Microsoft diam-diam pernah menguji skenario yang jauh lebih radikal untuk masa depan Windows. Dalam prototipe internal bernama Project Aion, Copilot tidak lagi tampil sebagai asisten AI di atas sistem operasi, melainkan mengambil peran sebagai antarmuka utama yang pada dasarnya menjadi wajah baru sistem itu sendiri.
Eksperimen ini menarik karena menunjukkan arah yang sangat berbeda dari Windows yang dikenal selama puluhan tahun. Menu Start, Taskbar, dan pola desktop tradisional disebut disingkirkan demi model interaksi yang berpusat pada AI.
Bocoran tersebut muncul melalui video yang pertama kali beredar di server Discord BetaWiki. Video itu memperlihatkan sebuah konsep sistem operasi agen AI atau agentic OS yang dibangun dengan pendekatan berbasis web.
Dalam prototipe itu, Copilot ditanamkan langsung ke core shell sistem. Artinya, AI bukan sekadar fitur tambahan, tetapi bagian inti dari cara pengguna mengoperasikan perangkat.
Copilot sebagai pusat pengalaman
Project Aion berjalan di atas codebase Windows baru yang dijuluki Win3. Platform ini dirancang sebagai sistem operasi ringan yang sepenuhnya mengandalkan web.
Edge dan layout engine Chromium dipakai sebagai cangkang utama untuk menjalankan pengalaman Copilot tersebut. Pendekatan ini memperlihatkan perubahan besar dari model Windows konvensional yang selama ini bertumpu pada desktop dan aplikasi lokal.
Salah satu elemen utama Aion adalah kotak input multimodal. Pengguna dapat langsung mengetik instruksi teks untuk meminta Copilot menjalankan berbagai tugas komputasi.
Model seperti ini menggeser interaksi dari klik ikon dan navigasi menu ke pola perintah berbasis bahasa alami. Jika pendekatan tersebut diterapkan luas, AI akan menjadi pintu masuk utama untuk membuka aplikasi, mengelola pekerjaan, dan mengeksekusi perintah.
Perubahan besar lainnya terlihat pada hadirnya konsep Spaces. Fungsi Taskbar dan menu Start dipangkas lalu diganti dengan ruang kerja yang secara cerdas mengelompokkan aplikasi dan situs web.
AI akan menata kelompok kerja itu agar bisa dipanggil atau ditutup kembali dengan mudah. Konsep ini mengarah pada pengalaman komputasi yang lebih kontekstual, bukan lagi sekadar deretan jendela dan ikon statis.
Aplikasi lama tidak lagi jadi pusat
Konsekuensi dari desain yang sepenuhnya berbasis web adalah hilangnya dukungan bawaan untuk aplikasi lawas Win32. Ini menjadi salah satu petunjuk paling jelas bahwa prototipe tersebut tidak dibangun sebagai kelanjutan biasa dari Windows saat ini.
Jika pengguna perlu membuka program desktop seperti Microsoft Word versi desktop, Aion disebut akan membuka sesi Windows Cloud PC. Dengan cara itu, aplikasi berjalan secara virtual dari jarak jauh, bukan secara native di perangkat.
Skema tersebut menunjukkan ketergantungan yang lebih besar pada komputasi awan. Pada saat yang sama, hal itu menandai kemungkinan pergeseran peran PC dari mesin yang menjalankan semua aplikasi secara lokal menjadi terminal cerdas yang dimediasi AI.
Aion juga disebut mendukung integrasi plugin lintas aplikasi. Dalam contoh yang ditunjukkan, pengguna bisa meminta Copilot merangkum draf lalu mengirim email Outlook kepada rekan kerja langsung dari kotak obrolan AI.
Fitur seperti ini menonjolkan ambisi Microsoft untuk menjadikan AI sebagai penghubung antar layanan. Bukan hanya menjawab pertanyaan, Copilot dalam konsep ini bertindak sebagai agen yang mengeksekusi alur kerja.
Masih sebatas prototipe internal
Sejumlah sumber membenarkan bahwa klip video yang beredar itu asli. Namun, usia materinya diperkirakan sudah sekitar dua tahun, sehingga status aktual proyek tersebut belum jelas.
Belum diketahui apakah Project Aion pernah disiapkan menjadi produk nyata atau hanya eksperimen internal. Ada kemungkinan proyek ini sudah dihentikan, terutama mengingat usianya dan tidak adanya pengumuman resmi tentang sistem operasi baru tersebut.
Meski begitu, kemunculan Aion tetap penting untuk dibaca sebagai sinyal arah riset Microsoft. Prototipe ini memperlihatkan seberapa jauh perusahaan itu bersedia mengutak-atik identitas Windows demi menempatkan AI di pusat pengalaman komputasi.
Selama ini, Windows dan Copilot diposisikan sebagai dua entitas terpisah: satu sebagai sistem operasi, satu lagi sebagai asisten AI. Bocoran Project Aion menunjukkan bahwa di balik layar, Microsoft setidaknya pernah menguji gagasan yang jauh lebih ekstrem, yakni saat Copilot bukan lagi tamu di Windows, melainkan fondasi dari sistem itu sendiri.
