iQOO Neo 11 Pro Diprediksi Usung Layar 2K & Charger 100W, Siap Tantang Flagship Harga Terjangkau

iQOO kembali menjadi sorotan menjelang peluncuran seri terbaru dari lini Neo, yakni iQOO Neo 11 dan iQOO Neo 11 Pro. Meskipun belum diumumkan secara resmi oleh sub-merek Vivo ini, bocoran spesifikasi yang beredar di media sosial Weibo telah mengungkap sejumlah detail penting terkait kedua perangkat tersebut. Informasi ini menunjukkan bahwa iQOO siap meningkatkan standar performa dan fitur pada segmen smartphone kelas menengah-premium.

Spesifikasi Layar dan Baterai yang Ditingkatkan

Berdasarkan bocoran dari tipster Digital Chat Station, baik iQOO Neo 11 maupun Neo 11 Pro diprediksi akan hadir dengan layar berukuran sekitar 6,8 inci dan resolusi 2K. Ini menjadi peningkatan signifikan dari Neo 10 Series tahun lalu yang mengusung layar 6,78 inci beresolusi 1.260 x 2.800 piksel. Selain itu, kedua perangkat baru ini juga dikabarkan akan menyertakan sensor sidik jari ultrasonik dalam layar, fitur yang biasanya hanya ditemukan di smartphone flagship.

Baterai juga menjadi sorotan dalam bocoran terbaru. Meski awalnya sempat dirumorkan akan mengusung kapasitas hingga 7.000mAh, kini disebutkan bahwa seri Neo 11 akan didukung pengisian cepat 100W. Hal ini memang sedikit di bawah iQOO Neo 10 Pro yang menawarkan fast charging 120W, namun tetap berada di atas rata-rata perangkat lain di kelasnya.

Chipset Unggulan untuk Kinerja Maksimal

Sama seperti generasi sebelumnya, iQOO kembali membedakan model Pro dan reguler dari sisi dapur pacu. Neo 11 Pro disebut akan ditenagai oleh chipset MediaTek Dimensity 9500, sementara Neo 11 kemungkinan akan menggunakan Qualcomm Snapdragon 8 Elite (yang diyakini merupakan versi lanjutan dari Snapdragon 8 Gen 3).

Sebagai pembanding, Neo 10 Pro sebelumnya menggunakan Dimensity 9400, sedangkan Neo 10 versi China mengandalkan Snapdragon 8 Gen 3. Kombinasi chipset flagship ini menegaskan bahwa iQOO tetap menempatkan performa sebagai prioritas utama untuk seri Neo, termasuk dengan menyertakan chip gaming internal Q2 buatan iQOO yang telah terbukti memberikan pengalaman bermain yang optimal.

Desain dan Material Premium

Perubahan lain yang menjadi perhatian adalah soal desain bodi. Jika rumor awal menyebut bahwa seri Neo 11 tidak akan menggunakan bingkai tengah berbahan logam, bocoran terbaru justru menyebutkan sebaliknya. Keduanya diperkirakan hadir dengan frame metal, yang tidak hanya memperkuat struktur perangkat tetapi juga memberikan kesan premium.

Melanjutkan Sukses Neo 10 Series

Sebagai informasi, iQOO Neo 10 dan Neo 10 Pro diluncurkan di Tiongkok pada November tahun lalu. Kedua model hadir dengan layar AMOLED melengkung 8T LTPO dan kamera utama 50MP ganda. Di sektor depan, keduanya mengandalkan kamera selfie 16MP serta kapasitas baterai 6.100mAh. Pengisian daya cepat 120W juga menjadi nilai jual utama pada saat itu.

Menariknya, saat masuk ke pasar India pada Mei 2025, iQOO Neo 10 membawa konfigurasi berbeda. Varian India hadir dengan Snapdragon 8s Gen 4 dan baterai 7.000mAh, serta kamera depan beresolusi 32MP. Dengan harga mulai dari Rp6,2 jutaan (Rs. 31.999), ponsel ini membidik segmen pengguna yang mencari performa flagship dalam harga lebih terjangkau.

Harapan dan Persaingan di Kelas Menengah Premium

Dengan kehadiran layar 2K, pengisian daya 100W, serta chipset flagship dari dua vendor ternama, iQOO Neo 11 Series diperkirakan akan bersaing ketat dengan seri populer lainnya seperti Redmi Note 15 Pro+ dan perangkat dari sub-merek lain milik BBK Electronics. Jika iQOO mampu menjaga keseimbangan antara spesifikasi, performa, dan harga, bukan tidak mungkin seri Neo 11 akan menjadi salah satu pilihan utama pengguna di kelas menengah atas.

Kendati belum ada tanggal rilis resmi, antusiasme terhadap Neo 11 dan Neo 11 Pro terus meningkat, terutama di pasar Tiongkok dan India yang menjadi basis utama iQOO. Informasi lebih lanjut mengenai peluncuran global dan ketersediaan di wilayah lain diperkirakan akan muncul dalam beberapa minggu ke depan.

Terkait