OnePlus Setop Rilis HP Baru di AS dan Eropa, Pengguna Masih Dapat Update

Author: Qoo Media

OnePlus mengakhiri peluncuran smartphone baru di Amerika Utara dan Eropa, sebuah keputusan yang menutup fase ekspansi merek tersebut di dua pasar Barat. Bagi pengguna yang sudah memakai perangkat OnePlus, dukungan pembaruan sistem operasi masih akan berjalan untuk perangkat generasi saat ini.

Perubahan strategi ini juga berarti OnePlus 15, yang dipasarkan pada akhir 2025, menjadi lini flagship terakhir yang didistribusikan perusahaan di kedua wilayah tersebut. Konsumen masih dapat membeli perangkat dari stok yang tersedia, tetapi tidak akan ada model baru yang menyusul.

Perubahan Arah di Pasar Barat

Dalam pernyataan resminya, OnePlus menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari penyesuaian strategi global secara proaktif. “Sebagai bagian dari penyesuaian strategi global yang proaktif, OnePlus telah memutuskan untuk mengakhiri peluncuran produk baru di Eropa dan Amerika Utara,” tulis manajemen.

Keputusan itu mengakhiri spekulasi selama beberapa bulan tentang kelanjutan operasi internasional merek yang berada di bawah naungan Oppo tersebut. Sebelumnya, OnePlus sempat membangun kehadiran di Amerika Serikat melalui kemitraan dengan operator besar seperti T-Mobile dan Verizon.

Wilayah Status Produk Baru Kondisi bagi Pengguna
Amerika Utara Peluncuran dihentikan Stok berjalan masih tersedia dan pembaruan tetap diberikan
Eropa Peluncuran dihentikan Stok berjalan masih tersedia dan pembaruan tetap diberikan
China Peluncuran tetap dilanjutkan Menjadi salah satu pasar yang dipertahankan
India Peluncuran tetap dilanjutkan Masih menjadi pasar OnePlus, di tengah rumor tekanan bisnis

Menurut teknologi.bisnis.com yang mengutip laporan Ars Technica, kebijakan tersebut menandai berakhirnya era ekspansi OnePlus di wilayah Barat. Merek ini pertama kali menggebrak pasar ponsel pada 2014 dengan strategi pemasaran agresif dan penawaran spesifikasi tinggi pada harga yang lebih rendah.

Dinamika industri kini berubah dibandingkan saat OnePlus mulai dikenal sebagai penantang pemain besar. Persaingan pasar, regulasi, serta kebutuhan kemitraan dengan operator menjadi tantangan tersendiri, terutama di pasar Amerika Serikat.

OxygenOS Akan Ditinggalkan

Selain menghentikan perangkat baru di dua wilayah, OnePlus juga menyiapkan perubahan penting di sisi perangkat lunak. Perusahaan akan meninggalkan OxygenOS berbasis Android dan beralih sepenuhnya ke ColorOS milik Oppo mulai pembaruan Android 17 secara global.

Peralihan ini akan mengubah ekosistem perangkat lunak yang selama ini menjadi salah satu identitas OnePlus di pasar internasional. Namun, sumber informasi tersebut tidak merinci jadwal penerapan ColorOS untuk tiap model yang masih beredar.

Bagi pemilik perangkat yang sudah ada, kepastian dukungan pembaruan menjadi poin penting dari pengumuman ini. OnePlus menyatakan perangkat generasi berjalan di Amerika Utara dan Eropa tetap memperoleh pembaruan sistem operasi, meski lini produk baru tidak lagi diluncurkan.

China dan India Jadi Fokus Tersisa

Aktivitas peluncuran smartphone baru OnePlus akan disisakan untuk pasar domestik China dan India. Fokus yang lebih sempit itu memperlihatkan upaya perusahaan untuk memusatkan sumber daya pada wilayah yang masih dipertahankan.

Meski demikian, tekanan bisnis internal disebut belum sepenuhnya mereda. Beredar pula rumor mengenai potensi penutupan operasional OnePlus di India pada 2027, tetapi belum ada konfirmasi resmi mengenai rumor tersebut.

Penarikan OnePlus dari pasar Amerika Serikat turut menegaskan kuatnya posisi Apple dan Samsung di kawasan itu. Merek-merek besar China lain juga cenderung berhati-hati untuk masuk lebih jauh karena regulasi yang ketat serta skema kerja sama operator seluler di negara tersebut.

Biaya Komponen Ikut Menekan Strategi

Strategi manufaktur OnePlus juga dipengaruhi kenaikan harga komponen elektronik global setelah kelangkaan material pascapandemi. Kebutuhan industri kecerdasan buatan atau AI terhadap chip memori DRAM dan NAND flash disebut ikut mendorong biaya produksi smartphone.

Dalam analisis yang dikutip teknologi.bisnis.com, komponen RAM kini dapat menyerap biaya lebih dari seperempat total pengeluaran material atau bill of materials untuk merakit ponsel kelas flagship. Kenaikan beban komponen ini menjadi latar penting ketika produsen harus memilih pasar yang paling efektif untuk dipertahankan.

Dengan berhentinya peluncuran di Amerika Utara dan Eropa, OnePlus memasuki babak baru yang lebih terkonsentrasi. Nasib merek tersebut di pasar global kini akan sangat bergantung pada kelangsungan strategi di China dan India, serta kemampuan menyesuaikan diri dengan biaya produksi yang meningkat.

Terbaru