Keunggulan Baterai Solid-State untuk Drone: Produksi Massal Resmi Dimulai di Cina

Author: Qoo Media

Inovasi terbaru di bidang teknologi baterai kini membuka peluang baru bagi pengembangan drone. Eve Energy, produsen baterai terkemuka asal Tiongkok, mengumumkan rencana memulai produksi massal baterai solid-state yang dirancang khusus untuk drone. Baterai ini menawarkan berbagai keunggulan signifikan yang dapat memperpanjang durasi terbang dan meningkatkan performa drone secara keseluruhan, dengan target komersialisasi pada tahun 2026 atau 2027.

Peran baterai dalam drone sangat krusial karena hampir 40-50% bobot total drone berasal dari baterai. Dengan penggunaan baterai solid-state, drone bisa mendapatkan peningkatan efisiensi energi dan stabilitas yang lebih baik dibandingkan baterai lithium-ion konvensional. Hal ini membuat baterai solid-state menjadi solusi potensial untuk kebutuhan daya yang semakin tinggi pada drone modern sekaligus menjaga bobot tetap ringan.

Keunggulan Teknologi Baterai Solid-State untuk Drone

Baterai solid-state dari Eve Energy menggunakan elektrolit padat berbasis sulfida yang berbeda dengan elektrolit cair pada baterai lithium-ion biasa. Sel baterai yang diproduksi berkapasitas 10 Ah ini dapat dikombinasikan menjadi paket 60 Ah yang sangat cocok untuk kendaraan udara tak berawak (UAV) dan robot canggih lainnya. Kepadatan energi baterai ini mencapai sekitar 300 Wh/kg, jauh melampaui baterai lithium-ion saat ini yang hanya sekitar 200 Wh/kg.

Meningkatnya kepadatan energi tersebut berarti satuan berat baterai menyimpan energi lebih banyak, sehingga drone dapat terbang lebih lama dengan bobot baterai yang sama atau lebih ringan untuk kapasitas energi setara. Hal ini sangat penting bagi aplikasi drone yang menuntut durasi terbang maksimal tanpa menambah beban berlebih.

Selain kapasitas, baterai solid-state juga memiliki keunggulan dalam hal stabilitas dan performa pada kondisi suhu ekstrem. Sistem elektrolit padat menghilangkan risiko kebocoran dan masalah penguapan elektrolit cair yang acap kali menjadi kendala pada baterai tradisional. Dengan stabilitas termal yang lebih kuat, drone yang menggunakan baterai ini bisa dioperasikan pada berbagai medan dan cuaca keras tanpa kehilangan efisiensi dan keamanan operasional.

Produksi Massal di Cina dan Tantangannya

Pabrik baru Eve Energy yang berlokasi di Chengdu telah mulai menjalankan produksi awal sel baterai solid-state dengan target kapasitas tahunan mencapai 100 MWh pada tahun 2026. Pengembangan teknologi ini diawasi ketat oleh industri global karena potensi revolusioner yang ditawarkannya.

Meski demikian, beberapa pemain besar di industri baterai seperti CATL dan Panasonic masih menilai teknologi solid-state ini terlalu mahal untuk digunakan secara luas dalam kendaraan listrik besar hingga akhir dekade ini. Karena alasan tersebut, Eve Energy fokus terlebih dahulu pada segmen pasar dengan skala lebih kecil seperti drone dan robot.

Perbedaan pengukuran kepadatan energi antara baterai solid-state dan baterai silikon-karbon di ponsel juga menjadi catatan penting. Kepadatan energi volumetrik (Wh/L) dan kepadatan energi gravimetrik (Wh/kg) tidak bisa dibandingkan langsung karena karakteristik berat dan volume elektrolit berbeda. Oleh karena itu, angka sekitar 300 Wh/kg untuk baterai solid-state Eve memberikan gambaran bahwa teknologi ini mampu menyimpan energi lebih padat berdasarkan beratnya.

Dampak bagi Industri Drone dan Robotika

Adopsi baterai solid-state diyakini akan mempercepat pengembangan drone dengan kemampuan terbang lebih lama dan stabilitas yang meningkat. Robot-robot humanoid seperti Tesla Optimus dan perangkat IoT bertenaga AI juga dapat memanfaatkan baterai jenis ini karena kebutuhan daya yang tinggi dan lingkungan kerja yang menantang.

Selain Eve Energy, perusahaan Kanada bernama Avidrone juga memperlihatkan penerapan baterai solid-state dalam drone kargo melalui kerja sama dengan Factorial Energy. Namun, dengan dimulainya produksi massal di pabrik Chengdu, Eve Energy menjadi salah satu yang terdepan dalam membawa teknologi ini dari tahap riset ke penggunaan nyata di dunia.

Kemajuan ini diharapkan dapat mendorong inovasi drone dan robotika secara global. Dengan baterai solid-state yang lebih ringkas, tahan lama, dan aman, pasar drone dapat mengalami lompatan besar yang meningkatkan aplikasi mulai dari pengiriman barang, pengawasan, hingga riset lingkungan di area dengan kondisi ekstrem. Meski masih ada tantangan harga dan adopsi teknologi, langkah Eve Energy menjadi indikasi kemajuan penting dalam teknologi baterai masa depan.

Terbaru