Kemunculan ponsel iQOO baru di Geekbench AI memunculkan sinyal awal untuk lini Z-series berikutnya. Perangkat ini terdaftar dengan nomor model I2514 dan membawa detail chipset yang mengarah ke MediaTek Dimensity 7500.
Temuan ini menarik karena iQOO sebelumnya juga sempat terlihat menyiapkan model Z-series lain. Setelah iQOO I2510 muncul di Geekbench pada Mei dengan Dimensity 6300 dan diduga sebagai iQOO Z11 Lite, kini muncul kandidat lain yang tampaknya berada di kelas berbeda.
Listing Geekbench AI menunjukkan iQOO I2514 ditenagai chip MediaTek MT6881. Konfigurasinya terdiri dari empat inti performa dengan clock 2,6GHz dan empat inti efisiensi pada 2,0GHz.
Susunan inti tersebut mengarah pada dugaan penggunaan Dimensity 7500. Meski nama komersial chipset tidak tertulis langsung di listing, rincian teknisnya menjadi petunjuk utama yang saat ini tersedia.
Selain chipset, database itu juga mencantumkan RAM 12GB. Perangkat tersebut menjalankan Android 16, yang kemungkinan dipadukan dengan OriginOS 6 sebagai antarmuka.
Kombinasi Android 16 dan RAM 12GB memberi gambaran bahwa iQOO menyiapkan perangkat ini dengan fokus pada performa harian yang kuat. Namun, identitas finalnya masih belum dikonfirmasi.
Muncul di Geekbench AI
Berbeda dari listing benchmark CPU biasa, kemunculan di Geekbench AI memberi gambaran awal soal kemampuan pemrosesan AI di perangkat. Ini menjadi relevan karena fitur AI di ponsel kini makin sering dipakai untuk tugas-tugas harian di perangkat.
Skor yang tercatat untuk iQOO I2514 adalah 1.174 pada Single Precision, 1.757 pada Half Precision, dan 2.926 pada Quantized. Angka-angka ini menunjukkan potensi performa AI on-device yang solid untuk penggunaan umum.
Hasil Quantized yang lebih tinggi juga sejalan dengan karakter beban kerja AI yang biasanya bisa diproses lebih cepat dan efisien pada presisi tersebut. Dengan kata lain, perangkat ini tampaknya disiapkan untuk menangani tugas AI ringan hingga menengah langsung di ponsel.
Geekbench AI sendiri tidak mengungkap seluruh spesifikasi perangkat. Karena itu, detail seperti layar, baterai, kamera, kapasitas penyimpanan, dan pengisian daya masih belum diketahui.
Posisi di lini Z-series
Kemunculan model I2514 memperkuat indikasi bahwa iQOO sedang menyiapkan lebih dari satu ponsel Z-series. Sebelumnya, model I2510 sempat terlihat dengan Dimensity 6300 dan dikaitkan dengan nama iQOO Z11 Lite.
Dengan adanya I2514 yang mengarah ke Dimensity 7500, iQOO tampaknya menyiapkan pilihan yang lebih bertenaga di keluarga yang sama. Ini membuka kemungkinan bahwa perangkat tersebut akan menempati posisi di atas varian Lite.
Meski begitu, nama pemasaran resminya masih belum muncul. Belum ada kepastian apakah model ini akan meluncur sebagai iQOO Z11 atau memakai nama lain saat resmi diperkenalkan.
Ketidakjelasan nama ini cukup penting karena nomor model tidak selalu langsung mencerminkan branding akhir. Produsen kadang menggunakan kode internal yang baru dipasangkan ke nama komersial menjelang peluncuran.
Detail yang sudah terungkap
Sejauh ini, informasi yang bisa dipastikan masih terbatas pada data benchmark. Poin utamanya mencakup nomor model I2514, chipset MediaTek MT6881, RAM 12GB, sistem operasi Android 16, serta skor Geekbench AI.
Di luar itu, semua arah pembacaan masih bergantung pada interpretasi dari listing yang tersedia. Karena belum ada pengumuman resmi dari iQOO, detail lengkap perangkat masih menunggu kemunculan di database lain atau peluncuran resminya.
Yang jelas, kehadiran model ini menunjukkan bahwa lini Z-series iQOO belum berhenti berkembang. Fokus pada chipset kelas menengah yang kuat dan kemampuan AI on-device bisa menjadi salah satu daya tarik utama perangkat tersebut saat akhirnya diumumkan.
Source: www.gizmochina.com






