6 Bulan Ngonser Pakai Samsung S26 Ultra, 6 Fitur Ini yang Bikin Fancam Tetap Aman dan Rapi

Samsung Galaxy S26 Ultra disebut layak menyandang julukan “HP konser” setelah dipakai sekitar enam bulan untuk merekam berbagai pertunjukan. Dalam penggunaan berulang di konser EXO, Cortis, ONE OK ROCK, hingga BTS, ada enam fitur yang paling menonjol karena langsung terasa manfaatnya di venue.

Daya tariknya bukan hanya pada kamera jarak jauh, tetapi juga pada kombinasi fitur video, AI, stabilisasi, dan privasi. Paket fitur ini membuat ponsel tidak sekadar dipakai merekam panggung, tetapi juga membantu pengguna tetap nyaman saat menikmati suasana konser yang padat dan dinamis.

Pengalaman merekam konser sering terkendala dua hal yang sama: cahaya panggung yang berubah cepat dan gerakan penonton yang sulit dikendalikan. Di titik ini, fitur Pro Video dan Horizontal Lock menjadi dua alat yang paling sering dipakai karena menjawab dua masalah paling umum tersebut.

Pro Video untuk cahaya panggung yang ekstrem

Pro Video menjadi fitur yang paling penting saat konser karena memberi kontrol manual yang jauh lebih lengkap. Pengguna bisa mengatur ISO, shutter speed, white balance, fokus, hingga audio langsung dari mode perekaman.

Kontrol ini sangat membantu ketika lampu panggung mendadak terang lalu berubah gelap dalam hitungan detik. Dalam mode otomatis, perubahan seperti itu bisa membuat video overexposed atau justru terlalu gelap.

Dengan Pro Video, exposure dapat dikunci agar hasil rekaman tetap konsisten. Ini penting untuk fancam, terutama ketika artis terus bergerak di bawah pencahayaan yang berubah-ubah sepanjang lagu.

Horizontal Lock untuk video tetap lurus saat ikut joget

Masalah berikutnya muncul saat penonton ingin tetap menikmati konser sambil bernyanyi, bergoyang, atau melompat. Horizontal Lock dipakai untuk menjaga horizon video tetap lurus meski ponsel miring ke kanan atau kiri.

Fitur ini juga berguna ketika tubuh pengguna ikut bergerak mengikuti suasana venue. Hasilnya, video tetap terlihat stabil tanpa memaksa penonton berhenti bersenang-senang demi menjaga tangan tetap diam.

Kehadiran Horizontal Lock menjawab dilema klasik saat menonton konser. Pengguna tidak harus memilih antara menikmati pertunjukan atau membawa pulang rekaman yang nyaman ditonton.

Dual Rec untuk merekam panggung dan reaksi sekaligus

Fitur lain yang menonjol adalah Dual Rec. Fitur ini memungkinkan perekaman dengan dua kamera sekaligus, misalnya kamera depan untuk menangkap ekspresi penonton dan kamera belakang untuk merekam aksi artis di atas panggung.

Skema ini membuat satu momen terasa lebih lengkap karena menampilkan pertunjukan dan reaksi dalam satu video. Untuk kebutuhan konten media sosial, format seperti ini juga lebih menarik karena memberi konteks yang lebih personal.

Pada One UI 8.5, Dual Rec disebut sudah terintegrasi langsung ke mode Video. Integrasi ini membuat pengguna bisa melakukan zoom lebih fleksibel ketika merekam, tanpa kehilangan kemudahan memakai dua kamera sekaligus.

AI edit untuk menyelamatkan momen yang tak bisa diulang

Konser adalah momen yang berlangsung cepat dan tidak bisa diulang. Karena itu, fitur edit berbasis AI ikut menjadi andalan setelah sesi perekaman selesai.

Generative Edit sering dipakai untuk membersihkan hasil foto yang terganggu photobomb, tangan penonton lain, atau sampah yang masuk ke dalam frame. AI Eraser menjadi alat utama untuk menghapus objek pengganggu semacam itu.

Samsung juga menyediakan fitur Create yang memungkinkan foto dimodifikasi dengan prompt teks. Contoh pemakaiannya adalah mengganti warna outfit agar lebih sesuai dengan tema konser.

Di One UI 8.5, proses ini disebut makin fleksibel berkat fitur Keep Editing. Beberapa efek AI kini bisa diterapkan secara berlapis dalam satu sesi edit, sehingga pengguna tidak perlu berhenti pada satu perubahan saja.

Dua hidden gem saat video sedang berjalan

Selain fitur besar, ada dua fungsi yang disebut sebagai hidden gem karena sederhana tetapi sering dipakai. Yang pertama adalah Smooth Zoom, yang membuat transisi pembesaran saat merekam video terasa lebih mulus.

Fungsi ini penting ketika kamera diarahkan ke idola favorit di atas panggung. Transisi yang halus mengurangi kesan patah saat zoom, sehingga hasil fancam terlihat lebih rapi.

Yang kedua adalah kemampuan mengambil foto tanpa menghentikan perekaman video. Pengguna cukup menekan tombol shutter yang muncul di mode Video untuk mendapatkan foto sambil video tetap berjalan.

Fitur ini membantu ketika satu momen penting hanya muncul sebentar. Pengguna tidak perlu memilih antara merekam video atau beralih mode untuk memotret karena keduanya bisa dilakukan bersamaan.

Privacy Display untuk situasi venue yang padat

Fitur keenam tidak berkaitan langsung dengan kamera, tetapi tetap sangat relevan untuk konser. Privacy Display membantu mengurangi sudut pandang layar, sehingga isi layar lebih sulit dilihat orang di samping.

Dalam kerumunan penonton, fungsi ini berguna saat membuka tiket elektronik, aplikasi perbankan, dompet digital, atau membalas chat WhatsApp. Pengguna bisa merasa lebih tenang karena informasi pribadi tidak mudah diintip saat berdiri berdempetan di venue.

Samsung juga menyebut fitur ini eksklusif di Galaxy S26 Ultra dan sebagai yang pertama di dunia. Dalam konteks konser, manfaatnya terasa praktis karena kebutuhan mengakses data pribadi sering muncul justru di area yang ramai.

Enam fitur itu menunjukkan bahwa nilai sebuah ponsel konser tidak hanya ditentukan oleh kemampuan zoom atau kualitas kamera utama. Pengalaman merekam, mengedit, membagikan konten, hingga menjaga privasi di tengah kerumunan justru menjadi faktor yang membuat Galaxy S26 Ultra terasa paling sering dipakai selama enam bulan terakhir.

Source: tekno.kompas.com
Terkait