Nubia menyiapkan ponsel yang tidak hanya menjawab perintah, tetapi dirancang untuk menjalankan rangkaian tugas lintas aplikasi secara mandiri. Perangkat ini diperkenalkan sebagai smartphone AI agent pertama di dunia menjelang World Artificial Intelligence Conference atau WAIC 2026 di Shanghai.
Konsep utamanya adalah AI yang memahami tujuan pengguna, menyusun langkah, lalu melakukan tindakan yang diperlukan. Jika implementasinya berjalan sesuai klaim perusahaan, interaksi dengan ponsel dapat bergeser dari sekadar memberi instruksi satu per satu menjadi menyerahkan pekerjaan rutin kepada sistem AI.
Dirancang untuk Menangani Tugas Bertahap
Menurut informasi yang dibagikan Nubia melalui unggahan Weibo, perangkat ini bukan sekadar konsep teknologi. Ponsel tersebut disebut sebagai produk flagship yang telah disiapkan untuk produksi massal, meski spesifikasi seperti prosesor, RAM, dan baterai belum diumumkan.
Presiden Nubia, Ni Fei, menyatakan perusahaan telah menyelesaikan pendaftaran model AI skala besar yang menjadi fondasi sistem tersebut. Nubia juga mengintegrasikan Doubao, asisten AI mobile milik ByteDance, untuk mendukung pengalaman AI yang lebih “agentic”.
Berbeda dari asisten virtual yang umumnya berhenti pada pemberian jawaban, AI agent ditujukan untuk meneruskan instruksi menjadi tindakan. Sistem ini diklaim dapat berpindah aplikasi, mengakses data yang dibutuhkan, dan menyelesaikan alur kerja berdasarkan perintah teks atau suara alami.
| Jenis sistem AI | Kemampuan utama | Contoh penggunaan |
|---|---|---|
| Asisten AI tradisional | Menjawab, menulis, atau menerjemahkan | Membuat teks atau menjawab pertanyaan |
| AI Agent Nubia | Memahami tujuan, merencanakan langkah, dan bertindak lintas aplikasi | Mengatur perjalanan dari pencarian hingga penyimpanan dokumen |
Contoh Perintah yang Diusung Nubia
Nubia menggambarkan skenario ketika pengguna meminta tiket kereta ke Beijing untuk keesokan pagi dan meminta e-ticket disimpan ke folder Travel. Dalam konsep tersebut, AI tidak hanya mencari informasi, melainkan juga mengeksekusi tahapan yang terkait dengan pemesanan serta pengarsipan dokumen.
Contoh lain adalah mencari email dari atasan tentang laporan kuartal kedua, mengubah draf presentasi Google Slides berdasarkan poin di email, lalu menjadwalkan rapat dengan tim. Kemampuan seperti ini menjadi pembeda utama antara AI agent dan fitur AI yang hanya menghasilkan teks atau hasil pencarian.
GadgetVIVA melaporkan bahwa Nubia menempatkan kemampuan otomatisasi ini sebagai inti dari perangkat barunya. Klaim “pertama di dunia” tersebut bertumpu pada kemampuan AI untuk melakukan tugas kompleks pada level sistem, bukan hanya menawarkan asisten percakapan.
Debut di Panggung WAIC 2026
Ponsel ini dijadwalkan tampil pada WAIC 2026 yang berlangsung di Shanghai pada 17–20 Juli. Konferensi tersebut menjadi panggung penting bagi industri kecerdasan buatan dan dihadiri perusahaan teknologi besar, termasuk Huawei, Alibaba, Tencent, serta NVIDIA.
Keputusan memperkenalkan perangkat di WAIC menunjukkan ambisi Nubia untuk mempertegas posisinya dalam pengembangan AI on-device. Namun, perusahaan belum mengungkapkan rincian soal ketersediaan pasar global maupun perangkat keras yang menopang fitur tersebut.
Empat Warna dan Desain Kamera Horizontal
Dari materi visual yang dibagikan, ponsel baru Nubia hadir dalam empat varian warna, yakni hitam, pink muda, perak, dan biru. Logo nubia ditempatkan di bagian tengah belakang perangkat untuk mempertahankan tampilan yang bersih dan minimalis.
Modul kameranya memakai bentuk horizontal menyerupai pil dan menampung tiga lensa. Desain itu memberi kesan futuristik, sekaligus membedakan perangkat ini dari banyak ponsel yang masih mengandalkan modul kamera vertikal atau persegi.
| Elemen | Informasi yang diungkap |
|---|---|
| Varian warna | Hitam, pink muda, perak, dan biru |
| Kamera belakang | Tiga lensa dalam modul horizontal berbentuk pil |
| Status produk | Flagship yang disebut siap diproduksi massal |
Privasi dan Akurasi Jadi Ujian Utama
Potensi AI agent juga membawa risiko yang tidak kecil karena sistem perlu mengakses email, kalender, dokumen, dan aplikasi lain agar dapat bekerja otomatis. Perlindungan data akan menjadi faktor penting, terutama ketika AI diberi izin untuk melakukan tindakan atas nama pengguna.
Akurasi perintah juga menentukan apakah fitur ini benar-benar membantu atau justru menimbulkan masalah. Kesalahan memahami instruksi dapat berujung pada email yang terkirim keliru, agenda yang berubah, atau tindakan lain yang semestinya memerlukan konfirmasi pengguna.
Nubia masih harus membuktikan bahwa otomatisasi tersebut aman, mudah dikoreksi, dan dapat dipercaya dalam penggunaan sehari-hari. Debut perangkat pada WAIC 2026 akan menjadi momen awal untuk melihat seberapa jauh AI Agent dapat membawa ponsel bekerja lebih mandiri.







