Bagi pengguna yang memakai ponsel Samsung lama, Galaxy S26 Ultra muncul sebagai peningkatan yang terasa menyeluruh, bukan sekadar ganti spesifikasi di satu sisi. Perangkat ini membawa pembaruan pada kamera, performa, fitur AI, layar, pengisian daya, hingga dukungan software jangka panjang.
Itu membuat pertanyaan soal layak atau tidaknya upgrade bergeser dari “apa fitur utamanya” menjadi “seberapa cocok peningkatan ini dengan cara pakai sehari-hari”. Bagi banyak pengguna yang datang dari perangkat beberapa generasi sebelumnya, justru kombinasi peningkatan inilah yang paling menentukan.
Upgrade yang paling terasa bukan cuma satu fitur
Daya tarik terbesar Galaxy S26 Ultra ada pada pendekatannya yang merata di banyak sektor. Samsung tidak hanya menonjolkan kamera atau chipset, tetapi juga membawa layar yang lebih privat, bodi yang lebih tangguh, AI yang lebih luas, dan dukungan pembaruan hingga tujuh tahun.
Bagi pengguna dari model non-Ultra atau ponsel yang sudah cukup lama, itu berarti lompatan pengalaman yang lebih lengkap. Upgrade seperti ini biasanya lebih terasa dalam pemakaian harian karena menyentuh banyak skenario sekaligus, dari kerja, hiburan, sampai fotografi.
Kamera jadi alasan utama untuk banyak orang
Salah satu nilai jual terkuat Galaxy S26 Ultra ada pada sistem kameranya. Kamera utama 200MP dengan aperture f/1.4 diklaim menangkap 47% lebih banyak cahaya dibanding generasi sebelumnya, yang berarti hasil foto bisa lebih bersih dan detail di lebih banyak kondisi pencahayaan.
Kamera telefoto 50MP 5x dengan aperture f/2.9 juga menangkap 37% lebih banyak cahaya. Peningkatan ini penting untuk foto zoom, terutama saat cahaya tidak ideal dan detail biasanya mudah hilang.
Samsung juga membawa Nightography untuk foto dan video minim cahaya dengan pemrosesan real-time. Di sisi video, ada dukungan codec APV, perekaman Log video untuk color grading, serta Super Steady dengan Horizontal Lock untuk hasil handheld yang lebih stabil dan rata.
Kamera depan ikut mendapat peningkatan lewat Advanced Selfie berbasis AI ISP. Fitur ini difokuskan untuk menjaga hasil selfie tetap terlihat natural.
Performa lebih kencang, tapi juga lebih stabil
Galaxy S26 Ultra ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy yang dibuat dengan proses 3nm. Dibanding Galaxy S25 Ultra, Samsung menyebut ada peningkatan CPU 19%, GPU 24%, dan NPU 39%.
Kenaikan CPU dan GPU akan paling terasa pada aplikasi berat, game, dan multitasking. Sementara itu, peningkatan NPU berperan besar untuk menjalankan berbagai fitur Galaxy AI langsung di perangkat.
Samsung juga menyematkan vapour chamber yang lebih besar, disebut sebagai yang terbesar di lini Galaxy S Ultra. Sistem pendingin ini diklaim memberi pembuangan panas hingga 21% lebih baik, sehingga performa bisa lebih terjaga saat bermain game lama, merekam video, atau membuka banyak aplikasi sekaligus.
Galaxy AI makin luas perannya
Galaxy AI menjadi salah satu pilar penting di Galaxy S26 Ultra. Perannya tidak lagi terbatas pada fitur tambahan, tetapi mulai masuk ke pengeditan foto, penjadwalan aktivitas, pengelolaan notifikasi, dan pembersihan audio.
Photo Assist kini punya tab Create yang memungkinkan pengeditan foto lewat perintah suara dan teks. Fitur ini juga menghadirkan edit history serta alat Style yang bisa dipakai di foto apa pun, meski Samsung mencatat fitur tertentu memerlukan koneksi jaringan dan login akun Samsung.
Creative Studio hadir sebagai aplikasi baru untuk membuat wallpaper, stiker, dan kartu dari prompt teks. Sementara itu, Now Brief merangkum jadwal, reservasi, dan pengingat ke dalam satu tampilan pagi yang disebut bisa mempelajari kebiasaan pengguna dari waktu ke waktu.
Audio Eraser kini juga bisa dipakai di aplikasi pihak ketiga seperti YouTube dan Netflix. Fitur ini memungkinkan pengurangan suara latar secara real-time saat menonton video, sementara Notification Highlights membantu memprioritaskan dan merangkum notifikasi yang dianggap paling relevan.
Layar punya nilai jual yang tak biasa
Samsung menyebut Galaxy S26 Ultra sebagai ponsel pertama dengan built-in Privacy Display. Saat diaktifkan, konten layar hanya terlihat oleh pengguna, dan karena fitur ini tertanam di hardware layar, kualitas gambar disebut tidak terganggu saat fitur dimatikan.
Ini menjadi pembeda yang cukup unik di kelas Ultra. Fitur tersebut juga harus diaktifkan secara manual melalui pengaturan dan bukan merupakan fitur berbasis AI.
Selain itu, Galaxy S26 Ultra memakai Gorilla Armor 2 untuk perlindungan layar. Material ini disebut menawarkan ketahanan gores yang kuat, rating jatuh hingga 2,2 meter, dan lapisan anti-reflektif yang mengurangi pantulan sampai 75% agar visibilitas outdoor lebih baik.
Panelnya sendiri berukuran 6,9 inci Dynamic AMOLED 2X dengan tingkat kecerahan hingga 2.600 nits dan refresh rate adaptif 1Hz sampai 120Hz. Ponsel ini juga mengusung sertifikasi IP68 untuk ketahanan debu dan air, meski tidak disarankan untuk penggunaan di pantai atau kolam.
Baterai tidak berubah besar, tetapi pengisian lebih cepat
Galaxy S26 Ultra tetap memakai baterai 5.000mAh, dengan nilai minimum terukur 4.855mAh. Jadi, alasan upgrade di sektor daya bukan datang dari kapasitas yang lebih besar, melainkan dari efisiensi chipset 3nm dan kecepatan pengisian yang meningkat.
Untuk pengisian kabel, ponsel ini mendukung hingga 60W melalui Super Fast Charging 3.0. Samsung menyebut baterai bisa terisi sekitar 75% dalam 30 menit, dengan catatan charger dijual terpisah.
Pengisian nirkabel juga naik ke 25W. Dalam skenario yang disebutkan, daya bisa mencapai hingga 50% dalam sekitar 33 menit, yang akan terasa berguna bagi pengguna yang sering mengisi baterai sebentar di tengah aktivitas.
Nilai jangka panjang ikut menguat
Salah satu alasan paling rasional untuk mempertimbangkan upgrade ke Galaxy S26 Ultra adalah komitmen software selama tujuh tahun. Dukungan ini mencakup pembaruan OS dan keamanan, dengan ritme bulanan atau triwulanan tergantung perangkat.
Bagi pengguna yang tidak sering ganti ponsel, dukungan seperti ini menambah nilai investasi perangkat. Artinya, Galaxy S26 Ultra tidak hanya menarik saat baru dibeli, tetapi juga dirancang tetap relevan lebih lama lewat fitur baru dan patch keamanan berkelanjutan.
Pada akhirnya, Galaxy S26 Ultra tampak paling masuk akal untuk pengguna yang datang dari ponsel beberapa generasi lama, dari model yang lebih kecil, atau dari perangkat non-Ultra. Jika prioritas utama ada pada kamera, performa stabil, alat AI yang makin praktis, dan masa pakai software panjang, peningkatan yang ditawarkan perangkat ini terlihat cukup jelas.
Source: www.sammobile.com






