The Stage Hadir di K Mall Jakarta, Patung Kontemporer Indonesia dan Dunia Bertemu

Pameran seni kontemporer The Stage resmi hadir di K Mall Jakarta Utara pada 18 Maret sampai 12 April 2026. Ajang ini menampilkan 39 karya berupa patung dan lukisan dari 10 perupa Indonesia dan mancanegara, dengan konsep yang membawa seni masuk ke ruang publik sehari-hari.

Pameran ini digelar oleh Sankhara, Meiro Gallery, dan Kendy’s Gallery. Pengunjung bisa menjumpai karya-karya tersebut di lorong-lorong mall, sehingga pengalaman melihat seni terasa lebih dekat, ringan, dan mudah diakses oleh masyarakat umum.

Seni Kontemporer Masuk ke Ruang Publik

Model pameran seperti ini memberi warna baru bagi ekosistem seni Indonesia. Alih-alih hanya dipamerkan di galeri tertutup, karya-karya The Stage tampil di area yang ramai dan akrab bagi publik.

Kenny Yustana, founder Meiro Gallery, menyebut The Stage sebagai langkah penting untuk menjangkau ruang publik semu. “Ini adalah ruang bagi seniman untuk tampil lebih terang dan disaksikan lebih dekat oleh publik,” kata Kenny.

Karya yang Menarik Perhatian Pengunjung

Salah satu karya yang paling mencuri perhatian adalah patung Fearless karya Andre Tanama. Patung ini menampilkan seorang anak kecil yang berhadapan dengan naga, dengan gestur saling mencengkeram yang kuat dan penuh tensi visual.

Karakter anak kecil itu bernama Agathos, figur baru yang lahir dari refleksi atas karakter lama Andre, Gwen Silent. Jika Gwen tampil tenang dan spiritual, Agathos hadir dengan energi yang lebih agresif dan emosional.

“Agathos berarti ‘baik’. Jadi agresivitas di sini bukan sesuatu yang jahat, tapi bentuk lain dari kebaikan yang bereaksi,” ujar Andre Tanama saat dihubungi Bisnis.com.

Reinterpretasi Tokoh Pop dan Imaji Visual

Pameran ini juga menghadirkan karya Adi Gunawan yang memadukan humor, kritik visual, dan referensi seni modern. Patung The Mondrian Lady menampilkan sosok perempuan gemuk yang berbaring santai, dengan permainan warna kontras yang mengingatkan pada gaya geometris Piet Mondrian.

Adi menjelaskan bahwa karakter itu adalah reinterpretasi Monalisa dengan sentuhan jenaka. Karya tersebut juga menantang pandangan sempit tentang standar kecantikan perempuan, terutama anggapan bahwa perempuan cantik harus selalu bertubuh ramping.

Adi turut membawa patung Kejar Daku Kau Kugigit yang berukuran 62 x 280 x 55 cm. Karya ini menggambarkan tiga sosok perempuan gemuk yang berlari dikejar anjing bulldog, dengan nuansa komikal yang tetap menyimpan pesan sosial.

Jejak Budaya Pop Global di Banyak Karya

Sejumlah seniman lain dalam The Stage juga mengolah ikon budaya pop global menjadi karya baru. Arkiv Vilmansa, misalnya, menampilkan Mickiv Hope Golden Age yang terinspirasi dari Mickey Mouse dengan bentuk kepala bulat, telinga lebar, dan pose yang variatif.

Ndikol juga menghadirkan pembacaan ulang atas karakter Astro Boy melalui karya Heart Rebellion Color XL. Sosok itu tampil dengan bandana dan ekspresi konfrontatif, sementara karya Bandanas #1 Mix Media menampilkan tokoh seperti The Simpsons dan Richie Rich dalam pendekatan visual yang serupa.

Daftar Informasi Penting Pameran

  1. Nama pameran: The Stage.
  2. Lokasi: K Mall Jakarta Utara.
  3. Periode: 18 Maret–12 April 2026.
  4. Jumlah karya: 39 karya.
  5. Jenis karya: patung dan lukisan.
  6. Jumlah perupa: 10 seniman dari Indonesia dan mancanegara.
  7. Penyelenggara: Sankhara, Meiro Gallery, dan Kendy’s Gallery.

Paduan karya yang meminjam figur pop, simbol emosional, dan tafsir ulang atas karakter ikonik membuat The Stage terasa relevan dengan audiens urban. Di tengah arus kehidupan mall yang cepat, pameran ini menawarkan ruang jeda untuk melihat bagaimana seni kontemporer Indonesia berinteraksi dengan referensi global dan pengalaman visual masa kini.

Baca selengkapnya di: lifestyle.bisnis.com

Berita Terkait

Back to top button