OpenAI tampaknya sedang menyiapkan perangkat konsumen yang jauh berbeda dari smartphone. Alih-alih ponsel, perusahaan itu disebut tengah mengembangkan speaker AI portabel tanpa layar yang bisa dibawa dari satu ruangan ke ruangan lain.
Yang membuat perangkat ini menonjol bukan cuma konsepnya sebagai speaker pintar, tetapi juga kemampuannya bergerak dan berinteraksi lebih natural. Menurut laporan Bloomberg yang dikutip www.gizmochina.com, perangkat ini dirancang sebagai teman pribadi yang menggabungkan AI percakapan dengan elemen hardware yang lebih hidup.
Desain tanpa layar, tapi lebih “hidup”
Perangkat tersebut disebut akan mengusung baterai isi ulang, kamera, dan sensor bawaan untuk membantu memahami lingkungan sekitar. Dengan bekal itu, speaker ini diharapkan bisa merespons dengan lebih cerdas dibanding speaker pintar konvensional.
Selain itu, desainnya kabarnya memanfaatkan elemen mekanis yang memungkinkan perangkat bergerak. Pendekatan ini membuat interaksi terasa lebih seperti berhadapan dengan asisten yang punya kepribadian, bukan sekadar kotak suara yang diam di satu tempat.
GPT-Live jadi mesin utamanya
Speaker AI ini disebut akan berjalan dengan GPT-Live, teknologi suara percakapan milik OpenAI yang bisa mendengar dan merespons secara real time. Fungsinya tidak jauh dari speaker pintar lain, termasuk mengontrol perangkat rumah, memutar musik, menjawab pertanyaan, dan membaca pesan.
Namun ada satu hal yang membuat proyek ini terasa berbeda. Perangkat tersebut dikabarkan akan mempelajari pemiliknya secara bertahap dengan mengakses informasi pribadi, sehingga bisa mengantisipasi permintaan dan memberi respons yang lebih personal dari waktu ke waktu.
| Fitur yang Disebut | Keterangan | Dampak ke Pengguna |
|---|---|---|
| Tanpa layar | Speaker AI portabel | Lebih ringkas dan mudah dibawa |
| Baterai isi ulang | Bisa dipindahkan antar-ruangan | Lebih fleksibel dipakai di rumah |
| Kamera dan sensor | Membaca lingkungan sekitar | Respons bisa lebih kontekstual |
| Elemen mekanis bergerak | Memberi kesan lebih hidup | Interaksi terasa lebih natural |
| GPT-Live | Suara percakapan real time | Lebih cepat untuk tanya-jawab dan kontrol rumah |
Masih jauh, tapi sudah punya arah yang jelas
Perangkat ini dikembangkan dengan bantuan mantan eksekutif Apple, termasuk anggota LoveFrom milik Jony Ive. Kolaborasi itu memperkuat kesan bahwa OpenAI ingin membuat produk yang bukan hanya canggih secara software, tetapi juga menonjol dari sisi desain dan pengalaman pakai.
OpenAI disebut menargetkan perangkat ini hadir pada 2027, meski beberapa laporan menyebut detail tambahan bisa muncul lebih awal tahun ini. Harga belum diumumkan, tetapi satu laporan memperkirakan banderolnya berada di kisaran $200 hingga $300.
Proyek ini juga belum lepas dari masalah hukum. Apple menggugat OpenAI soal dugaan pencurian rahasia dagang, dengan klaim bahwa OpenAI merekrut karyawan kunci dan memakai informasi rahasia, tuduhan yang dibantah OpenAI.
Di tengah sengketa itu, OpenAI disebut tetap yakin speaker AI buatannya berbeda jauh dari produk rumah pintar Apple yang sedang disiapkan. Jika benar terwujud, perangkat ini bisa menjadi langkah awal OpenAI masuk ke pasar hardware dengan pendekatan yang lebih personal daripada sekadar asisten suara biasa.
