Mulan Jameela akhirnya angkat bicara setelah namanya terseret hoaks di media sosial yang menuding dirinya pernah merendahkan profesi guru. Klarifikasi itu ia sampaikan melalui akun Instagram pribadinya pada Jumat, 20 Maret, setelah potongan konten yang beredar memicu reaksi luas dari warganet.
Dalam unggahannya, Mulan menegaskan bahwa ia tidak pernah mengucapkan pernyataan yang menyinggung, apalagi memojokkan guru. Ia juga menyatakan bahwa kabar yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan fakta dan patut dicermati ulang sebelum dipercaya.
Mulan memilih bicara karena isu menyangkut guru
Mulan mengaku biasanya tidak terlalu menanggapi kabar palsu yang menyebar di internet. Namun, kali ini ia merasa perlu memberikan penjelasan karena isu tersebut menyentuh profesi guru yang menurutnya harus dihormati.
“Mungkin agak aneh karena selama ini aku jarang sekali merespon isu hoax yang menyebar di medsos… tapi sepertinya saya tidak bisa diam kalau berita hoax ini ada kaitannya dengan pernyataan tentang guru,” tulis Mulan dalam unggahannya.
Pernyataan itu muncul setelah konten hoaks beredar dalam bentuk potongan kutipan dan gambar. Cara penyajian seperti ini membuat banyak pengguna media sosial langsung bereaksi tanpa mengecek asal-usul informasi secara utuh.
Tegaskan tidak pernah merendahkan guru
Dalam klarifikasinya, Mulan menolak tegas tudingan bahwa dirinya pernah berkata kasar atau merendahkan guru. Ia justru menyampaikan penghormatan terhadap profesi tersebut dan menilai guru punya peran besar dalam mencerdaskan anak bangsa.
“Saya sangat menghormati para guru dan peran mereka dalam mencerdaskan anak-anak bangsa,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang bernada negatif terhadap para guru. “Saya tidak pernah membuat pernyataan yang berkaitan dengan para guru, apalagi pernyataan yang cenderung negatif atau memojokkan para guru,” tulisnya.
Konten hoaks sempat memicu komentar negatif
Narasi yang beredar sebelumnya membuat kolom komentar media sosial Mulan dipenuhi kritik. Banyak warganet merespons seolah-olah pernyataan itu benar, padahal sumber asli dan konteks utuhnya tidak jelas.
Kasus ini menunjukkan bagaimana hoaks dapat menyebar cepat ketika publik hanya melihat potongan informasi. Dalam situasi seperti ini, nama figur publik sering dipakai untuk memperkuat narasi yang belum tentu benar.
Soroti batas tugasnya di DPR
Mulan juga memberi penjelasan soal ruang kerja politiknya sebagai anggota DPR RI. Ia mengatakan dirinya berada di Komisi VI, yang tidak membahas urusan pendidikan atau guru.
“Karena ruang gerak saya di Komisi VI itu tidak membahas tentang guru,” tulisnya.
Ia menyinggung bahwa isu pendidikan berada di ranah Komisi X DPR RI, yang menurutnya tengah berupaya memperjuangkan kesejahteraan guru. Penjelasan ini ia sampaikan untuk menegaskan bahwa tudingan yang beredar tidak sejalan dengan tugas dan bidang kerjanya.
Ajakan untuk cek dan ricek informasi
Di bagian akhir klarifikasinya, Mulan mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati menerima informasi di media sosial. Ia meminta publik melakukan verifikasi sebelum membagikan berita agar tidak ikut menyebarkan kabar palsu.
“Untuk teman-teman semua yang menerima berita, seyogyanya melakukan cek dan ricek. Bertabayun, apakah itu berita fakta atau hoax,” imbaunya.
Berikut poin penting dari klarifikasi Mulan Jameela:
- Ia membantah pernah merendahkan profesi guru.
- Ia menyebut kabar yang beredar sebagai hoaks.
- Ia menegaskan rasa hormatnya kepada para guru.
- Ia meminta publik melakukan cek dan ricek sebelum percaya pada informasi viral.
- Ia menyebut isu pendidikan bukan ranah Komisi VI tempatnya bekerja.
Ia juga memohon doa agar dapat menjalankan tugasnya sebagai anggota DPR RI dengan baik untuk kepentingan masyarakat. Klarifikasi ini menambah daftar kasus hoaks yang menimpa tokoh publik, sekaligus mengingatkan pentingnya verifikasi informasi sebelum komentar negatif menyebar lebih jauh di ruang digital.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com




