Google berhasil menjaga harga ponsel seri “a” tetap jauh di bawah model utama dengan cara yang sangat sederhana: memangkas fitur yang paling mahal untuk diproduksi. Strategi itu membuat Pixel a-series tetap menarik bagi pembeli yang ingin software bersih dan kamera yang kuat, tanpa harus membayar harga flagship.
Pada Pixel 10a, selisih harga itu terlihat jelas. Varian 128GB dibanderol $500, sementara Pixel 10 reguler dijual $800 dan Pixel 10 Pro $1,000, padahal keduanya menawarkan kapasitas yang sama.
Mengapa biaya bisa ditekan
Google tidak membangun Pixel a-series sebagai ponsel yang benar-benar baru dari nol. Perangkat ini biasanya hadir sekitar enam bulan setelah model reguler, sehingga Google punya waktu untuk memanfaatkan komponen yang sudah ada dan mengarahkannya ke perangkat yang lebih murah.
Pola itu sudah dimulai sejak Pixel 3a, yang hadir sebagai versi lebih sederhana dari Pixel 3. Saat itu, Google menurunkan kelas chip dan memakai layar dengan refresh rate standar, lalu terus mengulang pendekatan serupa dengan memangkas material bodi, performa, dan hardware kamera.
Bagian yang paling sering dikompromikan
Pemotongan paling terasa ada di desain dan kamera. Pixel 10a masih memakai frame aluminium seperti Pixel 10, tetapi bagian belakang kaca diganti panel plastik komposit, dan kamera telefoto belakang dihilangkan.
Di model ini, Google juga memakai chip yang lebih lemah, pengisian daya nirkabel yang lebih lambat, dan layar yang sedikit di bawah model premium. Selain itu, sensor sidik jari pada Pixel 10a diganti dari ultrasonic yang lebih cepat di model mahal menjadi sensor optik.
Komponen lama, harga lebih rendah
Salah satu kunci utama murahnya seri ini adalah daur ulang komponen. Pixel 10a menggunakan Tensor G4, chip buatan Google yang juga dipakai di Pixel 9 dan Pixel 9 Pro, lalu dipasangkan dengan 8GB RAM dan penyimpanan 128GB.
Google bahkan memakai hardware yang sama untuk kamera utama dan ultrawide pada Pixel 10a, meski model ini tetap melepas lensa telefoto 5x. Pendekatan seperti ini membuat penghematan terjadi di beberapa lapisan sekaligus, dari prosesor sampai modul kamera.
Fitur yang sengaja ditahan
Meski banyak bagian yang dipinjam dari generasi sebelumnya, Google tetap menyisihkan sejumlah fitur untuk lini flagship. Pixel 10a tidak mendapat Magic Cue yang membutuhkan model AI di perangkat, dan Pixelsnap, versi Google dari MagSafe Apple, juga absen.
Pengisian daya nirkabel tetap tersedia, tetapi hanya sampai 10W melalui bodi plastik. Dengan kombinasi itu, Pixel a-series menjadi contoh bagaimana Google menahan biaya tanpa menghilangkan fungsi dasar yang paling dicari pengguna.
Tetap kompetitif di kelas harga murah
Walau memakai komponen yang lebih sederhana, Pixel a-series tetap sering masuk daftar ponsel budget terbaik. Pixel 10a membawa layar pOLED 120Hz, kamera ganda, dan baterai 5.100 mAh, sementara Tensor G4 dan 8GB RAM masih dianggap cukup solid untuk penggunaan harian.
Ada batasannya, terutama untuk performa mentah. Tensor G4 masih tertinggal dari chip mid-range terbaru Qualcomm dan Apple, dan OnePlus Nord 6 dengan Snapdragon 8s Gen 4 disebut mampu mencetak skor AnTuTu hingga 50% lebih tinggi, meski harganya sekitar $450.
Nilai tambah yang tetap dipertahankan
Google masih memberi daya tarik penting pada seri ini lewat dukungan perangkat lunak. Pixel 10a tetap mendapat komitmen pembaruan software selama tujuh tahun, sama seperti Pixel lainnya.
Di sisi lain, Google juga masih menjadi salah satu merek arus utama yang mempertahankan kapasitas dasar 128GB. Untuk ponsel yang sangat berfokus pada kamera, opsi itu bisa membuat pengguna lebih cepat bergantung pada penyimpanan cloud.







