Kementerian Keuangan kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada video yang mengatasnamakan Menteri Keuangan dan menawarkan program dana hibah. Informasi yang beredar di media sosial itu dipastikan tidak benar setelah ditelusuri oleh Kemenkeu.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa penipuan digital kini semakin rapi, termasuk dengan memanfaatkan teknologi manipulasi seperti deepfake. Dalam video yang beredar, publik diajak mendaftar agar bisa menerima bantuan dana dengan nominal tertentu, padahal program itu tidak pernah diluncurkan.
Video Deepfake yang Menyamar sebagai Menteri Keuangan
Melalui kanal resmi PPID Kementerian Keuangan, pemerintah menegaskan bahwa konten tersebut merupakan hoaks. Kemenkeu menyebut video itu dibuat untuk meniru sosok Menteri Keuangan dengan bantuan teknologi manipulasi digital.
Penegasan ini penting karena pesan yang dibawa video tersebut tampak meyakinkan dan menyasar kebutuhan masyarakat akan bantuan dana. Namun, Kemenkeu memastikan tidak ada program bantuan dana hibah seperti yang diklaim di dalamnya.
Imbauan agar Warga Lebih Waspada
PPID Kementerian Keuangan meminta masyarakat tidak langsung menindaklanjuti informasi bantuan dana atau hibah yang muncul di media sosial, aplikasi pesan instan, maupun nomor WhatsApp pribadi yang memakai nama pejabat pemerintah. Seluruh kebijakan, program, dan pengumuman resmi Kemenkeu hanya disampaikan lewat kanal komunikasi resmi yang dikelola kementerian.
Warga juga diminta memverifikasi setiap informasi sebelum membagikan atau menghubunginya lebih jauh. Langkah ini penting agar masyarakat tidak terjebak konten menyesatkan yang bisa berujung pada penipuan atau pencurian data pribadi.
Risiko Penipuan di Balik Modus Bantuan Instan
Kemenkeu mengingatkan bahwa konten seperti ini bisa dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk mengumpulkan data pribadi. Modusnya kerap disamarkan sebagai pendaftaran bantuan, lalu korban diarahkan untuk memberikan informasi sensitif atau menghubungi nomor tertentu.
Masyarakat diminta lebih berhati-hati bila menerima tawaran bantuan dana yang terdengar terlalu mudah, apalagi jika disertai permintaan biaya administrasi. Hal serupa juga patut dicurigai jika ada ajakan membagikan data pribadi melalui jalur yang tidak jelas.
Dengan demikian, klaim mengenai program baru dana hibah yang dikelola langsung oleh Menteri Keuangan dapat dipastikan hoaks. Kemenkeu menegaskan masyarakat sebaiknya hanya mengacu pada informasi resmi dan segera melaporkan konten mencurigakan bila menemukannya di platform digital.
