Menjelang hadirnya Pixel 11, satu hal terlihat jelas: banyak pengguna Pixel tidak hanya menunggu peningkatan besar, tetapi juga perbaikan pada hal-hal dasar yang terasa paling mengganggu dalam pemakaian harian. Dari daya tahan baterai sampai kapasitas penyimpanan, ekspektasi yang muncul justru sederhana, praktis, dan sangat dekat dengan kebutuhan nyata.
Menariknya, daftar keinginan itu tidak terlalu dipenuhi permintaan fitur AI baru. Di tengah hype AI yang masih terbelah dan kenaikan harga yang dipicu kelangkaan RAM, banyak pemilik Pixel justru lebih fokus pada hal yang langsung terasa saat ponsel dipakai seharian.
Daya tahan baterai jadi keluhan terbesar
Baterai yang lebih awet menjadi permintaan paling konsisten dari pengguna. Seorang pengguna bahkan menilai performa Pixel yang “médio” masih bisa diterima selama baterainya tahan seharian.
Pixel 10 membawa baterai 4.970mAh, tetapi respons pengguna terbilang beragam. Sebagian merasa tidak ada masalah, sementara yang lain mengeluhkan drain yang besar dan kesulitan membuat ponsel bertahan sampai malam tanpa pemakaian ringan.
Keluhan serupa juga muncul pada Pixel 10 Pro. Dalam ulasan, perangkat itu dinilai mungkin bertahan sehari untuk pengguna berat, tetapi biasanya tetap perlu diisi ulang pada malam hari atau di tengah aktivitas.
Salah satu usulan yang mulai sering dibahas adalah penggunaan baterai silicon-carbon. Teknologi itu bisa memberi kapasitas lebih besar, tetapi ada kekhawatiran soal stabilitas, sehingga Google dan Apple belum mengadopsinya.
Video masih dinilai belum selevel kamera foto
Pixel selama ini dikenal lewat kualitas kamera foto, terutama dari cara Google memproses gambar. Namun, banyak pengguna merasa kualitas video belum mengikuti reputasi kamera fotonya.
Keluhan ini cukup sering muncul di subreddit Pixel, dan banyak yang berharap Pixel 11 membawa peningkatan nyata pada perekaman video. Video Boost memang bisa membantu, tetapi fitur berbasis AI itu memerlukan akses cloud, sehingga video harus diunggah, diproses, lalu diunduh kembali.
Sebagian pengguna menilai alur itu kurang praktis. Karena itu, ada harapan agar Google membawa lebih banyak pemrosesan AI langsung di perangkat, bukan bergantung sepenuhnya pada cloud.
Face Unlock diminta lebih aman dan lebih andal
Face Unlock juga masuk daftar fitur yang paling ingin diperbaiki. Sistem ini bekerja mirip Face ID milik Apple, tetapi tidak memakai sensor inframerah seperti TrueDepth camera.
Banyak pengguna berharap Google menambahkan sensor inframerah pada Pixel 11. Selain meningkatkan keamanan dan keandalan, langkah itu juga diperkirakan bisa membantu Face Unlock bekerja lebih baik di lingkungan gelap.
Google disebut sedang menggarap sistem yang lebih mirip Face ID untuk ponsel Pixel berikutnya. Meski begitu, sampai ada pengumuman resmi, peningkatan itu masih sebatas spekulasi.
Pengisian daya terasa tertinggal
Kecepatan pengisian juga menjadi sorotan. Saat ini, Pixel 10 dan Pixel 10 Pro mendukung pengisian kabel hingga 30W, sementara Pixel 10 Pro XL mencapai 45W.
Untuk banyak pengguna, angka itu masih memadai. Tetapi bila dibandingkan dengan beberapa pesaing, kecepatannya terasa tertinggal, terutama jika melihat Galaxy S26+ yang menawarkan 45W dan Galaxy S26 Ultra yang mencapai 60W.
Perbandingan itu membuat sebagian pengguna berharap Pixel 11 hadir dengan charging yang lebih cepat. Lonjakan setinggi ponsel OnePlus memang tidak dianggap realistis, tetapi peningkatan ke level yang lebih dekat dengan Samsung sudah dinilai cukup berarti.
Storage dasar 256GB makin banyak diminta
Penyimpanan bawaan juga menjadi isu lama yang belum selesai. Selama bertahun-tahun, base storage Pixel 10, Pixel 10 Pro, dan model Pixel sebelumnya tetap 128GB.
Banyak pengguna kini ingin Google menjadikan 256GB sebagai kapasitas dasar di Pixel 11. Langkah itu akan memberi ruang lebih lega sejak awal dan meningkatkan nilai varian termurah.
Kebutuhan ini makin masuk akal karena ukuran aplikasi terus membesar, sementara fitur AI baru juga memakan ruang penyimpanan. Sejumlah komentar Reddit bahkan menyebut Android OS beserta pembaruan bisa memakai hingga 60GB, sebelum pengguna menambahkan aplikasi, foto, dan file lain.
Dengan kondisi itu, 128GB terasa cepat sempit. Apalagi, meski layanan cloud seperti Google Photos tersedia, ruang lokal yang lebih besar tetap dianggap penting agar pengguna tidak cepat harus memindahkan file atau menghapus data.







