X 6,9 inci, resolusi 1440 x 3120, refresh rate 120Hz, HDR10+, tingkat kecerahan puncak 2600 nits, dan perlindungan Gorilla Glass Victus 2 di kedua sisi.

Samsung juga menambahkan fitur Privacy Display yang membuat isi layar hanya terlihat jelas oleh pengguna, sementara orang di sekitar menjadi lebih sulit melihatnya. Dari sisi software, Galaxy S26 Ultra menjalankan Android 16 dan dijanjikan hingga tujuh pembaruan besar Android, dua lebih banyak dari Vivo X300 Pro.

Sektor kamera menjadi salah satu keunggulan utama Galaxy S26 Ultra. Modul belakangnya berisi kamera utama 200MP, telefoto 10MP dengan zoom optik 3x, periskop telefoto 50MP dengan zoom optik 5x, kamera ultrawide 50MP, serta kamera depan 12MP.

Komprominya ada di baterai dan pengisian daya. Samsung memakai baterai 5.000mAh dengan pengisian 60W kabel dan 25W nirkabel, yang disebut lebih lemah dibanding Vivo X300 Pro, meski tetap mampu bertahan seharian dan terisi penuh dalam sekitar satu jam.

Xiaomi 17 Ultra juga menargetkan pengguna yang menginginkan paket flagship serba besar. Perangkat ini memakai layar LTPO AMOLED 6,9 inci, resolusi 1200 x 2608, refresh rate 120Hz, HDR10+, Dolby Vision, dan kecerahan puncak 3500 nits.

Kamera belakang Xiaomi 17 Ultra terdiri dari sensor utama 50MP, periskop telefoto 200MP dengan continuous optical zoom 3,2x hingga 4,3x, dan ultrawide 50MP. Kamera depannya pun sudah 50MP, membuatnya menarik untuk kebutuhan selfie dan video call.

Baterainya juga termasuk salah satu yang paling besar di daftar ini. Xiaomi memasang baterai 6.000mAh dengan dukungan pengisian 90W kabel, 50W nirkabel, reverse wired 22,5W, dan reverse wireless 10W.

OnePlus 15 mengambil posisi berbeda karena disebut jauh lebih terjangkau daripada Vivo X300 Pro. Meski begitu, perangkat ini tetap membawa Snapdragon 8 Elite Gen 5, yang membuatnya unggul di aspek performa dibanding ponsel Vivo tersebut.

OnePlus 15 memakai layar LTPO AMOLED 6,78 inci dengan resolusi 1272 x 2772. Keunggulan menonjolnya ada pada refresh rate 165Hz, lebih tinggi dari mayoritas flagship lain dalam daftar ini.

Di sektor daya, OnePlus 15 tampil agresif dengan baterai 7.300mAh. Pengisian dayanya mendukung 120W kabel, 50W nirkabel, reverse wireless 10W, dan reverse wired 5W.

Kamera belakangnya terdiri dari sensor utama 50MP, periskop telefoto 50MP dengan zoom optik 3,5x, dan ultrawide 50MP. Di bagian depan, OnePlus menyematkan kamera 32MP.

Alternatif untuk software dan AI

Google Pixel 10 Pro lebih menarik untuk pengguna yang menempatkan software, kamera, dan fitur AI di posisi teratas. Perangkat ini disebut menawarkan pengalaman Android yang sangat bersih tanpa bloatware yang umum ditemukan pada banyak merek asal Tiongkok.

Pixel 10 Pro juga menjanjikan hingga tujuh pembaruan besar Android dan rutin mendapat tambahan fitur melalui Pixel feature drops. Untuk banyak pengguna, dukungan software jangka panjang seperti ini menjadi faktor nilai yang sangat penting.

Di sisi hardware, Pixel 10 Pro memakai layar LTPO AMOLED 6,3 inci dengan resolusi 1280 x 2856, refresh rate 120Hz, HDR10+, dan kecerahan puncak 3300 nits. Ponsel ini juga mendukung UWB, yang tidak disebut pada model lain dalam daftar.

Kamera belakangnya terdiri dari kamera utama 50MP, periskop telefoto 48MP dengan zoom optik 5x, dan ultrawide 48MP. Kamera depan 42MP juga disebut mampu menghasilkan foto selfie yang sangat baik.

Chip Tensor G5 memang tidak diarahkan untuk performa gaming kelas tertinggi. Sebaliknya, Google menekankan optimasi untuk AI di perangkat, termasuk fitur yang dapat menarik detail kontekstual saat dibutuhkan, meningkatkan hasil zoom, menerjemahkan panggilan suara secara real-time, dan fungsi lain yang lebih terasa dalam penggunaan harian.

Baterai Pixel 10 Pro berkapasitas 4.870mAh. Pengisian dayanya mendukung 30W kabel, 15W nirkabel, serta reverse wired charging.

Alternatif yang paling mirip, tetapi lebih besar di baterai

Oppo Find X9 Pro menjadi opsi yang paling dekat dengan formula Vivo X300 Pro. Keduanya sama-sama memakai layar LTPO AMOLED 6,78 inci, chip Dimensity 9500, dan sama-sama menjanjikan lima pembaruan besar Android.

Spesifikasi kameranya juga sangat mirip. Oppo Find X9 Pro membawa kamera utama 50MP, periskop telefoto 200MP dengan zoom optik 3x, ultrawide 50MP, dan kamera depan 50MP, dengan perbedaan utama pada zoom optik yang sedikit lebih rendah dibanding Vivo X300 Pro.

Nilai lebih yang paling jelas ada pada baterai. Oppo Find X9 Pro dibekali baterai 7.500mAh, ditambah pengisian 80W kabel, 50W nirkabel, dan reverse wireless 10W.

Layarnya sendiri memiliki resolusi 1272 x 2772 dengan refresh rate 120Hz, HDR10+, Dolby Vision, HDR Vivid, dan kecerahan puncak 3600 nits. Bagi pengguna yang menyukai karakter Vivo X300 Pro tetapi ingin daya tahan lebih besar, Oppo menjadi alternatif yang paling logis di kelompok ini.

Source: www.gizmochina.com

Terkait