Nubia semakin jelas mengubah cara bertarung di Indonesia. Setelah lama dikenal lewat kekuatan fotografi, merek di bawah naungan ZTE Corporation itu kini menaruh perhatian lebih besar pada gaming sebagai mesin pertumbuhan baru.
Perubahan arah ini penting karena pasar smartphone Indonesia bergerak cepat dan menuntut diferensiasi yang kuat. Nubia mencoba menjawabnya dengan portofolio yang lebih lebar, dari kelas entry level sampai perangkat premium.
Nubia resmi hadir di Indonesia sejak April 2017 melalui pembentukan PT Nubia Technology Indonesia. Pada saat yang sama, perusahaan langsung memperkenalkan tiga model perdana, yakni Nubia M2, Nubia M2 Lite, dan Nubia N1 Lite.
Langkah itu menunjukkan Nubia tidak hanya ingin menjual produk, tetapi juga membangun bisnis secara langsung di pasar nasional. Di fase awal, perusahaan menempatkan fotografi mobile sebagai identitas utama.
Seri Nubia M2 membawa teknologi kamera NeoVision yang menjadi salah satu senjata utama di segmen menengah. Selain kamera, desain premium dan fitur multimedia juga ikut dijadikan nilai jual untuk konsumen Indonesia.
Strategi itu sejalan dengan citra global Nubia sebagai merek smartphone yang menonjolkan inovasi kamera. Namun, fokus tersebut mulai bergeser ketika perusahaan melihat peluang lebih besar di segmen gaming.
Memasuki 2024, Nubia mereposisi strateginya di Indonesia. Fokusnya meluas dari fotografi ke pengalaman gaming dan gaya hidup digital.
Perubahan itu terlihat saat Nubia meluncurkan Nubia Neo 2 5G pada Juni 2024. Pada momentum yang sama, perusahaan memperkenalkan identitas merek baru melalui kampanye “Be Yourself”.
ZTE menyebut arah baru itu ditujukan untuk menjangkau generasi muda. Kelompok ini dinilai punya minat pada gaming, fotografi, musik, dan kreativitas digital.
Di Indonesia, lini Nubia Neo menjadi produk yang paling menonjol. Seri ini menyasar pengguna muda yang menginginkan pengalaman bermain game dengan harga yang relatif terjangkau.
Nubia Neo 2 5G menjadi contoh paling jelas dari strategi tersebut. Ponsel ini hadir dengan Dual Gaming Shoulder Triggers yang berfungsi seperti tombol tambahan pada kontrol konsol game.
Fitur itu membuatnya menonjol di kelas harga Rp2 jutaan saat pertama kali hadir. Nubia juga membekali perangkat ini dengan layar FHD+ 6,72 inci, refresh rate 120 Hz, chipset Unisoc T820 5G, RAM hingga 20 GB lewat teknologi RAM virtual, penyimpanan internal 256 GB, baterai 6.000 mAh, dan pengisian cepat 33 W.
Ada pula fitur Bypass Charging yang mengalirkan daya langsung ke sistem saat bermain gim. Tujuannya membantu mengurangi panas pada baterai saat pemakaian berat.
Pada 2025 dan 2024, Nubia kembali memperluas portofolio produk di Indonesia. Sejumlah lini yang sudah dipasarkan secara resmi antara lain Nubia Focus Pro 5G, Nubia Focus 5G, Nubia Music, Nubia V70 Series, Nubia Flip 5G, dan Nubia Neo 3 Series.
Kehadiran banyak lini itu memperlihatkan strategi yang lebih luas. Nubia tidak hanya mengejar gamer, tetapi juga pengguna entry level, penggemar fotografi, pencinta musik, dan konsumen yang mencari desain premium.
Di segmen fotografi, Nubia menghadirkan seri Focus dengan kamera beresolusi tinggi berbasis kecerdasan buatan. Sementara itu, Nubia Music menyasar pengguna yang lebih mengutamakan audio dengan speaker berdaya tinggi dan dukungan teknologi DTS.
Untuk kelas premium, Nubia juga membawa Nubia Flip 5G ke Indonesia. Perangkat lipat bergaya clamshell itu ditujukan bagi pengguna yang menginginkan desain premium dengan harga yang disebut lebih kompetitif dibandingkan ponsel lipat flagship.
Pada Mei 2026, Nubia resmi meluncurkan Nubia Neo 5 Series di Indonesia. Country Manager nubia Indonesia, Zhuang Yongke, mengatakan seri ini dirancang bagi gamer yang membutuhkan performa stabil, respons cepat, dan daya tahan baterai untuk bermain lebih lama.
Rentang harga portofolio Nubia di Indonesia juga cukup lebar. Nubia Music dipasarkan mulai sekitar Rp1 jutaan, Nubia Focus 5G dan Focus Pro 5G berada di kisaran Rp2 juta hingga Rp3 jutaan, Nubia Neo 2 5G dibanderol sekitar Rp2,9 juta saat peluncuran, dan Nubia Flip 5G dipasarkan di kisaran Rp8 jutaan.
Adapun Nubia Neo 3 hadir di rentang harga sekitar Rp2 juta hingga Rp3 jutaan, tergantung konfigurasi memori dan program penjualan yang berlaku. Kombinasi harga yang kompetitif dan fokus gaming membuat Nubia semakin tegas membangun posisi di Indonesia lewat segmen yang paling dekat dengan anak muda.
