Samsung menegaskan bahwa layanan Galaxy AI akan tetap gratis seumur hidup bagi penggunanya, berbeda dengan pendekatan kompetitor seperti Apple yang diperkirakan akan menerapkan skema berlangganan untuk fitur AI unggulan mereka. Pernyataan resmi ini sekaligus menegaskan komitmen Samsung dalam memberikan akses bebas biaya untuk fitur-fitur AI yang semakin penting dalam ekosistem perangkat pintar mereka.
Fitur Galaxy AI Tetap Bebas Biaya
Dalam rilis resmi yang dikutip dari sejumlah media teknologi seperti SamMobile dan Android Authority, Samsung memastikan seluruh fitur utama Galaxy AI tidak akan dikenakan biaya langganan. Beberapa fitur unggulan yang secara permanen gratis di antaranya adalah:
- Live Translate – Terjemahan waktu nyata saat panggilan telepon.
- Note Assist – Ringkasan otomatis untuk catatan pengguna.
- Chat Assist – Membantu dalam interaksi chat berbasis AI.
- Object Eraser dan Auto Eraser – Menghapus objek atau noise pada gambar secara praktis.
- Browsing Assist – Membantu meringkas konten halaman web secara cepat.
Fitur-fitur tersebut pertama kali dikenalkan lewat seri Galaxy S24 pada awal 2024 dan telah diperluas ke perangkat seperti Galaxy Z Fold6, Z Flip6, serta sejumlah perangkat kelas menengah melalui pembaruan One UI 6.1 dan One UI 7 yang tengah diluncurkan.
Kolaborasi dengan Google Gemini
Samsung juga bekerja sama dengan Google untuk menghadirkan fitur AI tambahan yang berbasis Google Gemini. Fitur-fitur ini mencakup penulisan email otomatis, penyuntingan gambar yang lebih canggih, dan perintah suara berbasis AI. Namun, Samsung menjelaskan bahwa beberapa fitur dari Gemini Advanced—termasuk yang tergabung dalam Google One AI Premium—adalah di luar kendali Samsung dan kemungkinan besar akan dikenakan biaya langganan sekitar USD 19,99 per bulan.
Meski demikian, Samsung terbuka untuk mengembangkan solusi AI internal—yang belum dirinci secara teknis—untuk menggantikan fitur Gemini Advanced agar tetap menjaga akses gratis bagi penggunanya.
Pendekatan Berbeda dengan Apple Intelligence
Sementara Samsung memilih strategi AI yang gratis selamanya, Apple telah memperkenalkan Apple Intelligence yang diintegrasikan secara mendalam dalam perangkat iPhone, iPad, dan Mac mereka. Namun, sejumlah analis teknologi dari Bloomberg dan The Verge memprediksi bahwa fitur AI canggih dalam ekosistem Apple akan menggunakan model bisnis berlangganan, khususnya untuk layanan berbasis cloud dan pengeditan tingkat lanjut.
Hal ini menimbulkan pertanyaan bagi para pengguna Apple mengenai biaya tambahan yang harus mereka keluarkan untuk mengakses fitur-fitur AI premium di masa depan. Sebaliknya, dengan menawarkan Galaxy AI secara gratis, Samsung tampaknya mengincar loyalitas pelanggan sekaligus menarik minat konsumen dari platform lain untuk beralih ke ekosistem Galaxy.
Strategi Samsung di Pasar AI 2025
Samsung belum memberikan rincian terkait batasan penggunaan AI berdasarkan model perangkat maupun durasi dukungan. Namun langkah ini menjadi indikator kuat bagaimana perusahaan Korea Selatan ini memposisikan diri dalam persaingan pasar perangkat pintar generatif pada tahun 2025 dan seterusnya.
Keputusan Samsung untuk tetap menyediakan fitur Galaxy AI tanpa biaya langganan dapat memperkuat daya saing mereka, khususnya di segmen pasar yang sensitif terhadap biaya tambahan. Sementara itu, pengamatan akan terus dilakukan mengenai bagaimana strategi Apple Intelligence dan Google Gemini akan berkembang di tengah persaingan teknologi kecerdasan buatan yang semakin ketat.
Dengan hadirnya Galaxy AI yang gratis seumur hidup, Samsung memberikan pilihan menarik bagi pengguna yang menginginkan layanan AI canggih tanpa terbebani biaya bulanan. Hal ini tidak hanya memperkaya pengalaman pengguna, tetapi juga memperkuat ekosistem Galaxy sebagai salah satu pionir inovasi AI di industri smartphone dan perangkat pintar secara keseluruhan.
