11 Smartphone Ini Baru Saja Turun Harga, Selisihnya Bikin Rencana Beli Harus Dipikir Ulang

Memasuki pertengahan 2026, pasar smartphone memperlihatkan momen yang jarang dilewatkan pembeli. Sejumlah ponsel yang baru beberapa bulan meluncur kini turun harga, sehingga konsumen bisa mendapatkan spesifikasi lebih tinggi tanpa membayar setara harga awal peluncuran.

Penyesuaian ini tidak hanya terjadi di kelas entry-level. Pergerakan harga juga terlihat pada segmen menengah hingga flagship premium, dan beberapa model bahkan turun hingga jutaan rupiah sehingga terasa jauh lebih menarik untuk dipertimbangkan.

Buat yang mencari HP murah tapi tetap modern

Di kelas Rp1 jutaan, Nubia A76 5G menjadi salah satu opsi yang mencuri perhatian. Ponsel ini membawa layar IPS LCD 6,75 inci 90Hz, chipset Unisoc T765 5G, RAM 8GB, penyimpanan 128GB, kamera utama 50MP, kamera depan 8MP, dan baterai 5.000mAh dengan pengisian cepat 22,5W.

Kehadiran jaringan 5G di kelas terjangkau menjadi nilai tambah yang kuat. Kombinasi RAM besar dan baterai yang cukup awet juga membuatnya relevan untuk pelajar dan pengguna harian.

Baterai jumbo ikut jadi daya tarik utama

Realme C100 mengalami penurunan harga yang cukup besar, dari kisaran Rp3,8 jutaan menjadi sekitar Rp2 jutaan. Model ini mengusung layar IPS LCD 6,8 inci 120Hz, MediaTek Helio G92 Max, RAM 8GB, penyimpanan 256GB, kamera utama 50MP, serta baterai 8.000mAh dengan pengisian cepat 45W dan reverse charging.

Kapasitas baterai besar menjadi senjata utamanya. Di saat penggunaan smartphone makin padat untuk hiburan dan pekerjaan, daya tahan panjang semakin dianggap penting oleh konsumen.

Kelas menengah makin ketat persaingannya

Redmi Note 14 Pro 5G kini turun dari Rp4,39 jutaan menjadi kisaran Rp3 jutaan. Perangkat ini dibekali layar AMOLED 6,67 inci resolusi 1,5K, refresh rate 120Hz, tingkat kecerahan hingga 3.000 nits, Dimensity 7300, dan kamera 200MP dengan OIS.

Turunnya harga membuat model ini semakin menarik di kelas menengah. Kamera beresolusi tinggi dan perlindungan IP68 menjadi fitur yang sebelumnya lebih sering ditemui di smartphone premium.

Motorola G86 Power juga masuk daftar yang layak dipantau setelah turun ke kisaran Rp3 jutaan dari sekitar Rp4,4 jutaan. Spesifikasinya meliputi layar OLED 120Hz, Dimensity 7300, RAM hingga 12GB, kamera utama 50MP OIS, kamera depan 32MP, dan baterai 6.720mAh.

Motorola tampak makin agresif bersaing di Indonesia. Fokus pada baterai besar menjadi pembeda yang menonjol di pasar yang semakin padat.

Desain premium dan fitur tahan banting makin terjangkau

Motorola Edge 60 Fusion juga terkoreksi dari sekitar Rp5,7 juta menjadi Rp4 jutaan. Ponsel ini membawa panel P-OLED quad curve 120Hz, Dimensity 7400, RAM hingga 12GB, kamera utama 50MP OIS, ultra-wide 13MP, baterai 5.500mAh, pengisian cepat 68W, serta sertifikasi IP68 dan standar militer.

Di kelas harga tersebut, kombinasi desain premium dan ketahanan fisik memberi nilai tambah yang jelas. Pengguna yang mencari perangkat elegan sekaligus tangguh punya pilihan yang makin masuk akal.

Vivo V50 ikut turun ke kisaran Rp4,5 hingga Rp4,9 jutaan dari sebelumnya Rp6,5 jutaan. Layar AMOLED lengkung 120Hz, Snapdragon 7 Gen 3, RAM 8GB, penyimpanan 256GB, kamera utama 50MP OIS, ultra-wide 50MP hasil kolaborasi dengan Zeiss, baterai 6.000mAh, dan pengisian cepat 90W menjadi paket utamanya.

Bagi penggemar fotografi mobile, kolaborasi kamera dengan Zeiss masih menjadi daya tarik besar. Karakter warna yang lebih natural membuatnya tetap menonjol di kelasnya.

Pilihan untuk gamer dan pengguna yang butuh performa tinggi

Infinix GT 50 Pro juga mengalami penurunan harga sekitar Rp1 jutaan. Ponsel gaming ini memakai layar AMOLED 1,5K 144Hz, Dimensity 8400, RAM 12GB, penyimpanan 512GB, baterai 6.500mAh, dan fast charging 45W.

Fokusnya memang bukan kamera, tetapi performa tinggi dan layar 144Hz menjadikannya menarik untuk gamer. Pengalaman bermain yang mulus menjadi alasan utama perangkat ini banyak dilirik.

Segmen premium ikut ikut turun

Galaxy A57 kini berada di kisaran Rp6 jutaan setelah sebelumnya dijual sekitar Rp7 jutaan. Samsung membekali perangkat ini dengan layar Super AMOLED 120Hz, Exynos 1680, kamera utama 50MP OIS, kamera depan 32MP, dan baterai 5.000mAh dengan pengisian cepat 45W.

Nama besar Samsung tetap menjadi magnet utama di seri Galaxy A. Dukungan pembaruan perangkat lunak biasanya juga menjadi pertimbangan penting bagi pengguna yang ingin memakai smartphone dalam jangka panjang.

Tecno Camon 50 Pro menunjukkan keseriusan Tecno di pasar Indonesia. Spesifikasinya mencakup layar AMOLED 1,5K 144Hz, Dimensity 7400 Ultimate, RAM hingga 12GB, kamera utama 50MP OIS, telefoto 50MP, kamera depan 50MP, dan baterai 6.500mAh.

Kehadiran kamera telefoto di kelas ini menjadi pembeda yang cukup langka. Fitur tersebut masih jarang ditemukan pada smartphone dengan harga serupa.

Oppo Reno 15 kini turun ke sekitar Rp7,7 jutaan. Smartphone ini membawa layar AMOLED 120Hz, Snapdragon 7 Gen 4, kamera utama 50MP OIS, lensa telefoto 3,5x, ultra-wide, kamera depan 50MP autofocus, dan baterai 6.500mAh dengan pengisian cepat 80W.

Untuk kreator konten, kombinasi kamera depan autofocus dan telefoto memberi fleksibilitas lebih. Paket itu membuat perangkat ini relevan untuk foto maupun video berkualitas.

Di kelas flagship, iQOO 15 kini dibanderol sekitar Rp12,8 jutaan dari harga awal sekitar Rp14 jutaan. Spesifikasinya mencakup layar LTPO AMOLED QHD+ 144Hz, Snapdragon 8 Elite Gen 5, RAM hingga 16GB, penyimpanan hingga 1TB, tiga kamera belakang 50MP lengkap dengan OIS, kamera depan 32MP, baterai sekitar 7.000mAh, dan pengisian cepat 100W.

Penurunan harga flagship seperti ini selalu menjadi momen penting bagi pembeli yang mengejar performa maksimal. Dengan spesifikasi kelas atas, perangkat seperti ini masih berpotensi relevan digunakan dalam beberapa tahun ke depan.

Terkait