Motorola Cuma Bawa Razr Fold 256 GB ke Indonesia, Ini Alasan Stylus Masih Absen

Author: Qoo Media

Motorola memilih langkah yang cukup berani untuk Razr Fold di Indonesia: hanya satu varian 12 GB/256 GB yang dijual, tanpa opsi 512 GB. Di saat yang sama, stylus yang sudah didukung layar ponsel lipat ini juga belum masuk paket penjualan.

Keputusan itu bukan tanpa alasan. Motorola menempatkan baterai, kamera, dan chipset sebagai prioritas utama, sementara kapasitas penyimpanan yang lebih besar dinilai bukan kebutuhan paling mendesak bagi sebagian besar pengguna.

Kenapa Razr Fold hanya 256 GB?

Product Portfolio Head Motorola Indonesia Zulfahmi mengatakan perencanaan produksi dilakukan jauh hari, bahkan bisa sekitar setengah tahun sebelumnya. Dalam tahap itu, perusahaan menimbang harga memori dan manfaat yang paling terasa bagi konsumen.

Menurut dia, memilih 512 GB bukan satu-satunya cara untuk memberi nilai lebih. Motorola lebih memilih menghadirkan baterai 6.000 mAh, chipset Snapdragon 8 Gen 5, serta kamera yang lebih kuat karena tiga sektor itu dinilai memberi dampak jangka panjang.

“Ketika kami memberikan baterai 6.000 mAh, kapasitas tersebut akan terus memberikan manfaat selama perangkat digunakan. Begitu pula ketika kami memberikan chipset dan kamera yang lebih baik,” ujar Zulfahmi saat peluncuran di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Motorola juga menilai kebutuhan penyimpanan masih bisa terbantu oleh layanan cloud dan koneksi internet. Sebaliknya, kapasitas baterai dan performa chipset tidak punya pengganti yang mudah setelah ponsel dibeli.

Razr Fold sendiri dibekali RAM LPDDR5X 12 GB dan penyimpanan UFS 4.1 256 GB. Di bagian kamera, perangkat ini membawa tiga kamera belakang 50 MP, dengan kamera utama memakai sensor Sony LYTIA 828 dan kamera periskop Sony LYTIA 600.

Bagian Spesifikasi Utama
Memori RAM LPDDR5X 12 GB, penyimpanan UFS 4.1 256 GB
Baterai 6.000 mAh
Chipset Snapdragon 8 Gen 5
Kamera Belakang Tiga kamera 50 MP, kamera utama Sony LYTIA 828, kamera periskop Sony LYTIA 600

Motorola belum menutup kemungkinan menghadirkan varian 512 GB di masa depan. Opsi itu disebut bisa dipertimbangkan jika basis pengguna Motorola di Indonesia semakin besar.

Bagaimana Nasib Stylus Razr Fold?

Walau layarnya sudah mendukung pena digital, stylus belum dijual sebagai aksesori resmi dan belum disertakan dalam paket penjualan. Zulfahmi menegaskan bahwa dari sisi hardware, kemampuan itu memang sudah tersedia di perangkat.

Motorola melihat stylus masih menjadi segmen khusus. Meski begitu, pengguna yang terbiasa memakai pena digital dinilai biasanya punya loyalitas yang tinggi.

Fokus perusahaan saat ini adalah memperluas jangkauan pasar Razr Fold terlebih dahulu. Harga tetap menjadi pertimbangan, karena Motorola ingin perangkat ini tetap bisa diakses lebih banyak konsumen.

“Kami ingin menjaga agar perangkat tetap dapat diakses oleh lebih banyak konsumen,” kata Zulfahmi.

Belum ada kepastian kapan stylus resmi untuk Razr Fold akan meluncur. Motorola masih mempelajari waktu yang tepat untuk memperluas ekosistem aksesori, dan langkah itu baru dinilai lebih masuk akal saat basis pengguna sudah berkembang lebih besar.

Terbaru