14 HP Android Murah Mirip iPhone Pro Max, Ada yang Cuma Rp 1 Jutaan di Indonesia

Author: Qoo Media

Desain ala iPhone Pro Max kini tidak lagi identik dengan ponsel mahal. Sejumlah vendor Android mulai menawarkan tampilan serupa lewat modul kamera besar, susunan lensa zig-zag, hingga pilihan warna oranye, dengan harga yang tersebar dari kelas Rp 1 jutaan sampai menengah atas.

Bagi pembeli yang mengejar kesan premium tanpa harus masuk ke segmen flagship Apple, pilihannya kini makin banyak. Namun, tidak semua model sudah dijual di Indonesia karena sebagian baru hadir di China, Malaysia, Filipina, atau India.

Pilihan termurah yang sudah menarik perhatian

Di kelas paling terjangkau, Itel A200 dijual mulai Rp 1,5 juta di Indonesia. Ponsel ini memakai modul kamera persegi panjang besar dengan tiga lingkaran kamera, didukung layar 6,75 inci 120 Hz, chipset Unisoc T7250, kamera utama 13 MP, dan baterai 5.000 mAh.

Itel A100 Pro juga masuk daftar alternatif murah dengan banderol sekitar Rp 1,6 jutaan di India. Model ini mengusung tiga lingkaran kamera, warna Comet Orange, layar 6,6 inci 90 Hz, chipset Unisoc T7100, RAM 3 GB, baterai 5.000 mAh, serta fitur Dynamic Bar yang mirip konsep Dynamic Island.

Tecno Spark 40 resmi tersedia di Indonesia mulai Rp 1,8 juta. Desainnya menonjol karena modul kamera persegi panjang besar yang menutup hampir sepertiga bodi belakang, dengan lensa tersusun segitiga dan panel belakang polos.

Coolpad Cool 80 dijual di China seharga 819 yuan atau sekitar Rp 2,1 jutaan. Ponsel ini memakai modul persegi panjang, dua lensa besar vertikal, satu lingkaran tambahan, dan warna Dune Orange yang mengingatkan pada warna iPhone generasi terbaru.

Realme P4 Lite yang baru dirilis di Indonesia dibanderol di kelas Rp 2 jutaan. Ponsel entry-level ini membawa modul kamera belakang yang identik secara visual, berisi kamera utama 8 MP dan lensa sekunder untuk Auto Focus, serta kamera depan 5 MP di notch huruf U dan baterai 7.000 mAh.

Nubia V80 Design juga bermain di harga terjangkau, tetapi belum masuk Indonesia. Di Malaysia, varian 8/256 GB dijual 570 ringgit, sedangkan versi 4/256 GB di Filipina dibanderol 5.800 PHP, dengan desain tiga lingkaran zig-zag walau salah satu lingkarannya hanya gimmick.

Model yang sudah masuk pasar Indonesia

Selain Realme dan Tecno Spark 40, Infinix Note 60 sudah resmi dijual di Indonesia mulai Rp 4 jutaan. Ponsel ini memakai modul kamera persegi panjang besar yang menonjol dan tetap mempertahankan kesan visual ala iPhone Pro Max.

Infinix Note 60 Pro hadir sebagai versi lebih tinggi dengan harga mulai Rp 5,4 jutaan di Indonesia. Modul kameranya memuat kamera utama 50 MP dan ultrawide 8 MP, serta ditemani fitur Active Matrix Display untuk menampilkan jam, notifikasi, panggilan, hitung mundur, teks, hingga gambar hewan peliharaan virtual.

Poco F8 Pro dan Poco F8 Ultra juga resmi dipasarkan di Tanah Air. Harganya mulai Rp 8,5 jutaan untuk varian Pro dan Rp 11,5 jutaan untuk model Ultra, dengan modul kamera besar berbentuk persegi bersudut membulat yang mendominasi punggung ponsel.

Yang masih terbatas di pasar tertentu

Vivo S60 dan S60 Vitality Edition baru dirilis di China. Keduanya tampil dengan modul kamera persegi panjang ala iPhone 17 Pro, dan sama-sama membawa spesifikasi yang mirip pada layar, kamera, serta baterai, meski dibedakan pada chipset dan kamera telefoto.

Honor Power 2 juga baru meluncur di China dengan harga mulai 2.699 yuan atau sekitar Rp 6,4 juta. Desainnya memakai rumah kamera persegi panjang dengan susunan kamera menyerupai segitiga, serta varian warna Rising Sun Orange.

Honor 600 dan 600 Pro debut global dengan bahasa desain yang juga dekat dengan iPhone Pro. Di Malaysia, Honor 600 dibanderol 2.599 ringgit untuk varian 12/512 GB, sedangkan Honor 600 Pro dijual 3.099 ringgit untuk varian 12/256 GB.

Xiaomi 17 Pro Max menjadi salah satu yang paling dekat secara visual, tetapi bermain di kelas harga lebih tinggi. Di China, ponsel ini dipasarkan mulai 5.999 yuan atau sekitar Rp 14,6 jutaan, dengan modul kamera persegi panjang besar yang sekaligus memuat layar mini belakang dan sistem kamera berlabel Leica.

Tecno Spark 50 4G juga menonjol lewat modul kamera persegi panjang besar dengan susunan zig-zag di sisi kiri. Meski secara fisik ada tiga kamera belakang dan kamera utama 50 MP, harga serta ketersediaannya di pasar global maupun Indonesia belum diumumkan.

Ciri desain yang paling sering dipakai

Dari 14 model ini, pola yang paling sering muncul adalah modul kamera persegi panjang besar di pojok atas belakang. Elemen lain yang berulang adalah tiga lingkaran kamera, susunan zig-zag atau segitiga, serta warna oranye yang dibuat mendekati gaya Cosmic Orange.

Meski tampak mirip dari jauh, detail tiap ponsel tetap berbeda. Ada yang benar-benar memakai dua kamera aktif, ada yang menambah lingkaran dekoratif, ada yang memasukkan fitur tambahan seperti layar mini belakang, dan ada pula yang mengadopsi elemen antarmuka ala Dynamic Island.

Daftar ini juga menunjukkan bahwa tren desain premium kini tidak lagi terbatas pada ponsel mahal. Konsumen bisa menemukan tampilan serupa mulai dari Itel A200 di Rp 1,5 juta, Realme P4 Lite di kelas Rp 2 jutaan, sampai model yang lebih tinggi seperti Poco F8 Ultra dan Xiaomi 17 Pro Max.

Source: tekno.kompas.com
Terbaru