BMW iX5 mulai menempatkan BMW pada fase baru di segmen SUV listrik premium, dan kehadirannya langsung memunculkan pertanyaan besar soal masa depan iX. Keduanya memang berada di jalur yang berdekatan, tetapi iX5 diproyeksikan menjadi model yang lebih maju dan lebih relevan di pasar yang makin ramai.
Pergeseran ini penting karena BMW harus menjaga ruang untuk iX5 tanpa mematikan iX secara mendadak. Di pasar AS, alokasi iX bahkan disebut perlu dihentikan demi memberi tempat bagi model baru, meski usia pakai iX di wilayah lain masih belum habis.
iX5 datang dengan posisi yang lebih kuat
iX5 diperkirakan akan menjadi penantang langsung SUV listrik Eropa seperti Volvo EX90, Mercedes-Benz EQE SUV, dan Porsche Cayenne Electric. Posisi itu membuatnya sedikit bersinggungan dengan BMW iX, meski arah pengembangannya jelas berbeda.
Secara spesifikasi, iX5 disebut jauh lebih superior dibanding iX. Karena itu, model baru ini berpotensi menjadi pusat perhatian utama BMW di lini SUV listrik kelas atas.
Nasib iX belum berakhir
Di tengah kemunculan iX5, BMW belum menutup pintu untuk iX. Brendan Michel, Head of Product and Market Planning BMW Australia, menyebut siklus iX akan berlanjut hingga 2027.
Artinya, iX dan iX5 masih akan berdampingan setidaknya selama satu tahun ke depan. Langkah ini memberi BMW ruang transisi yang lebih aman, tanpa harus memutus produksi model lama begitu saja.
Sejumlah laporan dari Drive pada Jumat, 3 Juli, juga menyebut unit iX terakhir akan keluar dari lini perakitan pada pertengahan 2028. Namun, informasi itu masih berupa rumor dan belum bisa dianggap kepastian.
BMW masih butuh iX sebagai jembatan
Meski usianya sudah memasuki setengah dekade, iX tetap punya peran penting bagi BMW. Model ini disebut akan terus dijual di pasar global setidaknya sampai tahun depan sebagai penutup masa awal kendaraan listrik Bavaria sebelum era Neue Klasse.
Kondisi ini menunjukkan BMW memilih pendekatan bertahap. iX5 memang membawa teknologi yang lebih canggih, tetapi iX masih dibutuhkan sebagai jembatan menuju lini berikutnya.
Strategi seperti ini juga masuk akal dari sisi pasar. BMW tidak perlu menghentikan produksi iX secara mendadak hanya karena model baru sudah hadir, apalagi ketika iX masih punya siklus hidup yang panjang di wilayah tertentu.
Bagi konsumen, situasi ini berarti pilihan SUV listrik BMW akan tetap berlapis. iX5 akan mendorong citra baru yang lebih segar, sementara iX masih bertahan sebagai model pionir yang mengisi masa transisi menuju generasi berikutnya.
