Pasar ponsel gaming kelas menengah kini punya dua nama yang sama-sama menarik perhatian: Infinix GT 50 Pro dan Nubia Neo 5 GT Special Edition. Keduanya dipasarkan di kisaran Rp 6 jutaan, tetapi menawarkan pendekatan yang berbeda untuk menarik pengguna game.
Dari layar AMOLED 144 Hz, tombol trigger, hingga sistem pendingin berbasis cairan, dua ponsel ini tampak bermain di arena yang sama. Namun jika dilihat lebih dekat, ada satu yang unggul di performa mentah, sementara yang lain terasa lebih serius soal menjaga suhu.
Liquid Cooling yang Sama-sama Dipajang, Cara Kerjanya Berbeda
Infinix GT 50 Pro memakai HydroFlow Liquid Cooling yang terdiri dari micro-pump dan vapor chamber seluas sekitar 7.700 mm persegi. Infinix juga menampilkan desain 3D berupa pipa pendingin di punggung perangkat yang bisa terlihat saat sistem bekerja.
Nubia Neo 5 GT Special Edition membawa sistem AquaCore Cooling System dengan cairan yang juga terlihat dari punggung perangkat lewat pipa berbentuk lingkaran di bagian tengah. Bedanya, Nubia tidak hanya mengandalkan cairan, tetapi juga menambahkan ventilasi udara dan kipas pendingin aktif.
Soal total area pendingin, Nubia sedikit lebih besar dengan 33.652 mm persegi. Infinix GT 50 Pro berada sedikit di bawahnya dengan total area pendingin 32.700 mm persegi.
| Model | Sistem Pendingin | Area Pendingin | Pembeda Utama |
|---|---|---|---|
| Infinix GT 50 Pro | HydroFlow Liquid Cooling | 32.700 mm persegi | Micro-pump dan vapor chamber |
| Nubia Neo 5 GT Special Edition | AquaCore Cooling System | 33.652 mm persegi | Cairan, ventilasi udara, dan kipas aktif |
Performa dan Baterai, Infinix Lebih Ngebut
Di atas kertas, Infinix GT 50 Pro membawa chipset Dimensity 8400 Ultimate dengan kecepatan hingga 3,25 GHz dan GPU Mali-G720 MC7. Nubia Neo 5 GT Special Edition memakai Dimensity 7400 dengan CPU octa-core hingga 2,6 GHz dan GPU Mali-G615 MC2.
Artinya, Infinix GT 50 Pro memang berada satu level di atas Nubia untuk urusan tenaga olah data. Keduanya sama-sama hadir dengan RAM 12 GB dan storage 256 GB, sementara Infinix juga punya opsi storage 512 GB.
Di sisi baterai, Nubia Neo 5 GT Special Edition membawa kapasitas 6.210 mAh dengan pengisian cepat 80 watt. Infinix GT 50 Pro sedikit lebih besar dengan baterai 6.500 mAh, tetapi pengisian kabelnya 45 watt dan dilengkapi wireless charging 30 watt.
| Model | Chipset | Baterai | Pengisian Daya |
|---|---|---|---|
| Infinix GT 50 Pro | Dimensity 8400 Ultimate | 6.500 mAh | 45 watt, wireless charging 30 watt |
| Nubia Neo 5 GT Special Edition | Dimensity 7400 | 6.210 mAh | 80 watt |
Layar Sama, Fitur Gaming Sama-Sama Ramai
Kedua ponsel sama-sama memakai layar AMOLED 6,8 inci dengan resolusi 1,5K dan refresh rate 144 Hz. Kombinasi ini membuat animasi terasa lebih mulus dibanding panel 120 Hz atau 60 Hz yang umum dipakai di kelas lain.
Di bagian desain, keduanya tampil futuristik dengan ciri khas ponsel gaming. Infinix GT 50 Pro dibekali lampu RGB Mecha Light di belakang dan tombol kapasitif GT Trigger yang sensitif terhadap tekanan.
Nubia Neo 5 GT Special Edition juga punya shoulder trigger bernama Neo Triggers, plus lampu RGB di beberapa sisi perangkat termasuk kipas pendinginnya. Untuk mendukung permainan, Infinix mengandalkan XArena, sedangkan Nubia membawa Demi AI Copilot.
Keduanya juga menawarkan stereo speaker untuk pengalaman audio yang lebih penuh saat bermain. Dalam pemberitaan tekno.kompas.com, dua perangkat ini memang diposisikan sebagai alternatif menarik bagi pengguna yang mencari ponsel gaming menengah dengan pendinginan cair.
Harga Mirip, Pilihannya Jadi Soal Prioritas
Infinix GT 50 Pro dan Nubia Neo 5 GT Special Edition sama-sama dijual Rp 6.999.000 untuk varian 12/256 GB. Khusus Infinix GT 50 Pro, ada juga varian 12/512 GB yang dibanderol Rp 7.999.000.
Jika prioritas utama adalah performa gaming paling tinggi, Infinix GT 50 Pro lebih masuk akal karena membawa chipset yang lebih kencang. Namun jika yang dicari adalah suhu yang lebih terjaga saat bermain lama, Nubia Neo 5 GT Special Edition menawarkan pendingin aktif yang tidak dimiliki rivalnya.
Pilihan akhirnya bergantung pada kebutuhan masing-masing pengguna, apakah mengejar tenaga lebih besar atau sesi bermain yang terasa lebih adem.
Source: tekno.kompas.com






