Ryomen Sukuna mengambil alih tubuh Megumi Fushiguro dalam manga Jujutsu Kaisen bukanlah keputusan yang tiba-tiba. Dari bab-bab awal, Gege Akutami telah menebar petunjuk bahwa Sukuna memiliki rencana jangka panjang untuk pewaris klan Zenin tersebut.
Pertemuan awal Sukuna dengan Megumi di Juvenile Detention Center menunjukkan ketertarikan Sukuna pada potensi teknik kutukan Megumi. Saat itu, Sukuna menahan diri dari membunuh Megumi karena ingin melihat teknik rahasia yang akan dikeluarkan, yakni pemanggilan Mahoraga. Ia menyadari Megumi memiliki potensi teknik yang luar biasa dan belum tergali sepenuhnya.
Sukuna kemudian memilih Megumi sebagai wadah baru karena dua alasan utama. Pertama, teknik Sepuluh Bayangan (Ten Shadows Technique) milik Megumi sangat fleksibel dan memberikan akses ke Mahoraga, shikigami kuat yang bisa beradaptasi dengan berbagai serangan. Sukuna paham bahwa mahkluk adaptif ini sangat penting untuk menembus pertahanan Gojo Satoru yang sangat tangguh.
Kedua, tubuh Yuji Itadori meskipun menjadi tempat Sukuna, sebenarnya merupakan “penjara” yang dirancang untuk mengekang Sukuna. Tubuh Yuji memiliki resistensi alami yang membuat Sukuna sulit menguasai sepenuhnya. Sementara itu, Megumi sebagai penyihir jujutsu biasa tidak memiliki kekebalan tersebut. Sukuna yakin jika ia bisa mematahkan jiwa Megumi, ia bisa memakai tubuh tersebut tanpa hambatan.
Proses perpindahan tubuh Sukuna ke Megumi menggunakan mekanisme Binding Vow (Sumpah Pengikat). Melalui kata kode “Enchain”, Sukuna memperoleh kesempatan mengambil alih tubuh Yuji selama satu menit dengan batasan tidak boleh melukai siapa pun. Dalam waktu ini, Sukuna dengan cerdik memutuskan jarinya sendiri dan memasukkan jari tersebut ke mulut Megumi, memanfaatkan momen emosional Megumi yang terguncang untuk memasukkan jiwanya ke tubuh itu. Strategi ini memanfaatkan celah aturan jujutsu dan kondisi psikologis Megumi.
Perpindahan ini membawa dampak besar bagi dunia jujutsu. Dengan tubuh Megumi, Sukuna bisa membunuh Tsumiki Fushiguro yang merupakan kakak Megumi, menggunakan teknik Megumi sendiri. Ia juga mampu melawan Gojo Satoru dengan bantuan Mahoraga, yang akhirnya menyebabkan kematian Gojo. Di akhir, dengan tubuh Megumi sebagai wadah, Sukuna berhasil mengakses wujud aslinya dari era Heian melalui metode reinkarnasi total.
Kasus Sukuna yang pindah ke tubuh Megumi memperlihatkan bahwa Sukuna bukan hanya kuat secara fisik, tapi juga seorang ahli strategi yang sabar dan kejam. Ia merencanakan langkahnya selama ratusan bab, menunggu momen terbaik ketika jiwa Megumi mulai goyah. Rencana ini terutama didorong oleh kebutuhan akan teknik Ten Shadows untuk melawan Gojo dan pilihan wadah yang dapat ia kendalikan sepenuhnya.
Tragedi yang menimpa Megumi Fushiguro menunjukkan bagaimana kisahnya menjadi bagian krusial dan memilukan dalam perjalanan Jujutsu Kaisen. Keputusan Sukuna yang telah dirancang matang ini mengubah dinamika kekuatan dan arah cerita secara drastis di babak akhir saga.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com