Xiaomi Bawa Shaver Adaptif ke Kelas Murah, Dirancang Cegah Rambut Tertarik

Xiaomi memperluas perangkat perawatan pribadi berharga terjangkau lewat Mijia Electric Shaver yang mengandalkan daya motor adaptif. Fitur ini dirancang agar alat cukur tidak mudah kehilangan tenaga saat menghadapi bagian janggut yang lebih tebal.

Produk tersebut memakai sistem putar tiga kepala dengan dua cincin pemotong, konfigurasi yang umum dijumpai pada shaver elektrik. Namun, Xiaomi menempatkan sensor dan chip internal untuk menyesuaikan keluaran motor secara otomatis berdasarkan hambatan yang diterima pisau.

Menurut informasi yang dilaporkan Gizmochina, chip pada perangkat ini memantau resistansi pisau sekitar 100 kali setiap detik. Saat mendeteksi rambut yang lebih rapat, sistem akan meningkatkan tenaga motor serta kecepatan pisau untuk mengurangi risiko rambut tertarik.

Motor cepat dan kepala cukur mengambang

Motor Mijia Electric Shaver mampu melakukan hingga 5 juta aksi pemotongan per menit. Xiaomi menyebut rancangan mekanisme pemotongnya dapat meningkatkan efisiensi cukur sekitar 48 persen dibandingkan model sebelumnya.

Bagian foil menggunakan bentuk bergelombang tidak beraturan yang dibuat melalui proses metal injection molding atau MIM. Struktur tersebut dipadukan dengan pisau baja tahan karat cekung untuk membantu mengarahkan rambut wajah ke area pemotongan.

Kepala cukurnya ditempatkan pada rangka mengambang 360 derajat agar dapat mengikuti kontur wajah, termasuk area rahang yang lebih bersudut. Pendekatan ini ditujukan untuk menjaga posisi pisau tetap dekat dengan kulit tanpa perlu banyak tekanan.

BagianRincianFungsi
Sistem cukurTiga kepala, dua cincinMenjangkau area wajah lebih luas
Motor5 juta aksi pemotongan per menitMenjaga proses pencukuran tetap cepat
Sensor hambatanPemantauan 100 kali per detikMenyesuaikan tenaga pada rambut tebal
Kepala mengambangGerak 360 derajatMengikuti kontur wajah dan rahang

Fokus pada kenyamanan kulit

Xiaomi juga memberi lapisan mikro-bead pada kepala cukur untuk mengurangi gesekan fisik dengan kulit. Foil-nya dibuat dari baja tahan karat rendah nikel yang disebut memenuhi standar Eropa untuk pelepasan nikel.

Detail tersebut dapat menjadi perhatian bagi pengguna yang sensitif terhadap kontak logam pada kulit. Meski begitu, Xiaomi tidak menyebutkan adanya mode khusus atau pengaturan terpisah untuk tipe kulit tertentu.

Untuk penggunaan harian, Xiaomi Mijia Electric Shaver mendukung pencukuran basah maupun kering berkat sertifikasi IPX7. Ketahanan air ini juga memungkinkan perangkat dibilas setelah digunakan tanpa harus melepas seluruh unit kepala cukurnya.

Shaver ini memiliki engsel pop-up satu tombol yang memudahkan pengguna membuka bagian kepala saat membersihkan sisa rambut. Xiaomi turut menambahkan travel lock agar perangkat tidak aktif tanpa sengaja ketika dibawa dalam tas.

USB-C, pengisian dua jam, dan baterai hingga 90 hari

Perangkat ini menggunakan Shaver USB-C dengan waktu pengisian penuh sekitar dua jam. Xiaomi mengiklankan daya tahan hingga 90 hari, tetapi perhitungan tersebut didasarkan pada pemakaian singkat selama satu menit per hari.

Fitur pass-through charging menjadi nilai tambah karena pengguna masih dapat melanjutkan pencukuran ketika baterai habis di tengah pemakaian. Indikator LED sederhana disediakan untuk menampilkan status daya perangkat.

Untuk pasar Tiongkok, Xiaomi menjual perangkat ini melalui platform Youpin dengan harga ritel 249 yuan. Pada masa peluncuran, harga yang ditawarkan berada di 199,75 yuan.

Shaver IPX7 ini tersedia dalam pilihan warna Meteor Gray, Sky Blue, dan Glacier Silver. Kombinasi ketahanan air, pengisian USB-C, serta pengaturan daya otomatis menjadi pembeda utama yang dibawa Xiaomi ke segmen shaver berbiaya lebih rendah.

Source: www.gizmochina.com
Terkait