GWM Kendur Di Dalam Negeri, Penjualan Luar Negeri Justru Melonjak 50% Di Juni

GWM menutup Juni dengan sinyal yang bercampur: total penjualan memang turun tipis 2,36% secara tahunan menjadi 108.080 unit, tetapi pasar luar negeri justru melonjak tajam dan menahan tekanan dari pasar domestik yang masih lemah. Kenaikan 50,16% pada volume overseas menjadi titik paling menonjol dalam kinerja bulan itu.

Lonjakan ekspor ini juga terlihat dalam komposisi penjualan GWM. Pasar luar negeri menyumbang 55,67% dari total penjualan Juni, dengan 60.168 unit dikirim ke berbagai pasar di luar China.

Mesin pertumbuhan tetap datang dari luar China

Kinerja overseas GWM naik 18,70% dibanding bulan sebelumnya. Dalam periode Januari hingga Juni, penjualan luar negeri mencapai 291.426 unit, naik 47,44% secara tahunan dan setara 49,91% dari total penjualan semester pertama.

Di sisi lain, penjualan domestik belum mampu mengejar momentum yang sama. GWM hanya menjual 47.912 unit di China pada Juni, turun 32,16% dari tahun sebelumnya dan turun 3,62% dari Mei.

Tekanan di pasar dalam negeri juga tercermin pada akumulasi semester pertama. Penjualan domestik GWM dari Januari hingga Juni turun 21,41% secara tahunan menjadi 292.469 unit.

Kinerja semester pertama masih tumbuh tipis

Meski Juni melemah, total penjualan GWM pada paruh pertama tahun ini masih bertahan di zona positif. Perusahaan membukukan 583.895 unit sepanjang Januari hingga Juni, naik 2,48% dibanding periode yang sama sebelumnya.

Kenaikan tipis itu sangat dipengaruhi oleh performa luar negeri yang kuat. Dengan porsi hampir separuh dari total semester pertama, pasar internasional menjadi penopang utama saat pasar China masih belum pulih sepenuhnya.

NEV naik bulanan, tetapi masih turun tahunan

Di segmen kendaraan energi baru atau NEV, GWM mencatat hasil yang beragam. Penjualan NEV pada Juni mencapai 34.659 unit, turun 4,80% secara tahunan, tetapi naik 13,83% dari bulan sebelumnya.

Secara semester pertama, GWM menjual 144.634 NEV, turun 9,84% secara tahunan. Pangsa NEV pada Juni tercatat 32,07% dari total penjualan bulanan, menunjukkan kontribusi yang masih besar, meski belum cukup untuk membalik tren tahunan.

Haval masih jadi tulang punggung

Dari sisi merek, Haval tetap menjadi penopang utama portofolio GWM. Merek inti itu menjual 60.288 unit pada Juni, turun 3,38% secara tahunan, tetapi naik 8,67% dari Mei.

Sepanjang Januari hingga Juni, Haval membukukan 327.290 unit, naik 1,82% secara tahunan. Angka itu menegaskan posisi Haval sebagai merek volume terbesar dalam grup, terutama ketika pasar secara keseluruhan bergerak lebih hati-hati.

Tank dan Wey tertekan, pickup lebih stabil

Tidak semua lini bergerak searah. Tank, merek yang fokus pada pasar off-road, menjual 15.713 unit pada Juni, turun 27,16% secara tahunan dan turun 7,93% dari bulan sebelumnya.

Dalam periode Januari hingga Juni, penjualan Tank mencapai 92.653 unit, turun 10,62% secara tahunan. Sementara itu, Wey juga melemah di level bulanan dengan 7.191 unit pada Juni, turun 29,48% secara tahunan dan turun 11,43% dari Mei.

Meski begitu, Wey masih mencatat pertumbuhan akumulasi semester pertama. Penjualannya mencapai 44.514 unit, naik 29,05% secara tahunan.

Berbeda dengan dua merek tersebut, pickup GWM menunjukkan ketahanan yang lebih baik. Penjualan pickup pada Juni mencapai 14.012 unit, naik 6,05% secara tahunan dan naik 2,82% dari bulan sebelumnya.

Namun, akumulasi semester pertama pickup masih turun 5,44% secara tahunan menjadi 92.512 unit. Kondisi ini menunjukkan bahwa GWM masih bergantung pada kekuatan pasar luar negeri dan beberapa lini utama untuk menjaga pertumbuhan di tengah lemahnya permintaan domestik.

Source: cnevpost.com

Terkait