Pertemuan “Curhat Dong Teh Melly” yang diselenggarakan dalam rangka Kunjungan Daerah Pemilihan (KUNDAPIL) di wilayah Bandung dan Cimahi menghadirkan suasana penuh keakraban. Forum ini bukan hanya pertemuan administratif, melainkan ruang refleksi bagi para Pengurus Anak Cabang (PAC) untuk menyelaraskan visi politik yang berorientasi pada empati.
Teh Melly mengajak kader politik agar mengubah cara pandang tentang politik. Menurutnya, politik sejatinya bukan ajang kompetisi retorika, melainkan momentum untuk mendengarkan secara tulus demi kepentingan rakyat. “Politik sejatinya bukan tentang siapa yang paling keras berbicara, melainkan siapa yang paling tulus mendengar,” tegas Teh Melly di hadapan para kader.
Sebagai garda terdepan, kader PAC diharapkan mampu menjadi telinga pertama masyarakat. Tugas mendasar mereka adalah mendengar keluhan dan aspirasi tanpa terburu-buru memberi janji atau pembelaan. Kehadiran yang utuh dan mendengarkan secara penuh menjadi kunci utama agar komunikasi antara rakyat dan pengurus politik berjalan efektif.
Untuk menegaskan hal ini, Teh Melly menetapkan tiga komitmen utama yang wajib diemban setiap kader, yaitu:
1. Pulang dengan Data: Memahami akar permasalahan masyarakat secara mendalam dan berbasis fakta.
2. Pulang dengan Hati yang Rendah: Memegang amanah dengan penuh keikhlasan dan rendah hati.
3. Pulang dengan Kebermanfaatan: Menyuguhkan solusi konkret yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga.
Dalam konteks masyarakat Bandung dan Cimahi yang dikenal kritis dan cerdas, Teh Melly menekankan agar para kader menjauhi praktik politik yang hanya mengandalkan pencitraan visual semata. “Kita ingin dikenal bukan karena baliho terbesar, tetapi karena kebermanfaatan terbesar yang kita berikan,” ucapnya yang mendapat sambutan hangat dari peserta.
Selain penguatan paradigma politik berempati, acara ini juga menjadi momen penghargaan loyalitas. Teh Melly memberikan hadiah ibadah Umrah kepada kader dengan masa bakti tertua sebagai wujud penghormatan atas dedikasi dan pengabdian mereka. Ini menjadi simbol kuat bahwa loyalitas tetap dihargai dalam keluarga besar politik.
Energi positif pun terpancar dari forum “Curhat Dong Teh Melly”. Para kader pulang dengan semangat baru membawa pesan utama: hadir di tengah masyarakat dengan mendengar sepenuh hati, membawa pulang data akurat, dan menyajikan solusi nyata. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun kepercayaan dan harapan masyarakat terhadap politik yang lebih humanis.
Model politik berempati yang diusung Teh Melly mencerminkan perubahan paradigma penting. Kader bukan lagi hanya penyampai program, melainkan pendengar dan penyalur harapan yang fokus pada pemecahan masalah riil. Hal ini menjadi fondasi penting untuk membangun hubungan politik yang lebih bermakna dan bertanggung jawab di tingkat akar rumput.
Baca selengkapnya di: www.suara.com






