
Xiaomi mencatat lonjakan laba bersih disesuaikan yang mengesankan pada kuartal ketiga, mencapai Rp26,6 triliun. Pencapaian ini menandai pertumbuhan laba bersih tahunan di atas 80% dan sekaligus menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Jumlah ini menunjukkan dorongan signifikan dalam momentum pertumbuhan Xiaomi yang sudah terbangun sejak periode awal tahun.
Dari sisi pendapatan, Xiaomi mengumpulkan Rp266,4 triliun hanya di kuartal ini, meningkat lebih dari 22% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Perusahaan mampu mempertahankan pendapatan di atas Rp235 triliun selama empat kuartal berturut-turut. Secara kumulatif, pendapatan tiga kuartal pertama mendekati total keseluruhan tahun sebelumnya, dengan angka Rp801,8 triliun.
Strategi Ekosistem Human x Car x Home
Keberhasilan Xiaomi sangat dipengaruhi oleh strategi ekosistem “Human x Car x Home”. Segmen smart EV, AI, serta inisiatif baru memberi kontribusi pendapatan Rp65 triliun, melonjak hampir tiga kali lipat dari kuartal sebelumnya secara tahunan. Segmen tersebut juga mulai mencatat pendapatan operasional positif, sebesar Rp1,6 triliun untuk pertama kalinya. Pertumbuhan ini menandai masuknya Xiaomi dalam fase baru yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Smart EV Jadi Tulang Punggung Baru
Penjualan smart EV Xiaomi mencapai 108.796 unit sepanjang kuartal ketiga, menjadi jumlah tertinggi sejak lini produk ini dirilis. Akumulasi tiga kuartal total pengiriman mencapai 260.000 unit. Xiaomi juga memperluas layanan dengan menambah pusat penjualan smart EV hingga 402 lokasi di 119 kota di Tiongkok. SUV premium YU7 andalan mereka menempati posisi terdepan sebagai SUV medium–large terlaris di Tiongkok selama tiga bulan berturut-turut bahkan menjadi SUV nomor satu di semua kategori pada Oktober.
Bisnis Smartphone Konsisten di Tiga Besar
Pendapatan divisi smartphone tercatat Rp108,3 triliun, dengan pengiriman global 43,3 juta unit hanya di kuartal ketiga. Menurut Omdia, Xiaomi tetap berada di posisi tiga besar dunia dengan pangsa 13,6%, dan di Tiongkok menempel ketat di posisi kedua dengan pangsa 16,7%. Langkah premiumisasi membawa hasil, di mana pangsa pasar kategori harga menengah atas naik signifikan hingga 18,9%. Seri flagship Xiaomi 17 Pro dan Pro Max menyumbang lebih dari 80% penjualan seri itu di pasar premium.
Ekspansi IoT dan Layanan Digital
Segmen IoT serta produk gaya hidup menghasilkan pendapatan Rp65 triliun, meningkat lebih dari 5%. Margin laba kotor juga melesat ke angka 23,9%. Kini, jumlah perangkat IoT yang terkoneksi lewat ekosistem Xiaomi melampaui 1 miliar unit, dengan lebih dari 21 juta pengguna aktif memiliki minimal lima perangkat. Proses produksi perangkat pintar semakin efisien setelah pabrik baru Xiaomi resmi beroperasi dengan kapasitas produksi hingga 7 juta unit AC pintarnya per tahun.
Pendapatan dari sektor layanan internet menembus rekor baru di angka Rp22,1 triliun. Margin laba tetap tinggi di 76,9%, dengan pengguna aktif bulanan global meningkat hingga 741 juta. Pertumbuhan juga kuat di pasar internasional, di mana pendapatan sektor ini naik lebih dari 19% menjadi Rp7,7 triliun.
Fokus Inovasi dan Investasi Riset
Investasi Xiaomi untuk riset dan pengembangan juga mencapai puncak tertinggi baru, yakni Rp21,4 triliun meningkat lebih dari 52% dari periode lalu. Total investasi R&D sepanjang tahun ini akan melampaui Rp70 triliun. Di bidang AI, perusahaan meluncurkan model open-source Xiaomi-MiMo-Audio, solusi rumah pintar berbasis AI Xiaomi Miloco, serta menghadirkan HyperOS 3 yang membawa peningkatan kemampuan kecerdasan buatan pada seluruh perangkatnya.
Dengan performa keuangan yang solid dan strategi inovasi berkesinambungan, Xiaomi terus mempertahankan posisinya sebagai pemain utama dalam industri teknologi global.
Baca selengkapnya di: tabloidpulsa.id





