Pemerintah India meminta WhatsApp menunda peluncuran fitur username yang sebelumnya diumumkan akan hadir secara bertahap pada akhir tahun ini. Permintaan itu muncul setelah fitur baru tersebut memicu kekhawatiran soal keamanan, privasi, dan potensi penyamaran identitas.
WhatsApp merespons dengan menegaskan bahwa username belum aktif untuk dipakai secara luas, meski pengguna sudah mulai bisa memesan nama pilihan mereka. Perusahaan juga menyatakan bahwa pengguna tetap wajib memiliki nomor telepon untuk menggunakan layanan tersebut.
Fitur username menjadi sorotan karena memungkinkan pengguna berkomunikasi tanpa harus membagikan nomor telepon mereka. Di satu sisi, perubahan ini bisa menambah lapisan privasi, tetapi di sisi lain juga memunculkan pertanyaan tentang risiko penipuan dan penyalahgunaan identitas.
Pemerintah India meminta jeda peluncuran berdasarkan IT Act, 2000, IT Rules, 2021, dan aturan lain yang berlaku. Langkah itu menunjukkan bahwa otoritas setempat ingin memastikan fitur baru ini tidak membuka celah baru bagi pelaku penipuan atau akun palsu.
Respons WhatsApp
Dalam pernyataannya, WhatsApp mengatakan opsi untuk memesan username memang sudah diumumkan, tetapi kemampuan untuk benar-benar menggunakan username belum tersedia saat ini. Fitur itu disebut akan diluncurkan secara perlahan pada akhir tahun ini.
WhatsApp juga menekankan bahwa sistem username dirancang dengan beberapa lapisan perlindungan. Menurut perusahaan, pengguna lain harus mengetahui username yang tepat untuk bisa mengirim pesan, sehingga tidak cukup hanya menebak secara umum.
Perusahaan itu juga menyatakan akan membatasi berapa banyak orang baru yang bisa dihubungi oleh satu akun. Selain itu, WhatsApp mengatakan akan memblokir upaya berulang untuk menebak kunci username seseorang.
Untuk menghadapi pola penyamaran dan penyalahgunaan, WhatsApp menyebut sudah menyiapkan sistem deteksi dan penghapusan aktivitas yang menunjukkan tanda-tanda umum impersonasi dan abuse. Penjelasan ini menjadi bagian utama dari jawaban perusahaan atas kekhawatiran yang disampaikan pemerintah India.
Langkah antisipasi terhadap penyamaran
Salah satu poin yang paling ditekankan WhatsApp adalah perlindungan terhadap nama-nama penting. Perusahaan menyatakan telah menahan nama dengan profil tertinggi agar hanya bisa diklaim oleh pemilik yang sah.
Kategori itu mencakup tokoh publik, entitas pemerintah, selebritas, dan akun Meta yang sudah terverifikasi. WhatsApp juga menyebut varian nama yang mirip dengan nama-nama terkenal ikut ditahan untuk mengurangi risiko penyamaran.
Kebijakan ini penting karena fitur username berpotensi memudahkan orang membuat identitas yang tampak meyakinkan tanpa membagikan nomor telepon. Dengan menahan nama asli dan turunan yang menyerupai, WhatsApp mencoba menutup sebagian jalur yang bisa dimanfaatkan penipu.
WhatsApp juga menjelaskan bahwa ketika fitur ini sudah aktif nanti, penerima pesan pertama dari sebuah username akan melihat sejumlah penanda konteks. Informasi itu mencakup apakah pengirim memakai akun baru, apakah pengirim sudah ada di kontak, apakah ada grup yang sama, dan apakah akun itu berbasis di negara lain.
Penanda semacam ini ditujukan agar pengguna punya lebih banyak konteks sebelum memutuskan untuk membalas pesan. Dalam praktiknya, langkah itu bisa membantu pengguna mengenali pesan yang tampak tidak biasa sejak awal.
Apa yang sudah bisa dilakukan pengguna
Walau pemakaian username belum aktif, WhatsApp sudah memungkinkan sebagian pengguna untuk memesan username pilihan mereka. Opsi itu bersifat sukarela dan tidak wajib dipakai oleh semua pengguna.
Untuk memesan username, pengguna dapat membuka menu Settings, lalu Account, kemudian Username. Jika opsi tersebut belum muncul, WhatsApp menyarankan pengguna memperbarui aplikasi ke versi terbaru dan mencoba lagi.
Kehadiran tahap pemesanan ini menunjukkan bahwa peluncuran fitur sedang berjalan secara bertahap meski fungsi utamanya belum dibuka. Di saat yang sama, respons pemerintah India menandakan bahwa proses peluncuran kini berada di bawah perhatian lebih ketat dari regulator.
Perdebatan soal fitur ini berpusat pada dua hal yang berjalan berlawanan. Username dapat mengurangi kebutuhan membagikan nomor telepon, tetapi perubahan itu juga memindahkan fokus keamanan ke cara platform memverifikasi identitas dan membatasi akun bermasalah.
Sampai saat ini, WhatsApp belum mengubah penjelasannya soal rencana peluncuran bertahap pada akhir tahun ini. Namun, setelah adanya permintaan dari pemerintah India untuk menunda rollout, perkembangan fitur username kemungkinan akan terus diawasi ketat, terutama pada aspek privasi, penipuan, dan perlindungan terhadap impersonasi.
Source: www.gsmarena.com






