
Samsung Galaxy S24 FE menawarkan pilihan menarik bagi pengguna yang menginginkan performa flagship dengan harga lebih ramah di kantong. Dengan banderol sekitar Rp10.999.000 untuk varian 256GB, ponsel ini hadir lebih murah sekitar Rp3 juta dibandingkan Samsung Galaxy S24 reguler, dan juga lebih hemat Rp6 juta dibandingkan versi S24 Plus. Bagi konsumen yang selalu menantikan momen diskon flagship, S24 FE adalah alternatif yang cukup menggoda tanpa harus mengorbankan banyak fitur utama.
Harga yang lebih terjangkau ini memang disertai kompromi, terutama pada desain layar. Bezel Samsung Galaxy S24 FE masih terasa lebih tebal dibandingkan S24 reguler yang menggunakan bezel super tipis. Meski sudah mengalami penyempurnaan dibanding generasi FE sebelumnya, bezel ini tetap mencolok saat dibandingkan flagship Samsung yang lain. Namun, kompromi ini menjadi kunci agar perangkat bisa dibanderol dengan harga lebih hemat tanpa mengurangi performa utama.
Performa Chipset yang Hampir Setara Flagship
Samsung Galaxy S24 FE ditenagai oleh chipset Exynos 2400E, varian yang sedikit berbeda dari Exynos 2400 biasa hanya dalam kecepatan CPU, yaitu selisih 0,1 GHz. Perbedaan performa antara keduanya hanya sekitar 3 persen, sehingga pengalaman penggunaan sehari-hari tetap responsif dan lancar. Skor benchmark Antutu v9 bahkan mencapai 1,25 juta, angka yang hampir setara dengan saudaranya yang lebih mahal.
Daya tahan suhu saat pemakaian berat juga menjadi nilai plus. Setelah bermain game berat seperti Genshin Impact selama setengah jam, suhu perangkat hanya mencapai sekitar 45 derajat Celsius, lebih dingin 1-2 derajat dibanding S24 Plus yang bisa menyentuh 47 derajat. Ini berarti Galaxy S24 FE tetap nyaman digunakan untuk gaming dan aktivitas intensif lainnya.
Kemampuan Gaming yang Lancar
Dari sisi gaming, Galaxy S24 FE memberikan pengalaman solid. Mobile Legends untuk frame rate hingga 120 fps, meskipun dengan fluktuasi, tetap terasa mulus. Sementara itu, PUBG Mobile berjalan stabil di 86 fps pada pengaturan tertinggi. Untuk Genshin Impact, performa frame rate sekitar 57 fps selama sesi bermain 30 menit, yang merupakan angka cukup baik di kelasnya.
RAM 8GB sudah menjadi standar saat ini dan cukup untuk kebutuhan main game dan multitasking saat ini. Namun, melihat janji Samsung untuk memberikan update software hingga tujuh tahun ke depan, RAM ini sedikit mengundang tanda tanya soal ketersediaan ruang untuk performa jangka panjang.
Kamera Lengkap dan Konsisten di Berbagai Kondisi
Samsung mengusung paket kamera utama yang solid pada S24 FE, yakni kamera utama 50MP, kamera ultrawide 12MP, dan kamera telephoto 8MP dengan zoom optik 3x. Paket kamera ini berbeda dengan seri seperti A55 yang kamera telephotonya tidak sepenuhnya fungsional. Kualitas foto tampak konsisten di berbagai kondisi pencahayaan.
Warna yang dihasilkan nyaman di mata, dengan dynamic range yang luas dan detail yang tajam, baik saat mengambil objek di langit cerah maupun di bawah naungan pohon. Perekaman video 4K 60fps dari kamera depan juga mengesankan dengan kecerahan wajah tetap terjaga walau pada cahaya yang kuat, serta stabilisasi dan kualitas audio yang baik. Dalam kondisi minim cahaya, performa kamera masih memuaskan meskipun terdapat sedikit noise yang wajar.
Fitur AI Canggih Melengkapi Pengalaman
Samsung memasukkan sejumlah fitur Galaxy AI yang membantu pengguna sehari-hari. Photo Assist yang memungkinkan penghapusan objek tidak diinginkan sudah menjadi standar, tetapi ada juga fitur Sketch to Image untuk konversi coretan menjadi objek digital secara otomatis. Portrait Studio dapat mengubah foto wajah menjadi gambar kartun atau sketsa secara instan.
Fitur tambahan seperti Circle to Search yang memindai langsung QR code, AI Composer untuk membantu membuat email atau caption media sosial, hingga Interpreter yang bisa menerjemahkan bahasa asing langsung lewat mode listening, menegaskan bahwa S24 FE berjalan setara flagship premium. Quick Share memudahkan berbagi file besar ke berbagai platform, membuat pengalaman pengguna Android makin mulus.
Baterai dan Pengisian yang Cukup Memadai
Kapasitas baterai Galaxy S24 FE adalah 4700 mAh, sedikit lebih besar 200 mAh dibanding generasi sebelumnya. Pemakaian streaming YouTube selama satu jam menghabiskan sekitar 6-7 persen baterai, sementara gaming berat seperti Mobile Legends selama 30 menit mengurangi 14 persen dan Genshin Impact sekitar 18 persen. Dengan pemakaian intensif, pengguna mungkin perlu mengisi daya sekitar dua kali sehari.
Pengisian daya dilakukan melalui charger 25 watt yang memang tidak terlalu cepat, tetapi tetap efisien. Pengisian selama lima menit sudah dapat menambah baterai 11 persen, dan dalam waktu setengah jam mencapai 58 persen. Pengisian penuh memerlukan waktu sekitar satu jam sebelas menit. Charger tidak disertakan dalam paket, sehingga pengguna harus membeli secara terpisah.
Material Premium dan Fitur Lengkap
Samsung tetap mempertahankan penggunaan material premium seperti frame aluminium dan Gorilla Glass Victus Plus pada bagian depan dan belakang. Desain sedikit melengkung di sudut membuat perangkat nyaman digenggam. Galaxy S24 FE didukung fitur seperti wireless charging, reverse charging, dan sertifikasi IP68 yang tahan air dan debu.
Port USB-C tidak hanya untuk pengisian daya dan transfer data, tapi juga dapat digunakan sebagai display out dan koneksi Samsung DeX. Speaker stereo menghadirkan audio berkualitas dengan bass yang berisi dan staging suara yang luas. Layar berukuran 6,7 inci menawarkan tingkat kecerahan maksimal 1900 nits dan refresh rate 120Hz yang konsisten di semua aplikasi. Sensor sidik jari di bawah layar juga responsif.
Desain yang Menjadi Sorotan
Meskipun performa dan fitur tergolong flagship, desain S24 FE masih jadi perdebatan karena bezel layarnya dinilai lebih tebal dan lebih mirip dengan seri Galaxy A55 dibandingkan Galaxy S24 reguler. Penempatan tiga kamera secara vertikal pada bagian belakang memang mengikuti bahasa desain Samsung, tapi bezel yang lebih tebal jelas merupakan kompromi untuk menekan biaya produksi.
Pengguna yang mengedepankan estetika bisa menyiasatinya dengan penggunaan wallpaper khusus atau casing tambahan, meskipun itu berarti menambah pengeluaran.
Samsung Galaxy S24 FE membuktikan bahwa ponsel flagship dengan harga lebih terjangkau tetap mampu menghadirkan pengalaman premium dalam hampir semua aspek. Dengan performa hampir sama, kamera lengkap, dan fitur AI yang melimpah, ponsel ini menjadi pilihan menarik di kelas harga Rp10 jutaan. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah desain layar dengan bezel tebal yang mungkin menjadi faktor pertimbangan bagi sebagian pengguna. Dengan komitmen update software selama tujuh tahun, Galaxy S24 FE juga menawarkan nilai jangka panjang yang kuat bagi konsumen Indonesia.
Source: techno.viva.co.id





