Unik dan Otentik, 20 Mantra Film Para Perasuk Diciptakan Langsung oleh Anggun C Sasmi

Author: Qoo Media

Anggun C. Sasmi memulai debut aktingnya di film Para Perasuk dengan memerankan karakter Guru Asri, seorang pemimpin yang bertugas memandu ritual mantra bagi para Perasuk. Dalam film ini, Anggun diberikan kebebasan penuh untuk menciptakan mantra-mantra yang digunakan selama ritual tanpa menggunakan teks atau skrip.

Sutradara Wregas Bhanuteja sengaja memberikan tantangan unik tersebut agar mantra yang diucapkan terasa alami dan otentik. Ia menegaskan bahwa seluruh mantra direkam hanya satu kali pengambilan suara (one take) demi menjaga keaslian ekspresi dan keotentikan performa Anggun.

Kebebasan Kreatif dalam Mencipta Mantra
Wregas mempercayakan sepenuhnya pada intuisi Anggun untuk merespons musik secara langsung di studio dan membentuk mantra guna melengkapi adegan ritual dalam film. Menurutnya, naskah tidak diperlukan karena kalimat mantra dibuat secara spontan dan improvisasi oleh Anggun.

Pengambilan mantra dilakukan sekali jalan tanpa kesempatan mengulang, karena sutradara menilai bahwa take kedua kehilangan unsur organik dan naturalitas. "Take kedua itu sudah nggak organik lagi," kata Wregas, yang mengutamakan spontanitas agar mantra terdengar hidup.

Representasi Bunyi Roh Binatang dalam Mantra
Sebagai bagian dari lakon film, para Perasuk diyakini membawa orang yang kerasukan ke alam bawah sadar sehingga mereka meniru perilaku binatang. Anggun diminta menciptakan suara dan mantra yang merepresentasikan beragam roh binatang seperti semut, macan, dan kerbau.

Imaginasi ini memungkinkan Anggun mengeksplorasi berbagai bunyi unik yang memberikan lapisan magis dan misterius pada ritual sambatan tersebut. Kreativitas Anggun menonjol dengan menghasilkan puluhan mantra yang autentik sesuai kebutuhan narasi.

20 Mantra Diciptakan Tanpa Skrip dan Tanpa Take Ulang
Secara total, Anggun berhasil menciptakan 20 mantra unik yang masing-masing direkam hanya satu kali pengambilan suara. Sutradara menegaskan bahwa puluhan mantra tersebut menjadi inti dalam menghidupkan suasana ritual di sepanjang film.

Keberhasilan ini tidak lepas dari pengalaman Anggun dalam dunia musik yang membekali kemampuan improvisasi dan penciptaan vokal ekspresif. Hal ini juga memperlihatkan sinergi efektif antara sutradara dan artis dalam menjembatani proses kreatif tanpa batasan skrip kaku.

Film Para Perasuk mencatat momentum penting bagi Anggun sebagai debutnya di bidang seni peran, sekaligus mengukuhkan kreativitasnya dalam mengolah elemen tradisi dan mistik lewat mantra. Fleksibilitas dan intuisi seninya menjadi kunci utama dalam melahirkan karya vokal orisinal yang menjadi nyawa dalam setiap adegan ritual di film ini.

Baca selengkapnya di: www.suara.com
Terbaru