Konser An Anime Symphony Re: Awakening Tampilkan Penampilan Encore Spektakuler

Penonton konser An Anime Symphony Re: Awakening memadati Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Minggu, 25 Januari 2026. Sekitar 2.000 tiket habis terjual, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap musik anime yang dibawakan secara orkestra.

Konser ini dibuka dengan lagu Crescent Moon Dance dari anime Hibike! Euphonium. Sejak awal, suasana nostalgic dan kekuatan musik simfoni langsung terasa kuat di tengah penonton. Total, 24 komposisi lagu anime populer dimainkan dalam pertunjukan selama malam itu.

Peran Konduktor dan Orkestra

Avip Priatna bertindak sebagai konduktor yang memimpin Jakarta Concert Orchestra. Ia berhasil menghadirkan aransemen soundtrack dari anime populer seperti Fairy Tail, Ninja Hattori, Sinchan, hingga Naruto secara bergantian sepanjang konser.

Avip menjelaskan bahwa ide konser ini datang dari musisi muda yang tergabung dalam Bina Musika dan Resonanz. Mereka ingin membawakan musik anime secara serius dan layak diapresiasi dalam bentuk orkestra, bukan sekadar hiburan biasa.

Proses Pemilihan Lagu yang Teliti

Menurut Avip, pemilihan lagu dilakukan melalui diskusi panjang dengan tim. Lagu anime yang dipilih bukan hanya berdasarkan popularitas, tetapi juga kekuatan musikal agar pas dibawakan secara simfoni. Hal ini menjadi kunci agar konser bisa menghadirkan pengalaman musikal yang memikat dan berbeda.

Selain itu, setiap edisi Anime Symphony memiliki daftar lagu yang selalu diperbarui. Pilihan lagu merujuk pada beragam era anime, dari karya klasik hingga produksi kontemporer, sehingga konser mampu merepresentasikan perjalanan musik anime secara luas dan beragam.

Kebebasan Tema dan Tantangan Aransemen

Konser ini sengaja tidak dibangun dengan satu tema khusus. Menurut Avip, keberagaman musik anime sangat kaya, mulai dari lagu energik hingga balada. Oleh karena itu, memilih satu tema saja akan mengurangi kekayaan musik yang bisa dihadirkan dalam pertunjukan.

Tantangan terbesar bagi tim produksi adalah menjaga karakter asli lagu saat diaransemen ulang menjadi musik orkestra. Presisi dalam pembawaan menjadi penting supaya memori dan kesan fans terhadap lagu tidak berubah atau hilang.

Kejutan Encore yang Memukau

Salah satu momen paling menarik dalam konser ini adalah penampilan encore yang tak terduga. Lagu Butter-Fly dari anime Digimon dibawakan sebagai lagu penutup, meski tidak tercantum dalam daftar program awal. Penonton menyambut dengan suka cita dan ikut bernyanyi bersama.

Avip menjelaskan bahwa keputusan menghadirkan encore biasanya diambil menjelang hari pertunjukan, terutama saat latihan terakhir. Pilihan lagu encore ditentukan berdasarkan mood dan kepopulerannya, agar bisa dinikmati bersama oleh seluruh penonton.

An Anime Symphony Re: Awakening berhasil menghadirkan sebuah pengalaman musikal berbeda yang menggabungkan kecintaan pada anime dan musik simfoni. Konser ini menunjukkan potensi besar untuk terus dikembangkan sesuai dengan tren musik dan anime yang selalu berkembang. Penggemar dapat menantikan inovasi dan kejutan menarik di edisi konses berikutnya.

Baca selengkapnya di: lifestyle.bisnis.com
Exit mobile version