HMD Global kembali menghidupkan nama Asha lewat bocoran HMD Asha 505, sebuah ponsel yang terlihat lebih nostalgia daripada ambisius. Desainnya langsung memancing perhatian karena mengingatkan pada Lumia 830, sementara arah produknya tetap jelas menyasar pengguna yang mencari perangkat murah dan sederhana.
Bocoran dari smashx_60 menunjukkan bahwa HMD tidak sedang mengejar kelas premium untuk lini ini. Sebaliknya, perusahaan tampak ingin menawarkan ponsel yang cocok untuk kebutuhan dasar, termasuk untuk anak-anak atau pengguna yang hanya butuh smartphone sederhana.
Desain yang Akrab bagi Penggemar Nokia
Bagian paling menonjol dari HMD Asha 505 ada di modul kamera belakangnya. Bentuknya disebut sangat mirip dengan Nokia Lumia 830 lawas, dengan susunan kotak yang akan terasa familiar bagi penggemar lama Nokia.
Menariknya, perangkat ini tidak memakai bahasa desain “Skyline” di bagian depan yang belakangan dipakai HMD pada sejumlah ponsel barunya. Itu membuat Asha 505 terlihat seperti perpaduan antara nostalgia dan pendekatan yang sangat sederhana.
Spesifikasi Masih di Kelas Entry-Level
| Komponen | Detail |
|---|---|
| Layar | 5 inci, 720p, refresh rate 60Hz |
| Kamera belakang | 8MP |
| Kamera depan | 5MP |
| RAM | 4GB |
| Penyimpanan | 64GB |
| Baterai | 3.000mAh |
| Sistem operasi | Android 14 Go Edition |
| Chipset | Unisoc octa-core, belum disebutkan modelnya |
Dengan bekal itu, HMD Asha 505 jelas diposisikan sebagai perangkat entry-level. Meski begitu, ponsel ini tetap bisa menjalankan aplikasi media sosial karena berbasis Android 14 Go Edition, sehingga bukan perangkat yang dirancang untuk benar-benar lepas dari dunia digital.
Jika dibandingkan dengan HMD Touch 4G yang berbasis RTOS, Asha 505 menawarkan pengalaman yang lebih fleksibel. Artinya, pengguna masih mendapat akses ke aplikasi smartphone yang umum dipakai sehari-hari.
Arah Produk untuk Segmen yang Sangat Spesifik
Kehadiran nama Asha kembali terasa seperti upaya HMD membaca ulang kebutuhan pasar yang lebih sederhana. Seri ini dulu dikenal untuk membawa pengalaman touchscreen dasar ke pasar berkembang, dan versi barunya tampak mengikuti semangat itu dalam bentuk yang lebih modern.
Gizmochina melaporkan bahwa pendekatan seperti ini bisa menarik perhatian orang tua, guru, atau siapa pun yang menginginkan ponsel murah dengan fungsi esensial. Di sisi lain, karakter sederhananya juga membuat perangkat ini cocok untuk anak-anak atau pengguna yang tidak membutuhkan spesifikasi tinggi.
Untuk saat ini, harga dan tanggal peluncuran pasti belum diumumkan. Namun, bocoran yang beredar mengarah pada kesan bahwa pengenalan resminya tidak akan terlalu lama lagi.
HMD Asha 505 mungkin bukan ponsel yang mengejar performa atau tren besar, tetapi justru di situlah letak posisinya. Dengan desain bernuansa Lumia, layar 5 inci, dan baterai 3.000mAh, perangkat ini tampak disiapkan untuk mengisi celah yang tidak banyak disentuh ponsel modern saat ini.
Apabila bocoran ini akurat, HMD sedang menyiapkan satu lagi opsi nostalgia yang fungsional, bukan sekadar pajangan nama lama. Bagi pengguna yang mencari sesuatu yang simpel, murah, dan tetap bisa menjalankan aplikasi penting, Asha 505 berpotensi menjadi jawaban yang pas.
