Yovie & Nuno mampu bertahan selama 25 tahun dengan perjalanan yang tidak selalu mulus. Di balik usia seperempat abad itu, grup ini sempat mengalami tujuh kali pergantian personel, tetapi tetap menjaga hubungan baik antarmantan anggota dan terus menghasilkan lagu yang dekat dengan publik.
Pendiri Yovie & Nuno, Yovie Widianto, menyebut perjalanan grup ini sebagai sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sejak awal. Hal itu ia sampaikan saat konser 25 Tahun Janji Suci Yovie & Nuno di Istora Senayan, Jakarta, saat ribuan penonton memadati arena pertunjukan.
Perjalanan yang jarang terjadi di industri musik
Yovie menilai Yovie & Nuno punya kisah yang berbeda dari grup lain yang juga ia bentuk. Jika Kahitna dikenal dengan formasi yang relatif bertahan lama, Yovie & Nuno justru melewati banyak pergantian anggota sepanjang kiprahnya.
“Jadi, ada tujuh kali ganti formasi. Tapi, yang hebatnya, persahabatannya tetap baik terus dengan para alumninya,” kata Yovie. Pernyataan itu menegaskan bahwa perubahan personel tidak memutus hubungan emosional yang sudah terbangun di dalam grup.
Menurut Yovie, dinamika itu justru menjadi salah satu alasan Yovie & Nuno bisa terus beregenerasi. Perubahan formasi membuat grup ini tetap hidup dan menyesuaikan diri tanpa kehilangan identitas musikalnya.
Konsisten melahirkan lagu yang relevan
Bertahannya Yovie & Nuno bukan hanya soal usia grup, tetapi juga kemampuan mereka menjaga lagu-lagu tetap dicintai pendengar. Setiap formasi baru disebut selalu membawa karya yang mampu menarik perhatian publik dan memperpanjang napas perjalanan band ini.
Pada formasi terbaru, lagu Bunga Jiwaku kembali mencuri perhatian setelah viral di TikTok. Di sisi lain, katalog lagu Yovie & Nuno juga terus mencatat puluhan juta pemutaran di platform digital.
Bagi Yovie, capaian itu adalah anugerah yang tidak pernah ia perkirakan sebelumnya. Ia melihat keberlanjutan popularitas Yovie & Nuno sebagai hasil dari perjalanan panjang, persahabatan, dan dukungan pendengar lintas generasi.
Dari penghargaan internasional hingga vokalis baru
Yovie juga mengenang pencapaian yang diraih grup ini sejak awal karier. Album perdana Yovie & Nuno sempat mengantarkan mereka meraih penghargaan Pendatang Baru Terbaik Asia di Planet Music Awards.
Setelah itu, penghargaan lain juga datang, termasuk dari ajang internasional seperti MTV Asia Awards. Rentetan apresiasi tersebut memperlihatkan bahwa nama Yovie & Nuno tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga sempat mendapat pengakuan di tingkat Asia.
Ia juga menyinggung soal para vokalis yang pernah mengisi formasi grup. Menurut Yovie, Yovie & Nuno beruntung karena selalu mendapat penyanyi yang kuat secara karakter dan kemampuan vokal.
“Setiap saat dapat vokalis bagus-bagus terus. Dan sekarang saya dapat Chico dan Adhyra,” ujar Yovie. Ia menambahkan bahwa keberhasilan grup ini bukan semata karena dirinya pandai menulis lagu, melainkan juga karena ia bertemu dengan penyanyi-penyanyi yang tepat.
Makna Janji Suci bagi grup dan pendengar
Pemilihan nama 25 Tahun Janji Suci Yovie & Nuno untuk konser perayaan juga memiliki alasan khusus. Judul itu diambil dari salah satu lagu paling populer mereka, yang dianggap punya kedekatan emosional dengan banyak pendengar.
Bagi Yovie, Janji Suci bukan sekadar lagu hits. Lagu tersebut sering hadir dalam momen penting seperti pernikahan, sehingga punya nilai emosional yang jauh melampaui urusan royalti atau angka penjualan.
Ia menilai kebahagiaan saat lagu itu menjadi bagian dari momen sakral orang lain adalah hal yang tidak ternilai. Dalam konser perayaan tersebut, Janji Suci juga dibawakan sebagai salah satu penutup yang memberi nuansa emosional pada pertunjukan.
Kisah 25 tahun Yovie & Nuno menunjukkan bahwa perubahan personel tidak selalu menjadi penghalang bagi sebuah grup musik untuk bertahan. Selama hubungan internal tetap baik dan karya terus menemukan pendengarnya, perjalanan panjang seperti yang dialami Yovie & Nuno masih bisa terus berlanjut.
