Di tengah derasnya arus informasi digital, anggota DPRD Jawa Timur Lilik Hendarwati mengingatkan bahwa ketahanan keluarga kini menjadi benteng penting untuk menjaga masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak mudah terpengaruh. Ia menilai tantangan di ruang digital tidak cukup dijawab dengan larangan, tetapi perlu penguatan nilai, pendidikan karakter, dan pendampingan yang berkelanjutan.
Peringatan itu muncul setelah perhatian publik tertuju pada dugaan aktivitas perilaku menyimpang dalam sebuah grup media sosial di kawasan Surabaya Timur. Bagi Lilik, peristiwa semacam ini menunjukkan bahwa kemajuan teknologi membawa manfaat besar, tetapi juga membuka risiko baru yang harus diantisipasi bersama.
Keluarga jadi fondasi utama
Lilik menegaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk kepribadian anak. Karena itu, ia menilai penguatan pendidikan karakter dan akhlak harus dimulai dari rumah sebelum diperkuat di sekolah dan lingkungan sosial.
Ia juga mengajak masyarakat Surabaya menjaga nilai agama, moral, budaya, dan ketahanan keluarga sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, semua pihak perlu memiliki kesadaran yang sama agar nilai-nilai itu tetap menjadi pegangan di tengah perubahan zaman.
Edukasi lebih penting daripada saling menyalahkan
Lilik menilai fenomena yang berkembang di ruang digital harus dihadapi dengan pendekatan bijaksana. Edukasi, pendampingan, dan pembinaan berkelanjutan disebutnya lebih tepat dibanding sikap reaktif yang hanya memperbesar kegaduhan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar mampu menyaring informasi, kampanye, dan gaya hidup yang tersebar di media sosial. Kemampuan memilah itu dinilai penting supaya masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh tren yang belum tentu sesuai dengan nilai bangsa.
Kolaborasi lintas pihak dibutuhkan
Menurut Lilik, pembentukan karakter generasi penerus tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Orang tua, sekolah, tokoh agama, pemerintah, dan lingkungan masyarakat perlu terlibat dalam proses yang saling menguatkan.
Ia menegaskan sinergi itu dibutuhkan agar anak-anak tumbuh dengan jati diri yang kuat. Dengan begitu, mereka diharapkan tidak mudah terbawa arus perubahan sosial maupun pengaruh digital yang berkembang sangat cepat.
Investasi jangka panjang untuk ketahanan sosial
Lilik juga meminta masyarakat tidak mengedepankan sikap saling menyalahkan atau memberi stigma saat persoalan sosial muncul. Ia menilai penyelesaian yang konstruktif harus ditempuh melalui dialog, edukasi, dan pembinaan.
Baginya, penguatan ketahanan keluarga bukan hanya urusan rumah tangga, tetapi investasi jangka panjang untuk menjaga kualitas generasi penerus. Langkah itu sekaligus dinilai penting untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat Surabaya di tengah perubahan zaman.
