iPhone 18 Pro Kabarnya Tak Lagi Sama, Modem Bisa Beda Tergantung Wilayah

Apple disebut sedang menyiapkan perbedaan penting pada iPhone 18 Pro untuk pasar yang berbeda. Bocoran terbaru menunjukkan model yang dijual di Amerika Serikat bisa memakai modem Qualcomm, sementara versi internasional justru berpotensi memakai modem buatan Apple sendiri.

Informasi ini menarik karena menyentuh salah satu komponen paling krusial di ponsel modern, yakni modem seluler. Perbedaan modem dapat memengaruhi jenis konektivitas 5G yang didukung, sekaligus memberi gambaran arah strategi Apple dalam mengurangi ketergantungan pada Qualcomm.

Kabar tersebut muncul menjelang peluncuran lini iPhone 18 yang luas diperkirakan berlangsung pada September. Dalam beberapa bulan terakhir, rumor juga menyebut Apple akan menghadirkan iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, serta iPhone Ultra yang disebut-sebut sebagai iPhone lipat pertama perusahaan itu.

Bocoran komponen versi AS

Laporan terbaru mengaitkan temuan ini dengan data internal yang diduga bocor dari Tata Electronics. Perusahaan itu merupakan salah satu mitra manufaktur Apple yang merakit iPhone bersama Foxconn.

Disebutkan bahwa lebih dari 630GB data rahasia dicuri oleh kelompok ransomware dari Tata Electronics. Setelah menelaah materi yang bocor, laporan itu mengklaim telah memverifikasi keaslian sejumlah dokumen penting.

Salah satu berkas yang disebut muncul dalam kebocoran itu adalah bill of materials untuk iPhone 18 Pro varian AS. Menurut AppleInsider, daftar komponen tersebut memuat sejumlah chip modem terkait Qualcomm, bukan modem C2 milik Apple yang sebelumnya dirumorkan.

Daftar komponen itu kabarnya mencantumkan Qualcomm SDX80M, SDR875, QDM8771, QDM8720, PMK75, PMX75, dan QET7100A. Rangkaian chip tersebut dikaitkan dengan dukungan konektivitas 5G mmWave.

Kenapa modem berbeda bisa dipilih

Dukungan mmWave 5G menjadi salah satu alasan paling masuk akal di balik pemisahan modem ini. Teknologi tersebut digunakan operator AS seperti Verizon untuk menghadirkan kecepatan unduh sangat tinggi dalam jangkauan pendek.

Jika bocoran itu akurat, iPhone 18 Pro yang dipasarkan di AS akan tetap menawarkan mmWave 5G dengan teknologi Qualcomm. Sementara itu, model yang dijual di luar AS disebut berpotensi beralih ke modem C2 rancangan Apple.

Skema seperti ini menunjukkan bahwa Apple mungkin belum sepenuhnya siap memakai modem internalnya untuk semua pasar sekaligus. Perusahaan bisa saja memilih pendekatan bertahap, terutama di wilayah yang memiliki kebutuhan jaringan lebih kompleks.

Posisi modem C2 dalam strategi Apple

Modem C2 disebut sebagai penerus dari modem C1. Apple lebih dulu memperkenalkan C1 lewat iPhone 16e, sedangkan iPhone Air ditenagai modem C1X.

Langkah ini menegaskan bahwa Apple memang terus membangun jalur teknologinya sendiri di sektor modem seluler. Selama beberapa tahun terakhir, perusahaan itu diketahui berupaya mengurangi ketergantungan pada Qualcomm.

Pada Februari 2024, Apple memperkenalkan iPhone 16e dengan modem seluler miliknya sendiri. Keputusan itu menjadi tonggak penting karena Apple mulai meninggalkan solusi Qualcomm pada produk tertentu.

Namun, transisi tersebut belum sepenuhnya mulus. Sejumlah laporan sebelumnya menyebut modem C1 lebih lambat dibanding modem Qualcomm yang dipakai pada iPhone 16.

Kondisi itu membuat penggunaan modem berbeda berdasarkan wilayah menjadi masuk akal dari sisi teknis maupun bisnis. Apple dapat terus mengembangkan modem internalnya, sambil tetap mempertahankan solusi Qualcomm di pasar yang menuntut fitur jaringan tertentu seperti mmWave.

Potensi fitur satelit generasi berikutnya

Menariknya, modem C2 yang dirumorkan untuk model internasional juga disebut membawa peningkatan lain. Generasi berikutnya ini dikabarkan dapat mendukung konektivitas satelit 5G.

Rumor yang beredar menyebut Apple bisa menambahkan dukungan NR-NTN. Fitur itu akan memungkinkan iPhone generasi mendatang terhubung ke satelit orbit rendah untuk akses internet di luar jaringan seluler tradisional.

Jika benar hadir, modem C2 tidak hanya menjadi simbol kemandirian Apple dari Qualcomm. Komponen ini juga bisa menjadi dasar bagi perluasan fitur komunikasi di area yang sulit dijangkau jaringan darat.

Meski begitu, seluruh informasi ini masih berada di ranah bocoran dan rumor. Apple sendiri belum mengumumkan detail resmi mengenai konfigurasi modem untuk iPhone 18 Pro di tiap wilayah.

Yang sudah terlihat sejauh ini adalah arah strateginya semakin jelas. Apple tampaknya menyiapkan pendekatan regional untuk iPhone 18 Pro, dengan Qualcomm tetap berperan di AS dan modem internal Apple berpotensi mengambil porsi lebih besar di pasar internasional.

Source: www.gadgets360.com

Terkait