Intel menyiapkan System-on-Chip (SoC) bernama Starfire untuk membawa pemrosesan kecerdasan buatan langsung ke satelit dan pesawat luar angkasa. Chip ini dirancang agar perangkat di orbit dapat menyaring data serta mengambil keputusan secara lokal tanpa selalu menunggu transfer data ke pusat komputasi di Bumi.
Kemampuan komputasi onboard menjadi penting ketika misi harus menghadapi jeda komunikasi dan volume data yang besar. Intel memadukan CPU, GPU, serta Neural Processing Unit atau NPU dalam satu chip yang juga disiapkan untuk kondisi lingkungan antariksa yang ekstrem.
Dua Varian untuk Kebutuhan Daya Berbeda
Starfire akan tersedia dalam dua konfigurasi, yakni varian hemat daya dengan TDP 10W dan varian performa dengan TDP 35W. Intel menargetkan pengiriman sampel chip tersebut pada kuartal ketiga tahun ini.
Keduanya memakai CPU delapan inti yang dibuat dengan proses Intel 18A. Susunan prosesornya terdiri atas empat performance core atau P-core dan empat efficiency core atau E-core.
| Konfigurasi | TDP | Kecepatan P-core | Kecepatan E-core |
|---|---|---|---|
| Hemat daya | 10W | 1,0 GHz | 850 MHz |
| Performa | 35W | 3,1 GHz | 2,1 GHz |
Model 10W diarahkan untuk sistem yang harus menjaga konsumsi energi serendah mungkin. Sementara itu, model 35W ditujukan bagi wahana yang memiliki ruang daya lebih besar untuk menjalankan beban komputasi lebih cepat.
NPU hingga 75 TOPS untuk AI Onboard
Nilai utama Intel Starfire ada pada NPU khusus untuk menjalankan tugas AI di dalam wahana. Varian hemat daya menawarkan kinerja hingga 45 TOPS INT8, sedangkan varian performa dapat mencapai 75 TOPS INT8.
Keberadaan NPU memungkinkan data dari instrumen satelit diolah lebih dekat ke sumbernya. Pendekatan ini dapat membantu perangkat memilih data yang perlu dikirim ke Bumi dan memproses pekerjaan AI secara real-time di orbit.
| Komponen | Varian 10W | Varian 35W |
|---|---|---|
| NPU | Hingga 45 TOPS INT8 | Hingga 75 TOPS INT8 |
| GPU | 800 MHz hingga 1,0 GHz | Hingga 2,0 GHz |
| CPU | 8 inti | 8 inti |
Untuk grafis dan komputasi paralel, kedua chip membawa graphics tile berbasis proses Intel 3. GPU tersebut memiliki empat core Xe dengan total 64 Execution Units atau EU.
Frekuensi GPU pada model hemat daya berada pada rentang 800 MHz sampai 1,0 GHz. Pada model performa tinggi, kecepatannya ditingkatkan hingga 2,0 GHz untuk memberi ruang lebih bagi pekerjaan grafis dan komputasi berat.
Dirancang Hadapi Suhu dan Radiasi Antariksa
Tantangan terbesar perangkat elektronik di luar angkasa bukan hanya kebutuhan daya, melainkan juga suhu ekstrem dan radiasi kosmik. Starfire dirancang untuk beroperasi pada suhu junction mulai dari minus 55 derajat Celsius hingga 125 derajat Celsius.
Dokumentasi Intel juga mencatat sertifikasi radiation-hardening untuk total ionizing dose, single-event latch-up, dan single-event effects. Kualifikasi ini penting karena radiasi pengion dapat mengubah bit pada memori maupun rangkaian logika, sehingga berisiko mengganggu data dan sistem.
Paparan radiasi dalam jangka panjang juga dapat mengurangi usia pakai perangkat keras di orbit. Karena itu, chip kelas antariksa perlu melewati pengujian ketat sebelum digunakan dalam sebuah misi.
Dengan kombinasi CPU 18A, GPU Intel 3, dan NPU dalam satu SoC, Intel membidik kebutuhan AI satelit yang semakin besar. Starfire diposisikan untuk misi yang membutuhkan pemrosesan real-time sambil tetap memenuhi batas ukuran, bobot, dan daya yang ketat pada sistem antariksa.
