Xiaomi menghadirkan Smart Solar Camera 4 Pro 4G Dual-Camera Edition untuk pengawasan luar ruang yang tidak bergantung pada Wi-Fi maupun stopkontak. Perangkat ini ditujukan untuk lokasi seperti kebun, area konstruksi, atau titik terpencil yang tetap membutuhkan pemantauan jarak jauh.
Daya tarik utamanya ada pada kombinasi panel surya, baterai besar, dan dua kamera 3K yang bekerja bersama untuk memantau sekaligus mengikuti objek bergerak. Dengan pendekatan ini, satu kamera dapat mengawasi area luas sementara kamera lain mengunci pergerakan subjek.
Dirancang untuk Lokasi Minim Infrastruktur
Xiaomi Smart Solar Camera 4 Pro 4G memakai baterai berkapasitas 9.900mAh dan panel surya 7,6W. Xiaomi menyebut kombinasi tersebut dapat menyediakan daya berkelanjutan tanpa pengisian manual secara rutin.
Alih-alih memakai jaringan nirkabel rumah, perangkat mengandalkan sistem dual SIM 4G bawaan. Kamera dapat berpindah jaringan secara otomatis untuk menjaga koneksi, serta menyertakan data gratis untuk pemantauan jarak jauh melalui aplikasi Mi Home.
| Komponen | Detail | Fungsi |
|---|---|---|
| Baterai | 9.900mAh | Mendukung penggunaan mandiri di luar ruang |
| Panel surya | 7,6W | Menyuplai daya tanpa ketergantungan stopkontak |
| Koneksi | Dual SIM 4G | Memantau kamera saat Wi-Fi tidak tersedia |
| Penyimpanan | microSD hingga 256GB | Menyimpan rekaman secara lokal |
Dua Kamera 5MP dengan Peran Berbeda
Kedua kamera dibekali sensor 5MP yang merekam video beresolusi 3K dan menggunakan lensa dengan bukaan f/1.6. Salah satunya berupa kamera sudut lebar tetap untuk memantau lingkungan secara umum.
Kamera kedua membawa mekanisme pan-tilt-zoom dengan pergerakan horizontal hingga 355 derajat dan vertikal hingga 95 derajat. Sistem AI tracking menghubungkan kerja keduanya sehingga kamera bergerak dapat mengikuti orang atau objek yang terdeteksi.
Kemampuan tersebut membuat kamera keamanan 4G ini tidak hanya merekam satu sudut statis. Pengguna dapat memperoleh cakupan area yang lebih luas sambil tetap memiliki rekaman yang lebih fokus ketika ada aktivitas.
Rekaman Malam Berwarna dan Penyimpanan Lebih Hemat
Pada kondisi gelap, perangkat menggunakan kombinasi lampu inframerah dan LED putih untuk pengawasan malam hari. Sistem akan memakai penglihatan malam inframerah sebagai mode awal, lalu menyalakan LED putih saat mendeteksi manusia agar rekaman dapat diambil dalam warna.
Xiaomi juga menyertakan sistem Always-On Video untuk mengelola penggunaan ruang penyimpanan lokal. Saat lingkungan sepi, kamera merekam time-lapse satu frame setiap dua detik dan diklaim dapat memangkas konsumsi penyimpanan sekitar 90 persen.
Perekaman normal akan kembali aktif ketika perangkat mengenali manusia atau kendaraan. Pola ini memungkinkan pemantauan berkelanjutan tanpa membuat kartu microSD cepat penuh oleh rekaman tanpa aktivitas penting.
Siap Menghadapi Cuaca dan Aktivitas Mencurigakan
Untuk pemakaian di luar ruangan, perangkat memiliki sertifikasi IP66 terhadap debu dan air. Kamera ini juga membawa audio dua arah dengan pengurangan kebisingan, sehingga pengguna dapat berkomunikasi dari jarak jauh melalui aplikasi.
Saat mendeteksi aktivitas tidak biasa, kamera dapat mengaktifkan sirene dan lampu berkedip sekaligus mengirimkan notifikasi ke ponsel pengguna. Perangkat ini juga terintegrasi dengan platform HyperOS Connect untuk terhubung ke ekosistem rumah pintar Xiaomi.
Menurut informasi yang dimuat Xiaomi Youpin dan dilaporkan Gizmochina, model ini telah dirilis di China setelah sebelumnya memasuki tahap crowdfunding. Xiaomi memasangnya pada harga 649 yuan untuk pasar China.
Kehadiran panel surya, koneksi seluler, dan dua kamera membuat perangkat ini menyasar kebutuhan pengawasan di tempat yang sulit dijangkau jaringan rumah. Namun, ketersediaan di pasar lain belum disebutkan dalam informasi yang ada.
Source: www.gizmochina.com






