
Indonesia dan Inggris memperkuat kerja sama di bidang keamanan siber melalui kolaborasi strategis yang bertujuan membangun ekosistem keamanan digital yang lebih tangguh, inovatif, dan berkelanjutan. Kolaborasi ini difokuskan pada sektor jasa keuangan sekaligus menjadi upaya penguatan ketahanan siber nasional dalam menghadapi ancaman global yang semakin kompleks.
Dalam sebuah diskusi meja bundar bertajuk Cybersecurity in Financial Services, Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI) menggandeng British Embassy Jakarta untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari kedua negara. Forum ini menjadi ajang penting membahas tantangan, kebijakan, serta peluang kerja sama dalam mengamankan layanan keuangan digital, yang merupakan salah satu sektor krusial bagi perekonomian nasional.
Firlie H Ganinduto, Ketua Umum ADIGSI, menegaskan bahwa fokus utama pertemuan ini adalah memperkuat infrastruktur kritikal serta mendukung transformasi digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia. “Kami berkomitmen untuk membangun ekosistem keamanan siber nasional yang kokoh melalui kemitraan strategis dan berkelanjutan dengan mitra dari Inggris,” ujarnya dalam wawancara dengan wartawan pada Rabu, 29 Oktober 2025.
Firlie menambahkan, kolaborasi internasional seperti ini sangat penting untuk meningkatkan pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik di bidang keamanan siber. Transfer keahlian tersebut diyakini dapat memperkuat sinergi jangka panjang sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. Dengan demikian, posisi Indonesia dalam ekosistem keamanan siber dunia akan semakin diperkuat.
Data menunjukkan bahwa penggunaan internet di Indonesia terus meningkat signifikan. Pada tahun 2024, pengguna internet mencapai 221 juta orang dengan nilai ekonomi digital nasional sebesar 360 miliar dolar AS. Selain itu, tingkat pertumbuhan ekonomi digital mencapai lebih dari 15 persen per tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa transformasi digital menjadi pilar utama pembangunan ekonomi, sementara keamanan siber menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar.
Deputy Head of Mission British Embassy Jakarta, Matthew Downing, menyatakan bahwa misi perdagangan ini merupakan tonggak penting dalam hubungan bilateral Inggris dan Indonesia di bidang keamanan siber. Ia menyebut, kerja sama ini membuka peluang baru untuk kolaborasi strategis dan bisnis dalam waktu dekat. “Kami berharap, sinergi ini dapat terus berlanjut demi mencapai tujuan bersama, yakni pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran antara Inggris dan Indonesia,” kata Matthew.
Matthew juga mengungkapkan bahwa kerja sama keamanan siber ini menjadi bagian dari persiapan penandatanganan Kemitraan Strategis antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa minggu ke depan. Melalui kerangka kemitraan ini, kedua negara berkomitmen memperkuat kerja sama di berbagai bidang, termasuk teknologi dan keamanan digital.
Pentingnya Penguatan Keamanan Siber Nasional
Keamanan siber kini menjadi prioritas utama di tengah maraknya serangan dunia maya yang dapat mengancam kestabilan layanan publik hingga sektor bisnis vital. Firlie menegaskan bahwa memperkuat pertahanan siber tidak hanya menjaga kelangsungan bisnis, tetapi juga melindungi infrastruktur nasional dari ancaman yang semakin canggih.
Dengan dukungan teknologi mutakhir dan kerjasama internasional, pihak ADIGSI dan mitra Inggris berusaha meminimalisasi risiko serangan siber sekaligus membangun kemampuan untuk merespon insiden secara cepat dan tepat.
Peluang Kolaborasi Berkelanjutan antara Indonesia dan Inggris
Kerja sama ini juga membuka peluang bagi kedua negara untuk saling bertukar inovasi dan teknologi keamanan siber terbaru, yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi dinamika ancaman global. Selain sektor jasa keuangan, ruang lingkup pun dapat diperluas ke sektor lain yang memiliki risiko keamanan digital tinggi, seperti pemerintahan, e-commerce, dan layanan publik.
Kesungguhan Indonesia dan Inggris dalam memperkuat ekosistem keamanan siber ini menunjukkan komitmen kedua negara dalam menghadapi tantangan digital era modern. Langkah kolaboratif semacam ini diharapkan mampu mendorong pembangunan teknologi digital yang aman dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan reputasi Indonesia sebagai salah satu negara dengan sistem keamanan informasi yang terpercaya di tingkat global.
Source: www.beritasatu.com





