7 Fitur Ekosistem Samsung Ini Membuat Galaxy S26 Ultra Terasa Jauh Lebih Berguna

Author: Qoo Media

Galaxy S26 Ultra tidak hanya mengandalkan spesifikasi ponsel premium untuk menarik pengguna. Nilai tambah terbesarnya justru muncul saat perangkat ini dipakai bersama jam tangan, earbud, tablet, laptop, dan perangkat rumah pintar dalam ekosistem Samsung.

Pendekatan ini membuat satu ponsel bisa berperan sebagai pusat kerja, hiburan, komunikasi, dan kontrol rumah. Bagi pengguna yang sudah memakai lebih dari satu perangkat Galaxy, integrasi antarperangkat menjadi alasan utama kenapa Galaxy S26 Ultra terasa lebih praktis dipakai setiap hari.

Ekosistem Samsung sendiri merujuk pada kumpulan perangkat Samsung yang terhubung melalui satu akun Samsung. Di dalamnya, ponsel, tablet, laptop, jam tangan, dan earbud dapat berbagi file, audio, notifikasi, data kesehatan, hingga tugas yang sedang dikerjakan.

Di Galaxy S26 Ultra, integrasi itu memungkinkan perpindahan aktivitas tanpa kabel dan tanpa aplikasi pihak ketiga. Dengan kata lain, perangkat tidak berdiri sendiri, melainkan saling melengkapi sepanjang hari.

Produktivitas lintas layar

Salah satu fitur paling menonjol adalah Samsung DeX. Saat Galaxy S26 Ultra dihubungkan ke monitor atau TV, ponsel ini menampilkan antarmuka bergaya desktop dengan jendela yang bisa diubah ukurannya, taskbar, dan kemampuan multitasking penuh.

Fungsi ini berbeda dari sekadar screen mirroring. Aplikasi berjalan di jendela terpisah seperti di komputer, dan pengguna bisa menambahkan keyboard serta mouse Bluetooth untuk bekerja dengan dokumen, email, atau beberapa aplikasi sekaligus di layar yang lebih besar.

Menariknya, ponsel tetap bisa dipakai normal untuk panggilan dan pesan saat DeX aktif di layar eksternal. Samsung juga mencatat koneksi nirkabel DeX didukung pada TV dan monitor yang mendukung mirroring ponsel Android melalui Miracast, meski performanya dapat berbeda tergantung spesifikasi TV dan kondisi Wi-Fi.

Fitur produktivitas lain yang memperkuat pengalaman lintas perangkat adalah Multi Control. Fitur ini memungkinkan satu keyboard dan mouse dari Galaxy Book atau Galaxy Tab mengendalikan Galaxy S26 Ultra dan perangkat Galaxy lain.

Setiap perangkat tetap memakai layar dan aplikasinya sendiri. Kursor bisa dipindahkan dari laptop ke ponsel, pengguna dapat mengetik pada perangkat yang sedang disorot, lalu menyeret dan melepas file langsung antarperangkat.

Samsung menyebut Multi Control bukan fitur pencerminan layar. Syaratnya, perangkat harus memakai Galaxy Book dengan One UI Book 6.0 atau lebih baru, atau ponsel dan tablet Galaxy dengan One UI 5.1.1 atau lebih baru.

Pindah file dan tugas tanpa hambatan

Untuk urusan berbagi file, Samsung mengandalkan Quick Share. Fitur ini memungkinkan foto, video, dokumen, dan file lain dikirim langsung dari menu berbagi ke ponsel Galaxy, Galaxy Tab, dan Galaxy Book terdekat tanpa kabel.

Quick Share juga memberi kontrol melalui pengaturan “Who can share with you”. Opsi itu bisa dibatasi hanya untuk kontak atau dibuka lebih luas, sementara file besar dapat dibagikan lewat tautan saat penerima tidak berada di dekat pengirim.

Jika koneksi langsung tidak tersedia, transfer bisa dilanjutkan melalui internet memakai Wi-Fi atau data seluler. Samsung menambahkan bahwa Quick Share juga kompatibel dengan perangkat Android 6 atau lebih baru, Chromebook, dan beberapa perangkat Windows, sementara antarperangkat Galaxy membutuhkan One UI 2.1 ke atas dan PC Windows 10 atau lebih baru.

Kemudahan lain hadir lewat fitur Continue apps on other devices. Fitur ini memungkinkan pengguna memulai sesuatu di Galaxy S26 Ultra lalu melanjutkannya di perangkat Galaxy lain pada akun Samsung yang sama.

Contohnya, aplikasi seperti Samsung Notes dan Samsung Internet dapat diteruskan dari satu perangkat ke perangkat lain lewat tombol di layar Recents. Clipboard juga ikut tersinkron, sehingga teks, gambar, file, dan video yang disalin di ponsel bisa ditempel di Galaxy Tab atau Galaxy Book.

Samsung juga menyertakan sinkronisasi jaringan Wi-Fi. Jaringan yang sudah terhubung di Galaxy S26 Ultra bisa muncul otomatis di perangkat Galaxy lain tanpa perlu memasukkan ulang kata sandi.

Ada pula continuity camera untuk memotret atau memindai dokumen lewat ponsel lalu melanjutkan pekerjaan pada aplikasi seperti Samsung Notes di komputer. Agar fitur-fitur ini berjalan, perangkat harus berada di jaringan Wi-Fi yang sama dengan Bluetooth aktif.

Audio, kesehatan, dan kontrol dari pergelangan tangan

Di sisi audio, Galaxy Buds4 dan Galaxy Buds4 Pro dirancang menyatu dengan Galaxy S26 Ultra. Setelah dipasangkan sekali dan terhubung ke akun Samsung, earbud ini bisa berpindah otomatis antarperangkat melalui Auto Switch.

Praktiknya, audio yang awalnya diputar di ponsel bisa langsung beralih saat pengguna mulai menonton video di Galaxy Tab. Pengaturan seperti mode noise control, suara, dan kontrol earbud juga bisa diakses dari menu Bluetooth di Galaxy S26 Ultra tanpa aplikasi terpisah.

Seri Buds4 juga mendukung Live Translate. Fitur ini memakai Galaxy S26 Ultra untuk menerjemahkan percakapan secara real-time lalu memutar hasil terjemahan ke earbud, dengan syarat login akun Samsung, koneksi jaringan, dan bahasa yang didukung.

Integrasi Galaxy Watch juga memperluas fungsi ponsel ke pergelangan tangan. Notifikasi, panggilan, dan pesan dapat masuk ke jam tangan, dan sebagian di antaranya bisa direspons tanpa mengeluarkan ponsel.

Data kesehatan dan kebugaran yang direkam jam tangan akan sinkron ke aplikasi Samsung Health di Galaxy S26 Ultra. Data tidur juga ikut tersambung, sehingga ponsel dan jam tangan membangun gambaran istirahat yang lebih menyatu.

Hubungan ini bekerja dua arah. Melalui Camera Controller, Galaxy Watch dapat menjadi remote viewfinder untuk kamera Galaxy S26 Ultra, sehingga pengguna bisa membingkai foto dari pergelangan tangan dan menekan shutter dari jarak jauh.

Rumah pintar dalam satu kendali

Peran Galaxy S26 Ultra dalam ekosistem Samsung tidak berhenti pada perangkat pribadi. Lewat SmartThings, ponsel ini juga berfungsi sebagai pusat kendali rumah pintar dari satu aplikasi.

SmartThings mendukung kontrol perangkat kompatibel seperti lampu, colokan, termostat, peralatan rumah tangga, dan kamera. Perangkat itu bisa digabungkan ke dalam rutinitas otomatis berdasarkan waktu, lokasi, atau pemicu lain.

Karena integrasinya langsung ada di ponsel, pengguna bisa memeriksa status perangkat, mengubah pengaturan dari jarak jauh, dan mengelola otomasi tanpa berpindah ke aplikasi terpisah dari tiap merek. Kontrol dan rutinitas itu juga tetap konsisten saat dipakai bersama perangkat Galaxy lain dalam akun yang sama.

Source: www.sammobile.com
Terbaru