Personel band D’MASIV merayakan satu tahun Halte Petukangan DMASIV dengan cara unik pada 3 Maret 2026. Mereka turun langsung sebagai petugas Transjakarta di Koridor 13, jalur Ciledug–Tegal Mampang, yang juga dikenal sebagai “Jalur Langit.”
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial semata. Kelima personel D’MASIV menjalankan tugas layaknya staf profesional, mulai dari membantu mengatur penumpang, menjaga keamanan, hingga berinteraksi langsung dengan pengguna layanan.
Selain tugas operasional, mereka juga menghibur penumpang dengan penampilan live akustik di dalam bus. Hal ini menjadi momen spesial karena mereka turut merasakan langsung dinamika pelayanan transportasi publik.
Peran Personel D’MASIV sebagai Petugas Transjakarta
Berikut pembagian tugas yang dijalankan masing-masing personel D’MASIV saat bertugas:
- Rian Ekky Pradipta sebagai pramudi bus.
- Ramadhan Rama bertugas sebagai pramusapa.
- Dwiki Aditya menjalankan peran pramujaga.
- Wahyu Priadji bertugas patroli jalur.
- Rai Dinata menjadi petugas keamanan halte.
Momen ini menjadi bagian perayaan perjalanan D’MASIV yang sudah menginjak usia 22 tahun di industri musik Indonesia.
Makna dan Sejarah Halte Petukangan D’MASIV
Pada 3 Maret 2025, band D’MASIV secara resmi membeli hak penamaan (naming rights) untuk Halte Petukangan di Koridor 13 Transjakarta. Halte ini kemudian berganti nama menjadi Halte Petukangan D’MASIV.
Langkah ini mengejutkan publik karena D’MASIV menjadi band pertama di Indonesia yang membeli hak penamaan halte transportasi publik. Biasanya naming rights dikuasai oleh perusahaan besar atau korporasi.
Kawasan Ciledug, lokasi halte, memiliki makna mendalam bagi D’MASIV. Daerah ini merupakan tempat mereka memulai karier, berlatih musik, serta mengikuti berbagai festival.
Menurut D’MASIV, pemberian nama tersebut bukan sekadar simbol, tapi representasi perjalanan panjang dan proses bertumbuh sebagai musisi serta bagian dari masyarakat. Mereka ingin ini menjadi langkah maju (#MelangkahLebihJauh) yang bermakna.
Dengan partisipasi langsung merayakan satu tahun halte ini, D’MASIV menunjukkan dukungan nyata terhadap layanan transportasi publik. Mereka juga mempererat hubungan dengan pengguna Transjakarta sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi penumpang di Koridor 13.
Langkah inovatif D’MASIV ini diharapkan dapat menginspirasi pihak lain untuk melibatkan diri atau berkontribusi pada pengembangan moda transportasi umum di Indonesia.
Perayaan ini memperlihatkan bagaimana kolaborasi antara dunia seni dan layanan publik bisa berjalan sinergis, sambil tetap mendukung mobilitas masyarakat dengan cara yang segar dan menarik.
Baca selengkapnya di: www.medcom.id